Ikom.Umsida.ac.id – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida) melalui komunitas Communication Cinema (COMMA) menggelar seminar bertajuk “Film sebagai alat literasi media dan anti hoaks” pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang menjadi rangkaian Communication Short Film Competition (CSFC) 2026 ini diikuti oleh siswa-siswi SMA/SMK/MA sederajat dari berbagai daerah.
Menghadirkan filmmaker Alfian Alfarisi sebagai pemateri, seminar ini membekali peserta dengan cara mengangkat isu literasi media ke dalam karya film pendek yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki dampak edukatif.
Baca juga: Communication Short Film Competition 2026 Dorong Generasi Muda Lawan Hoaks Lewat Karya Film
Film Bukan Menggurui, tetapi Mengajak Penonton Berpikir

Dalam pemaparannya, Alfian menjelaskan bahwa kekuatan film bukan terletak pada banyaknya pesan yang disampaikan secara langsung, melainkan pada kemampuan cerita dalam menunjukkan dampak dari sebuah informasi yang salah.
“Film bekerja paling kuat ketika penonton merasakan akibat, bukan ketika penonton diberi definisi. Bukan menjelaskan apa itu hoaks. Tunjukkan apa yang terjadi ketika sebuah kebohongan dipercaya.”
Ia juga mengajak peserta untuk memulai proses kreatif dari keresahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti rumor sekolah, video bencana yang diberi konteks keliru, penipuan digital, hingga penyalahgunaan teknologi deepfake.
Menurutnya, sebuah cerita akan terasa lebih kuat apabila berangkat dari pengalaman yang akrab dengan penonton dan berfokus pada dampak yang dirasakan manusia, bukan sekadar menjelaskan teori.
Selain itu, peserta diperkenalkan pada penyusunan premis, pengembangan karakter, riset yang akurat, hingga struktur cerita yang mampu menggambarkan proses seseorang dari percaya pada informasi, menghadapi konsekuensi, hingga bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.
Antusiasme Peserta Warnai Jalannya Seminar

Suasana seminar berlangsung interaktif sejak awal hingga akhir. Para peserta terlihat antusias mengikuti pemaparan materi, mencatat poin-poin penting, serta aktif berdiskusi mengenai pengembangan ide film yang relevan dengan fenomena digital di lingkungan sekolah.
Sebagai penutup, Alfian menegaskan bahwa film memiliki tanggung jawab besar dalam membangun cara berpikir masyarakat.
“Film yang baik tidak hanya membuat penonton percaya—tetapi membantu penonton berpikir.”
Melalui seminar ini, COMMA berharap para peserta tidak hanya menghasilkan karya film pendek yang kreatif untuk CSFC 2026, tetapi juga mampu menjadi generasi yang kritis, bertanggung jawab, dan bijak dalam menyikapi informasi di era digital.
Penulis: Airin Zhafirah Rahmah
















