Ikom.umsida.ac.id. – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida) kembali menorehkan prestasi pada ajang SILAT APIK PTMA 2026. Kali ini, Tegar Setya Pratama berhasil meraih Juara 2 pada kategori Short Semi Documentary , membuktikan bahwa kreativitas dan kerja sama tim mampu menghasilkan karya yang kompetitif di tingkat nasional.
Kompetisi tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menghasilkan karya kreatif.
Bagi Tegar, pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang tidak hanya mengecewakan, tetapi juga memberikan banyak pelajaran tentang pentingnya kolaborasi dalam sebuah tim.
Bangga Membawa Prestasi
Keberhasilan Juara meraih 2 menjadi momen yang membahagiakan bagi Tegar. Setelah melalui berbagai proses selama perlombaan, ia mengaku bangga dapat membawa pulang prestasi sekaligus mengharumkan nama Program Studi Ikom Umsida.
Pastinya sangat senang dan bangga bisa meraih prestasi tersebut, ungkapnya.
Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil dari usaha bersama seluruh anggota tim yang telah bekerja keras menyelesaikan karya hingga mampu bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi.
Baca juga: Fresh Graduate dan Kontrak Kerja, Pentingnya Memulai Karier dengan Lebih Aman
Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan

Salah satu hal yang paling berkesan bagi Tegar selama mengikuti kompetisi adalah bekerja sama dengan anggota tim yang berasal dari universitas berbeda. Sebelum perlombaan dimulai, mereka bahkan belum pernah bertemu maupun bekerja dalam satu tim.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menjadi hambatan. Tegar menilai kepercayaan antaranggota menjadi landasan utama dalam membangun kerja sama yang solid selama proses produksi berlangsung.
“Kuncinya pasti percaya pada satu tim sendiri, apalagi tim berasal dari universitas yang berbeda dan belum pernah ketemu sebelumnya,” jelasnya.
Baginya, komunikasi yang baik dan rasa saling percaya menjadi faktor penting yang mampu menyatukan berbagai ide hingga menghasilkan karya terbaik.
Lihat juga: Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Best Innovation AI Generated Poster di SILAT APIK PTMA 2026
Maksimalkan Peralatan yang Ada
Selain membangun kekompakan tim, Tegar juga menghadapi tantangan lain berupa keterbatasan waktu dan peralatan selama proses produksi film dokumenter.
Ia bersama-sama dituntut untuk memanfaatkan perangkat yang tersedia secara maksimal agar tetap mampu menghasilkan karya yang berkualitas. Situasi tersebut melatih mereka untuk berpikir kreatif dalam mencari solusi tanpa bergantung pada fasilitas yang serba lengkap.
“Tantangan yang paling efektif yaitu bagaimana kami harus memaksimalkan perangkat dan alat yang ada, ditambah keterbatasan waktu yang dimiliki,” ujarnya.
Pengalaman tersebut membuktikan bahwa kualitas sebuah karya tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan peralatan, tetapi juga oleh kreativitas dan kemampuan waktu dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
Pengalaman Lebih Berharga dari Hasil
Bagi Tegar, mengikuti SILAT APIK PTMA 2026 memberikan pelajaran yang jauh lebih besar dari sekedar meraih gelar juara. Ia menyadari bahwa setiap proses persiapan, tantangan, hingga evaluasi menjadi bagian penting untuk membentuk kemampuan diri.
Menurutnya, pengalaman selama kompetisi akan menjadi bekal berharga untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas dalam berkarya di masa mendatang.
Ia juga berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus mencoba berbagai kesempatan baru yang mampu mengasah kemampuan di bidang komunikasi dan media produksi.
Berani Keluar dari Zona Nyaman
Menutup wawancara, Tegar mengajak mahasiswa Ikom Umsida agar tidak takut mengikuti berbagai lomba. Menurutnya, kompetisi merupakan ruang belajar yang dapat memberikan banyak pengalaman sekaligus memperluas hubungan.
“Jangan ragu untuk mencoba dan keluar dari zona nyaman. Tidak perlu menunggu merasa sempurna untuk mengikuti lomba, karena setiap kompetisi adalah kesempatan untuk belajar, menambah pengalaman, memperluas hubungan, dan mengembangkan potensi diri,” pesannya.
Prestasi yang diraih Tegar Setya Pratama pada kategori Short Semi Documentary dalam SILAT APIK PTMA 2026 menjadi bukti bahwa kerja sama, rasa saling percaya, dan kemampuan beradaptasi mampu melahirkan karya yang menakjubkan. Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Ikom Umsida mampu bersaing dan terus berkarya melalui kreativitas yang dimiliki.
Penulis: Salwa Rizky Awalya

















