Ikom.umsida.ac.id – Di era digital, konten audio visual tidak lagi sekadar menjadi media hiburan.
Bagi Rahmat Hidayat, mahasiswa semester 4 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida), video merupakan sarana efektif untuk menyampaikan pesan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui berbagai kompetisi tingkat nasional yang diikutinya, Rahmat konsisten menghadirkan karya bertema edukasi publik.
Beragam isu kesehatan seperti imunisasi, donor darah, hingga kesehatan mental remaja menjadi topik yang sering diangkat dalam videonya.
Baginya, kemampuan menyampaikan informasi dengan cara yang menarik merupakan salah satu penerapan ilmu komunikasi yang memiliki dampak nyata.
Rahmat meyakini bahwa sebuah karya tidak hanya dinilai dari kualitas visualnya, tetapi juga dari seberapa kuat pesan yang dapat diterima oleh penonton.
Karena itu, setiap video yang dibuat selalu diawali dengan proses riset agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan mudah dipahami.
Baca juga: Berawal dari Gagal, Rahmat Hidayat Kini Kantongi 20 Prestasi Videografi Tingkat Nasional
Storytelling Menjadi Kekuatan Utama
Ketertarikan Rahmat pada dunia audio visual membuatnya memilih fokus mengembangkan kemampuan di bidang tersebut sejak awal kuliah.

Selain menjadi wadah untuk menyalurkan kreativitas, videografi juga memberinya kesempatan membangun relasi sekaligus mengikuti berbagai kompetisi dari kementerian, institusi pendidikan, rumah sakit, hingga lembaga lainnya.
Mayoritas kompetisi yang diikuti mengangkat tema kesehatan dan edukasi masyarakat.
Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa konten kreatif dapat menjadi media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan informasi penting kepada publik.
“Bagi saya, hal ini membuktikan bahwa ilmu komunikasi dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan edukasi kepada masyarakat melalui karya audio visual,” jelas Rahmat.
Dalam setiap karya, Rahmat memiliki ciri khas berupa penggunaan format monolog storytelling.
Menurutnya, pendekatan tersebut mampu membangun kedekatan emosional dengan penonton sehingga pesan yang disampaikan terasa lebih personal dan mudah dipahami.
Ia juga mengaku pernah belajar dari pengalaman ketika gagal dalam kompetisi karena kurang memahami petunjuk teknis.
Sejak saat itu, ia selalu mempelajari aturan lomba secara rinci sebelum mulai menyusun konsep dan naskah.
Lihat juga: Asah Kompetensi Produksi Media, Ikom Umsida Gelar Workshop dan Nobar Karya Company Profile
Naskah dan Riset Jadi Pondasi
Bagi Rahmat, naskah merupakan fondasi utama dalam proses produksi video.
Visual yang menarik tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak didukung oleh alur cerita dan pesan yang jelas.

“Menurut saya, sebuah karya tidak hanya harus memiliki visual yang menarik, tetapi juga harus memiliki pesan yang kuat dan mampu menyampaikan cerita dengan baik,” ujarnya.
Setelah menyusun konsep, Rahmat melanjutkan proses dengan melakukan riset terhadap tema yang akan diangkat.
Ia berusaha memastikan setiap informasi memiliki dasar yang jelas sehingga kontennya tidak hanya menarik, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan.
Pendekatan tersebut membuat setiap karya yang dihasilkan memiliki nilai edukasi sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ilmu Komunikasi Mendukung Produksi
Dalam proses produksi, Rahmat lebih banyak berperan di balik layar.
Ia bertanggung jawab menyusun konsep, menulis naskah, mengarahkan talent, mengatur jalannya pengambilan gambar, hingga melakukan proses editing.
Kemampuan komunikasi menjadi modal penting saat bekerja bersama talent.
Ia harus mampu menyampaikan arahan secara jelas agar ekspresi, intonasi, dan penyampaian cerita sesuai dengan pesan yang ingin dibangun.
Menurut Rahmat, keberhasilan sebuah video tidak hanya ditentukan oleh kualitas gambar, tetapi juga oleh kemampuan pembuat konten memahami audiens.
Konten yang baik adalah konten yang mampu menyampaikan informasi secara sederhana, menarik, sekaligus memberikan manfaat bagi penontonnya.
“Visual yang menarik memang penting, tetapi pesan yang kuat dan cara penyampaian yang tepat adalah hal yang membuat sebuah karya mampu memberikan dampak bagi orang lain,” pungkasnya.
Melalui konsistensinya menghasilkan karya berbasis riset dan storytelling, Rahmat Hidayat menunjukkan bahwa konten audio visual dapat menjadi media edukasi publik yang efektif.
Perpaduan kreativitas, komunikasi, dan kepedulian terhadap isu-isu sosial menjadikan setiap karya yang dihasilkannya tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai positif bagi masyarakat.
Sumber: Rahmat Hidayat
Penulis: Indah Nurul Ainiyah
















