Ikom.umsida.ac.id – Menjadi Duta Pencerah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ( Umsida) ternyata bukan sekadar tentang meraih sebuah gelar.
Bagi Miftah, kesempatan tersebut menjadi ruang untuk mengembangkan potensi, menyampaikan pesan positif, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan kampus.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (Ikom) semester 5 ini terpilih menjadi salah satu Duta Pencerah Umsida dengan membawa semangat Grown by knowledge, driven by purpose, serving through action.
Keikutsertaan Miftah dalam ajang tersebut berangkat dari keinginannya untuk terus bertumbuh dan mengasah kemampuan diri.
Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, ia melihat kemampuan berekspresi dan public speaking bukan hanya sebagai keterampilan akademik, tetapi juga sebagai potensi yang perlu dimanfaatkan secara nyata untuk memberikan dampak positif.
Perjalanan menuju terpilihnya Miftah berlangsung melalui sejumlah tahapan. Ia mengikuti seleksi administrasi, penyusunan portofolio, wawancara, hingga unjuk bakat dan kemampuan public speaking.
Setiap tahapan menjadi pengalaman baru yang membuatnya belajar mempresentasikan diri secara personal sekaligus tetap profesional.
Baca juga: Bukan Sekadar Selempang, Rizqy Bawa Semangat Pengabdian sebagai Duta Pencerah Umsida
Belajar dari Proses dan Relasi

Menurut Miftah, salah satu tantangan yang dihadapi selama proses seleksi adalah manajemen waktu serta kemampuan mengelola rasa gugup.
Ia harus menyampaikan pesan secara singkat, tetapi tetap berbobot dan memiliki makna.
Di balik tantangan tersebut, terdapat pengalaman yang berkesan ketika ia berinteraksi dengan kandidat lain. Pertemuan dengan mahasiswa dari berbagai program studi membuat suasana kompetisi terasa lebih hangat dan penuh dukungan.
“Di sana saya bertemu dengan teman-teman hebat dari berbagai prodi yang punya semangat dan visi luar biasa. Jadi bukan cuma ajang lomba, tapi juga tempat membangun relasi,” ungkapnya.
Baca juga: Tutup Fortama, Umsida Kukuhkan Duta Pencerah 2026 Hingga Ajak Lawan LGBT
Bukan Sekadar Gelar

Saat namanya dinyatakan terpilih, Miftah mengaku merasa bersyukur, terharu, dan sempat tidak menyangka. Rasa bangga tersebut kemudian hadir bersama tanggung jawab untuk menjalankan amanah sebagai Duta Pencerah Umsida.
Baginya, Duta Pencerah bukan sekadar gelar atau simbol, melainkan tentang impact dan servant leadership. Ia ingin menjadi jembatan informasi, pemantik semangat, serta teladan positif bagi sivitas akademika.
Ke depan, Miftah berencana berkontribusi melalui promosi citra positif kampus, kegiatan kemahasiswaan berbasis edukasi dan inspirasi, serta pemanfaatan komunikasi digital untuk menyebarkan narasi pencerahan kepada publik luas.
Ia pun mengajak mahasiswa Umsida untuk berani keluar dari zona nyaman dan percaya pada proses.
“Potensi diri itu tidak akan pernah terlihat kalau kita tidak berani mencobanya terlebih dahulu,” pesannya.
Penulis: Airin Zhafirah Rahmah


















