Ikom.umsida.ac.id – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (Prodi Ikom) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan Best Paper dalam ajang International Conference on Emerging New Media on Social Science (ICEMSS) 2026.
Penghargaan tersebut diperoleh melalui penelitian yang mengkaji jaringan komunikasi dalam organisasi pelajar, khususnya di lingkungan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Penelitian ini berfokus pada pola penyebaran informasi dan peran aktor-aktor penting yang memengaruhi arus komunikasi di dalam organisasi.
Ketertarikan terhadap topik tersebut berawal dari pengalaman narasumber yang aktif dalam kegiatan organisasi.
Ia mengamati bahwa penyebaran informasi tidak selalu berlangsung melalui jalur formal yang telah ditetapkan.
“Aku sering lihat kalau penyebaran informasi itu nggak selalu lewat jalur formal aja. Kadang justru ada orang-orang tertentu yang jadi pusat informasi dan paling sering dihubungi anggota lain,” ujarnya.
Pengalaman tersebut kemudian mendorongnya mempelajari teori analisis jaringan komunikasi dan mengaitkannya dengan fenomena yang terjadi di lapangan.
Baca juga: Mahasiswa Ikom Umsida Raih Best Paper Lewat Kajian Pengaruh Live Streaming TikTok
Mengungkap Peran Komunikasi Informal dalam Organisasi
Dalam penelitian ini, narasumber menggunakan metode analisis jaringan komunikasi dengan bantuan perangkat lunak UCINET.
Data dikumpulkan melalui kuesioner sosiometri yang dibagikan kepada anggota organisasi, kemudian diolah menjadi matriks dan visualisasi jaringan komunikasi untuk melihat pola hubungan antaranggota.
Ia mengakui bahwa proses analisis data menjadi tantangan tersendiri karena harus memahami berbagai konsep dalam jaringan komunikasi.
“Awalnya cukup sulit karena harus memahami banyak angka, relasi antaraktor, sampai konsep centrality dalam jaringan. Tapi lama-lama justru jadi seru karena aku bisa melihat visual jaringan komunikasinya secara langsung,” katanya.
Berbeda dengan penelitian organisasi yang umumnya berfokus pada komunikasi formal, riset ini menyoroti komunikasi informal yang terbentuk dalam interaksi sehari-hari.
Melalui pendekatan tersebut, penelitian berhasil mengidentifikasi individu yang memiliki peran sentral dalam penyebaran informasi program kerja organisasi.
Baca juga: Mahasiswa Umsida Diajak Memahami Reformasi Polri dan Hukum Digital Modern

Penghargaan yang Menjadi Motivasi Berkarya
Keberhasilan meraih Best Paper menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi narasumber. “Jujur kaget banget karena awalnya aku cuma pengen menyelesaikan penelitian ini dengan baik aja. Pas diumumkan dapat Best Paper rasanya campur aduk, senang, haru, dan nggak nyangka karena perjuangan selama proses penelitian akhirnya dihargai juga,” ungkapnya.
Menurutnya, penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi organisasi tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga dipengaruhi oleh hubungan antaranggota dan keberadaan aktor kunci dalam jaringan komunikasi.
Ke depan, ia berencana mengembangkan penelitian mengenai jaringan komunikasi digital dan media sosial organisasi.
Ia juga berharap pencapaiannya dapat memotivasi mahasiswa lain untuk berani memulai penelitian dari fenomena yang dekat dengan kehidupan mereka serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi proses penelitian.
Penulis: Airin Zhafirah Rahmah
















