Ikom.umsida.ac.id. – Prestasi memuaskan kembali diterima mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida). Airin Zhafirah Rahmah berhasil meraih Juara 1 pada kategori Artificial Intelligence Generated Video Competition dalam ajang SILAT APIK PTMA 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Ikom Umsida mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memanfaatkannya untuk menghasilkan karya kreatif yang inovatif.
Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence/AI ), Airin bersama tim berhasil menyajikan karya yang mampu bersaing dengan peserta dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia.
Tak Menyangka Raih Juara 1
Airin mengakui pencapaian tersebut menjadi kejutan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Saat pengumuman pemenang, ia bahkan sempat tidak percaya ketika dideklarasikan sebagai peraih Juara 1.
“Sejujurnya, saya sempat tidak percaya bisa memenangkan perlombaan tersebut, terlebih hingga meraih Juara 1. Saya merasa sangat senang, bersyukur, sekaligus terharu karena seluruh proses dan usaha yang kami lakukan akhirnya membuahkan hasil,” ujarnya.
Baginya, prestasi tersebut menjadi hadiah atas kerja keras yang telah dilakukan selama proses persiapan hingga penyelesaian karya.
Baca juga: Mahasiswa Ikom Umsida Torehkan Prestasi di SILAT APIK 2026 Lewat Karya Fotografi Bertema Multikultur
Kekuatan Ada pada Kerja Sama Tim
Di balik keberhasilan tersebut, Airin menilai komunikasi dan koordinasi menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan tim. Menurutnya, sebuah karya yang baik tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada bagaimana setiap anggota mampu bekerja sama dan berusaha membuat masing-masingnya.
Selain membangun komunikasi yang baik, tim juga melakukan penelitian secara mendalam agar konsep video yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan tema dan ketentuan perlombaan.
“Menurut saya, kunci utamanya adalah membangun koordinasi dan komunikasi yang baik dengan seluruh anggota tim. Selain itu, kami juga melakukan penelitian secara mendalam agar karya yang dihasilkan memiliki konsep yang kuat,” jelasnya.
Persiapan tersebut menjadi fondasi penting yang mengantarkan terjadinya hasil terbaik dalam kompetisi.
Lihat juga: Elok Fatikah Persembahkan Medali Perak Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
Berpacu dengan Waktu
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Airin dan tim adalah keterbatasan waktu. Menjelang batas akhir pengumpulan karya, mereka hanya memiliki waktu satu hari untuk menyelesaikan seluruh proses produksi.
Mulai dari penyusunan konsep, proses pembuatan video, hingga tahap penyelesaian akhir harus dilakukan dalam waktu yang sangat singkat. Situasi tersebut menuntut seluruh anggota tim untuk bekerja secara efektif, cepat, sekaligus tetap teliti agar kualitas karya tetap terjaga.
Meski berada di bawah tekanan waktu, tantangan tersebut justru menjadi pengalaman yang memperkuat kekompakan tim dan mengasah kemampuan mereka dalam menyelesaikan proyek secara profesional.
Belajar dari Setiap Proses
Bagi Airin, kemenangan yang diraih bukan hanya tentang memperoleh gelar juara, tetapi juga tentang berbagai hikmah berharga yang diperoleh selama mengikuti kompetisi.
Ia mengaku semakin memahami pentingnya kerja sama tim, kemampuan mengatur waktu, serta sikap adaptif ketika menghadapi situasi yang berubah dengan cepat. Selain itu, pengalaman ini juga memperkuat keyakinannya bahwa penelitian merupakan langkah penting dalam menghasilkan karya yang berkualitas.
Pengalaman tersebut membuat Airin semakin percaya diri untuk mengikuti berbagai kompetisi lainnya sebagai sarana mengembangkan kemampuan dan menambah pengalaman.
Berani Mencoba dan Terus Berkembang
Menutup wawancara, Airin mengajak mahasiswa Ikom Umsida agar tidak takut mencoba mengikuti berbagai kompetisi. Menurutnya, setiap perlombaan merupakan kesempatan untuk belajar sekaligus mengukur kemampuan diri.
Ia juga menekankan pentingnya mempersiapkan diri dengan baik, melakukan riset yang matang, serta membangun komunikasi yang efektif jika mengikuti perlombaan secara berkelompok.
“Jangan ragu untuk mencoba dan jangan takut gagal. Menang memang menjadi tujuan, tetapi proses, pengalaman, dan pembelajaran yang diperoleh selama mengikuti kompetisi juga merupakan pencapaian yang sangat berharga,” pesannya.
Prestasi yang diraih Airin Zhafirah Rahmah pada ajang SILAT APIK PTMA 2026 menunjukkan bahwa kreativitas, penelitian yang matang, serta kolaborasi tim yang solid mampu menghasilkan karya yang kompetitif.
Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Ikom Umsida untuk terus berinovasi, memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif, dan berani mengharumkan nama kampus melalui berbagai ajang kompetisi.
Penulis: Salwa Rizky Awalya


















