Katanya Anak Ikom Cuma Belajar “Ngomong”?

Ikom.umsida.ac.id – “Anak Ikom pasti jago ngomong.” Kalimat seperti itu mungkin sudah tidak asing bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ikom).

Bahkan, tidak jarang jurusan ini dianggap sebagai tempat untuk belajar berbicara di depan banyak orang.

Padahal, setelah menjalaninya, mahasiswa akan menemukan bahwa dunia Ikom jauh lebih luas dari sekadar berdiri di depan mikrofon dan menyampaikan kata-kata.

Ketika Kamera dan Mikrofon Jadi Teman
Sumber: Pinterest

Ada masa ketika berbicara di depan orang lain terasa menegangkan.

Namun, bagi mahasiswa Ikom, kesempatan untuk melatih keberanian tersebut justru datang berkali-kali.

Presentasi di kelas, diskusi, menjadi pembawa acara, moderator, hingga terlibat dalam berbagai kegiatan kampus perlahan membuat kemampuan komunikasi menjadi bagian dari keseharian.

Tidak hanya berbicara, mahasiswa juga dituntut untuk mampu beradaptasi dengan situasi.

Berhadapan dengan audiens yang berbeda membutuhkan cara penyampaian yang berbeda pula.

Dari pengalaman-pengalaman sederhana tersebut, mahasiswa mulai memahami bahwa komunikasi bukan hanya tentang seberapa banyak seseorang berbicara, tetapi juga tentang bagaimana pesan dapat diterima oleh orang lain.

Baca juga: Jangan Cuma Kejar IPK, Maba Perlu Bangun Pengalaman Sejak Awal

Dari Menulis hingga Memproduksi Cerita
Sumber: Pinterest

Di balik kemampuan berbicara tersebut, ada proses belajar yang beragam. Salah satunya melalui bidang audio visual.

Mahasiswa belajar bahwa sebuah pesan tidak selalu harus disampaikan melalui kata-kata.

Gambar, suara, pemilihan sudut kamera, hingga proses penyuntingan dapat menjadi bagian dari cara membangun sebuah cerita.

Di sisi lain, jurnalistik membawa mahasiswa pada pengalaman yang berbeda.

Mereka belajar mencari informasi, melakukan wawancara, mengolah fakta, kemudian menyusunnya menjadi tulisan yang dapat dipahami pembaca.

Proses tersebut membuat mahasiswa tidak hanya belajar menulis, tetapi juga belajar bertanya, mendengarkan, menggali informasi, dan berkomunikasi dengan narasumber.

Berbagai pengalaman itu menunjukkan bahwa pembelajaran di Ikom tidak hanya berlangsung melalui teori di dalam kelas.

Mahasiswa juga diajak untuk mempraktikkan bagaimana pesan dibuat dan disampaikan melalui berbagai media.

Kamera, tulisan, mikrofon, maupun panggung menjadi sarana untuk mengasah kemampuan tersebut.

Pada akhirnya, pengalaman menjadi mahasiswa Ikom bukan sekadar tentang menjadi seseorang yang pandai berbicara.

Ada proses untuk memahami audiens, memilih cara penyampaian, mengolah informasi, hingga menentukan media yang tepat untuk menyampaikan sebuah pesan.

Mungkin benar jika anak Ikom sering terlihat berbicara di depan banyak orang.

Namun, di balik itu ada kemampuan lain yang ikut dibentuk: menulis, mendengar, mengamati, membuat cerita, dan memahami bagaimana sebuah pesan dapat sampai kepada orang lain.

Jadi, kalau masih ada yang mengira anak Ikom hanya belajar ngomong, mungkin sekarang saatnya melihat Ikom dari sudut yang lebih luas.

Baca juga: Mahasiswa Ilmu Komunikasi Harus Melek AI

Ketika Komunikasi Menjadi Jembatan

Ikom juga membawa mahasiswa mengenal dunia public relations atau hubungan masyarakat.

Di bidang ini, mahasiswa belajar bahwa komunikasi bukan hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi juga tentang membangun hubungan dengan publik.

Melalui berbagai kegiatan, mahasiswa belajar mengelola informasi, menyusun publikasi, berkomunikasi dengan pihak lain, hingga memahami bagaimana sebuah organisasi membangun citranya.

Kemampuan tersebut membutuhkan kepekaan dalam melihat situasi dan memahami karakter audiens.

Dari pengalaman itu, mahasiswa mulai memahami bahwa cara berkomunikasi dapat memengaruhi bagaimana sebuah pesan diterima.

Karena itu, seorang komunikator tidak hanya dituntut untuk mampu berbicara, tetapi juga mampu membangun hubungan dan menjaga komunikasi dengan baik.

Penulis: Putri Mega Safithrih

Berita Terkini

Mahasiswa Ikom Umsida magang di JTV Surabaya
Terjun ke Dunia Penyiaran, Intip Pengalaman Pertama Mahasiswa Ikom Umsida Magang di JTV
24/10/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida dukung penandatanganan LoI dengan IIUM Malaysia
Mahasiswa Ikom Umsida Dukung Penandatanganan LoI dengan IIUM Malaysia
23/10/2026By
Mahasiswa Magang Ikom Umsida Liput Kemeriahan Yudisium XXXVI FBHIS Lewat Konten Digital
20/10/2026By
Asah Keterampilan Fotografi Berita, Mahasiswa Ikom Umsida Eksplorasi Jalan Tunjungan
20/10/2026By
Empat Mahasiswa Ikom Umsida Berkontribusi dalam Kegiatan Akademik MIST
20/10/2026By
Pelatihan Budidaya Maggot, Mahasiswa Ikom Umsida Praktikkan Jurnalistik
15/10/2026By
Magang di S2 Ikom Jadi Pengalaman Baru Mengelola Media Digital
13/10/2026By
Harga Ayam Tembus Rp45 Ribu, Pedagang Pasar Larangan Keluhkan Sepinya Pembeli
12/10/2026By

Prestasi

Maba Ikom Umsida Sabet 7 Medali di JATIM OPEN 2026, 4 Emas Berhasil Dibawa Pulang
06/10/2026By
Monolog Storytelling Jadi Ciri Khas Rahmat Hidayat Sebarkan Edukasi Lewat Karya Audio Visual
20/07/2026By
Berawal dari Gagal, Rahmat Hidayat Kini Kantongi 20 Prestasi Videografi Tingkat Nasional
19/07/2026By
Kolaborasi Lintas Universitas Antar Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Short Semi Documentary di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Best Innovation AI Generated Poster di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 1 AI Generated Video Competition di SILAT APIK PTMA 2026
07/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Public Relations Campaign Best Tactics di SILAT APIK 2026
07/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Torehkan Prestasi di SILAT APIK 2026 Lewat Karya Fotografi Bertema Multikultur
07/07/2026By

Nur Maghfirah A., M.Med.Kom

Nama:

Tanggal Lahir

Scholar:

OJS:

Scopus:

 

This will close in 20 seconds