Ikom.umsida.ac.id – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida) langsung terlibat sebagai kru dalam kegiatan Digital Beautypreneur pada 29–30 September 2026, bertepatan dengan awal masa magang mereka di PROBEST Professional Indonesia.
Program kerja sama PROBEST dengan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya ini berlangsung di Atrium Trans Icon Mall Surabaya.
Mahasiswa bergabung saat pelatihan memasuki tahap akhir.
Mereka bertugas membantu persiapan acara, dokumentasi, publikasi, hingga pelaporan langsung atau live report selama kegiatan berlangsung.
Pelatihan Kecantikan dan Kewirausahaan Digital

Digital Beautypreneur berlangsung dalam dua tahap, yakni 22–24 September dan 28–30 September 2026.
Program ini bertujuan mengembangkan keterampilan tata rias sekaligus memperkenalkan peluang usaha di industri kecantikan.
Peserta memperoleh materi makeup karakter, wisuda, dan glamour, serta fotografi kecantikan menggunakan smartphone.
Mereka juga mempelajari pemanfaatan media sosial untuk mempromosikan karya dan mengembangkan jasa sebagai Make Up Artist (MUA).
Founder PROBEST Professional, Meriana Candra Kurniasari, M.Pd., menjelaskan bahwa kerja sama dengan Disbudporapar Surabaya telah berlangsung lama.
Sebagai lembaga pelatihan dan sertifikasi, PROBEST turut mendukung pengembangan keterampilan generasi muda melalui program tersebut.
Baca juga: Mahasiswa Ikom Umsida Dukung Penandatanganan LoI dengan IIUM Malaysia
Persiapan dan Pelaksanaan Kegiatan

Penanggung jawab acara, Risky Putri, menyampaikan bahwa persiapan dilakukan sekitar tiga minggu, meliputi penyusunan materi, pencarian pemateri, pembuatan flyer, perekrutan peserta, hingga penyediaan kebutuhan pelatihan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, pre-test, kuesioner, pengenalan peralatan makeup, dan praktik merias.
Peserta juga mengikuti sosialisasi dari pihak perbankan serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Pada tahap akhir, peserta menjalani post-test, evaluasi, dan ujian praktik sebelum penutupan serta pemberian hadiah kepada para pemenang.
Menurut Risky, perbedaan karakter peserta menjadi tantangan dalam menjaga suasana kegiatan tetap kondusif.
Ia menilai kehadiran mahasiswa magang membantu tim, terutama dalam dokumentasi dan pemenuhan kebutuhan operasional acara.
Peserta Antusias Mengembangkan Keterampilan
Salah seorang peserta mengaku mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan tata rias yang telah dimilikinya.
“Saya memang sudah memiliki ketertarikan di bidang tata rias dan ingin terus mengembangkan kemampuan saya. adanya pelatihan ini mas, Alhamdulilah menjadi kesempatan yang sangat baik untuk belajar dan mengasah keterampilan tersebut,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa terus diselenggarakan agar lebih banyak generasi muda memperoleh kesempatan mengembangkan potensi di bidang kecantikan.
Baca juga: Lulus Bukan Akhir, Dr Hendra Ajak Wisudawan Ciptakan Lapangan Kerja
Pengalaman Pertama Magang di Lapangan
Keterlibatan dalam acara berskala besar menjadi pengalaman awal yang menantang bagi mahasiswa magang.
Meski sempat gugup, pengalaman kegiatan semasa kuliah membantu mereka menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja.
Pada 29 September, mahasiswa membantu kebutuhan acara, dokumentasi, dan live report.
Sementara itu, pada 30 September, tugas bertambah dengan pengoperasian kamera untuk siaran langsung serta pengambilan foto setiap peserta.
Mahasiswa mengikuti kegiatan hingga penutupan pada 30 September 2026.
Pengalaman tersebut memberikan kesempatan untuk menerapkan keterampilan komunikasi, dokumentasi, publikasi, dan koordinasi secara langsung.
Melalui keterlibatan ini, mahasiswa Ikom Umsida memperoleh gambaran mengenai tuntutan kerja profesional sekaligus mengembangkan kemampuan beradaptasi dan bekerja sama dalam tim.
Penulis: Bima Satria Dirgantara Wibowo
Penyunting: Putri Mega Safithrih

















