Stop “Ramadhan Cuma Euforia”: Jangan Sampai Semangatmu Habis di Hari Kelima

Ikom.umsida.ac.id. – Hari pertama Ramadhan selalu terasa magis. Masjid penuh, target khatam ditulis rapi, alarm tahajud dipasang dengan penuh keyakinan. Timeline media sosial pun dipenuhi ucapan penuh harap. Semuanya tampak religius, semuanya tampak siap berubah.

Namun, mari jujur. Memasuki hari keempat, kelima, dan seterusnya, semangat itu perlahan meredup. Salat mulai terburu-buru.

Qur’an yang awalnya dibuka setiap hari mulai tertutup debu kesibukan. Ramadhan yang semula terasa istimewa berubah menjadi rutinitas biasa.

Inilah yang sering terjadi: Ramadhan hanya menjadi euforia, bukan transformasi.

Seperti yang diingatkan oleh Imam Al-Ghazali,

“Banyak orang yang beramal, tetapi sedikit yang benar-benar ikhlas dan istiqamah.”

Kutipan ini seakan menampar kita, karena tantangan terbesar bukan memulai, melainkan mempertahankan.

Baca juga: Ramadan Mode ON: Kalau Cuma Lapar, Semua Orang Bisa,Tapi Berubah, Belum Tentu

Kenapa Semangat Cepat Turun?
Sumber: Pexels

Euforia lahir dari suasana. Transformasi lahir dari kesadaran.

Di awal Ramadhan, lingkungan mendukung. Semua orang berpuasa, masjid ramai, konten religi berseliweran. Tapi ketika suasana mulai terasa “biasa”, motivasi pun ikut menurun. Artinya, kita bergantung pada momentum, bukan pada komitmen.

Padahal, Ramadhan adalah latihan konsistensi. Ia bukan lomba cepat-cepatan di tiga hari pertama, tetapi maraton 30 hari penuh kesadaran.

Lihat juga: Smart Financial Decisions: Webinar Himaksida Meningkatkan Literasi Keuangan Gen Z

Cara Biar Semangat Nggak Hanya Tahan 3 Hari

Pertama, kecilkan target, besarkan konsistensi. Daripada langsung satu juz sehari lalu berhenti, lebih baik satu halaman tapi rutin tanpa jeda.

Kedua, buat waktu khusus ibadah yang realistis. Jangan menunggu waktu luang, karena sering kali waktu luang tidak pernah benar-benar datang.

Ketiga, evaluasi diri setiap malam. Tanyakan: hari ini aku lebih baik atau sama saja?

Keempat, kurangi distraksi yang menguras energi spiritual, baik itu scrolling tanpa arah maupun debat tak penting.

Rasulullah SAW bersabda,

Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus walaupun sedikit. (HR. Bukhari dan Muslim).

Ramadhan Bukan Tentang Awal yang Heboh

Ramadhan bukan tentang siapa yang paling bersemangat di hari pertama, tetapi siapa yang tetap bertahan hingga akhir. Ia bukan tentang euforia sesaat, melainkan perubahan yang menetap bahkan setelah takbir Idulfitri berkumandang.

Jadi, pertanyaannya sederhana: Ramadhan tahun ini mau jadi tren sementara, atau titik balik yang nyata?. Karena semangat itu mudah dinyalakan. Tapi yang benar-benar bernilai adalah menjaganya tetap menyala.

Penulis: Salwa Rizky Awalya

Berita Terkini

Kolaborasi Lintas Universitas Antar Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Short Semi Documentary di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Best Innovation AI Generated Poster di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Menunggu Anak Siap Bermedia Sosial: Upaya Melindungi Generasi Digital di Era Algoritma
07/07/2026By
Penutupan IVSC 2026 Tandai Berakhirnya Empat Hari Pembelajaran dan Kolaborasi
04/07/2026By
Kreativitas Konten Digital Antar Mahasiswa Ikom Umsida Juara 1 Reels Competition IVSC 2026
04/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Ukir Prestasi di IVSC 2026, Borong Dua Juara di Podcast Competition
04/07/2026By
Angkat Isu Kredibilitas Influencer, Mahasiswa Ikom Umsida Sabet Juara 3 IVSC 2026
04/07/2026By
Dosen Ikom Umsida Ajak Mahasiswa Dalami Peran Media Digital dalam Membentuk Identitas Budaya
01/07/2026By

Prestasi

Kolaborasi Lintas Universitas Antar Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Short Semi Documentary di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Best Innovation AI Generated Poster di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 1 AI Generated Video Competition di SILAT APIK PTMA 2026
07/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Public Relations Campaign Best Tactics di SILAT APIK 2026
07/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Torehkan Prestasi di SILAT APIK 2026 Lewat Karya Fotografi Bertema Multikultur
07/07/2026By
Teliti Pola Komunikasi di IPM, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Umsida Sabet Best Paper ICEMSS 2026
25/05/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Best Paper Lewat Kajian Pengaruh Live Streaming TikTok
21/05/2026By
Cerita AU Romantis Jadi Inspirasi Riset Berprestasi Mahasiswa Umsida
21/05/2026By

Nur Maghfirah A., M.Med.Kom

Nama:

Tanggal Lahir

Scholar:

OJS:

Scopus:

 

This will close in 20 seconds