Menunggu Anak Siap Bermedia Sosial: Upaya Melindungi Generasi Digital di Era Algoritma

Ikom.umsida.ac.id – Media digital telah menjadi bagian dari keseharian anak dan remaja. Bangun tidur, membuka aplikasi media sosial, menonton video pendek, hingga berinteraksi dengan teman secara daring telah menjadi rutinitas yang sulit dipisahkan.

Di balik kemudahan tersebut, ruang digital juga menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari paparan konten yang tidak sesuai usia, perundungan siber, penipuan daring, hingga kecanduan gawai.

Kondisi inilah yang melatarbelakangi pemerintah menerapkan kebijakan penundaan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan dimaksudkan untuk melarang anak memanfaatkan teknologi.

Sebaliknya, pemerintah ingin memastikan setiap anak memiliki kesiapan mental, emosional, dan kemampuan berpikir kritis sebelum memasuki ruang media sosial yang semakin kompleks.

Penetapan usia 16 tahun, menurutnya, merupakan hasil diskusi bersama psikolog, pemerhati tumbuh kembang anak, serta berbagai penelitian mengenai dampak media sosial terhadap perkembangan remaja.

Selain meningkatnya kasus kecanduan digital, perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI) juga menjadi tantangan baru.

Konten yang dihasilkan atau dimanipulasi AI semakin sulit dibedakan dari informasi asli sehingga berpotensi membingungkan.

Pengguna muda yang belum memiliki kemampuan literasi digital yang memadai kerap mudah terpengaruh.

Karena itu, pemerintah menilai perlindungan anak di ruang digital perlu dilakukan sejak dini melalui regulasi yang diiringi edukasi.

Baca juga: Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Public Relations Campaign Best Tactics di SILAT APIK 2026

Ketika Anak Tumbuh Bersama Media Digital dan Algoritma
Sumber: Gemini AI

Anak-anak masa kini tumbuh di tengah ekosistem digital yang dikendalikan algoritma. Setiap video yang ditonton, unggahan yang disukai, hingga pencarian yang dilakukan akan memengaruhi rekomendasi konten berikutnya.

Tanpa disadari, algoritma terus mendorong pengguna untuk menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial.

Fenomena ini tidak hanya memengaruhi pola konsumsi informasi, tetapi juga cara anak berkomunikasi, belajar, hingga membentuk pandangan terhadap dunia.

Paparan konten yang tidak sesuai usia, standar hidup yang tidak realistis, maupun arus informasi yang begitu cepat dapat memengaruhi perkembangan psikologis anak apabila tidak diimbangi dengan pendampingan yang tepat.

Menurut Meutya Hafid, pemerintah hadir agar orang tua tidak menghadapi tantangan tersebut sendirian.

Melalui PP TUNAS, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem digital yang lebih aman sekaligus mendorong platform digital untuk meningkatkan tanggung jawab dalam melindungi anak.

Baca juga: Visiting Lecturer di USIM, Dosen Ikom Umsida Bahas Pentingnya Memahami Diri melalui Komunikasi

Membangun Generasi Digital yang Lebih Siap

Pendiri Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan, Najeela Shihab, menilai pembatasan akses media sosial bukan berarti membatasi anak menggunakan internet secara keseluruhan.

Anak tetap dapat memanfaatkan teknologi untuk belajar, mencari informasi, maupun mengembangkan kreativitas.

Yang menjadi perhatian adalah platform dengan risiko tinggi yang dapat memberikan dampak negatif apabila digunakan tanpa kesiapan yang cukup.

Dukungan juga datang dari kalangan pelajar. Salah seorang siswa SMAN 3 Jakarta, Yasser Baihaqi Balny, menilai pembatasan usia merupakan langkah positif karena banyak anak seusianya tanpa sengaja menemukan konten yang tidak sesuai ketika menggunakan media sosial.

Baginya, kebijakan tersebut merupakan bentuk perlindungan agar generasi muda dapat memanfaatkan teknologi secara lebih sehat dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, keberhasilan kebijakan ini tidak hanya bergantung pada regulasi. Peran orang tua, sekolah, pemerintah, platform digital, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun budaya bermedia yang sehat.

Literasi digital perlu ditanamkan sejak dini agar anak tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami etika berkomunikasi, serta bijak dalam menyaring informasi di tengah derasnya arus digital.

Dengan demikian, kesiapan anak bermedia sosial tidak lagi semata-mata ditentukan oleh usia, tetapi juga oleh bekal pengetahuan dan pendampingan yang mereka terima.

Penulis: Putri Mega Safithrih

Berita Terkini

Penutupan IVSC 2026 Tandai Berakhirnya Empat Hari Pembelajaran dan Kolaborasi
04/07/2026By
Kreativitas Konten Digital Antar Mahasiswa Ikom Umsida Juara 1 Reels Competition IVSC 2026
04/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Ukir Prestasi di IVSC 2026, Borong Dua Juara di Podcast Competition
04/07/2026By
Angkat Isu Kredibilitas Influencer, Mahasiswa Ikom Umsida Sabet Juara 3 IVSC 2026
04/07/2026By
Dosen Ikom Umsida Ajak Mahasiswa Dalami Peran Media Digital dalam Membentuk Identitas Budaya
01/07/2026By
Digital Cinema Jadi Jembatan Budaya Global, Ini Pesan Pakar Filmologi di IVSC 2026
01/07/2026By
IVSC 2026: Kolaborasi Global Ikom Umsida Perkuat Kompetensi dan Jejaring Internasional
01/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Angkat Jejak Proyek Akulturasi Budaya Gunung Kawi Lewat Fotografi
30/06/2026By

Prestasi

Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 1 AI Generated Video Competition di SILAT APIK PTMA 2026
07/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Public Relations Campaign Best Tactics di SILAT APIK 2026
07/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Torehkan Prestasi di SILAT APIK 2026 Lewat Karya Fotografi Bertema Multikultur
07/07/2026By
Teliti Pola Komunikasi di IPM, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Umsida Sabet Best Paper ICEMSS 2026
25/05/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Best Paper Lewat Kajian Pengaruh Live Streaming TikTok
21/05/2026By
Cerita AU Romantis Jadi Inspirasi Riset Berprestasi Mahasiswa Umsida
21/05/2026By
Mardi Lukas, Driver Delta EV: Mengemudi Menuju Prestasi di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
06/02/2026By
Fikri Sabet Perunggu UPSCC III 2025, Maba Ikom Umsida Siap Naik Level
02/01/2026By

Nur Maghfirah A., M.Med.Kom

Nama:

Tanggal Lahir

Scholar:

OJS:

Scopus:

 

This will close in 20 seconds