Ikom.umsida.ac.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida) pada ajang International Virtual Short Course (IVSC) 2026.
Pada kategori Podcast Competition, mahasiswa Ikom Umsida berhasil mendominasi kompetisi dengan meraih Juara 1 melalui tim Putri Amelia Artikasari dan Faiz Zahroh, serta Juara 2 yang diraih Andini Yulia Ramadhani dan Sherly Nur Islami Arifin.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa Umsidadalam memanfaatkan media podcast sebagai sarana komunikasi yang kreatif sekaligus edukatif.
Kedua tim mengangkat kekayaan budaya Indonesia dengan sudut pandang yang berbeda, namun sama-sama relevan dengan tema IVSC 2026, Reimagining Culture in the Digital Era: Identity, Participation, and Intercultural Connectivity.
Baca juga: Angkat Isu Kredibilitas Influencer, Mahasiswa Ikom Umsida Sabet Juara 3 IVSC 2026
Mengangkat Cerita Indonesia Lewat Podcast

Tim peraih Juara 1 menghadirkan podcast berjudul Waktu Indonesia Bercerita, yang menyajikan kisah-kisah yang unik dan menarik.
Kisah unik dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari cerita yang belum banyak diketahui hingga kisah mistis yang dikemas dengan alur penuh kejutan.
Faiz Zahroh menjelaskan bahwa ide tersebut berawal dari kebiasaan mereka mendengarkan podcast dan menikmati konten bertema misteri.
Dari sana muncul keinginan untuk menghadirkan podcast yang memiliki ciri khas Indonesia sekaligus dapat dinikmati oleh khalayak luas.
“Harapannya, Waktu Indonesia Bercerita bisa memperkenalkan kisah-kisah menarik dari Indonesia hingga dikenal masyarakat yang lebih luas, bahkan sampai ke mancanegara, sekaligus menginspirasi teman-teman untuk terus berani berkarya dan mengembangkan ide kreatif mereka,” ujarnya.
Baca juga: IVSC 2026, Umsida dan 4 Negara Ini Kolaborasikan Short Course dan Kompetisi Internasional
Mengenalkan Budaya Melalui Inovasi Digital

Sementara itu, tim peraih Juara 2 mengangkat fenomena bangkitnya popularitas musik dangdut dan campursari di kalangan generasi muda.
Melalui podcast mereka, Andini Yulia Ramadhani dan Sherly Nur Islami Arifin membahas bagaimana budaya tradisional dapat terus berkembang tanpa kehilangan identitasnya di tengah pesatnya perkembangan media digital.
Sherly Nur Islami Arifin mengatakan bahwa fenomena tersebut menjadi inspirasi utama dalam penyusunan podcast.
Menurutnya, budaya tidak harus ditinggalkan untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi justru dapat terus hidup melalui inovasi yang sesuai dengan karakter generasi muda.
Kedua karya tersebut menunjukkan bahwa podcast tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga ruang untuk menyampaikan gagasan, melestarikan budaya, dan membangun literasi masyarakat.
Prestasi yang diraih kedua tim diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menghasilkan karya kreatif yang mampu membawa budaya Indonesia dikenal lebih luas melalui platform digital.
Penulis: Putri Mega Safithrih


















