Ramadan Mode ON: Kalau Cuma Lapar, Semua Orang Bisa,Tapi Berubah, Belum Tentu

ikom.umsida.ac.id. – Ramadan selalu datang dengan gegap gempita. Hari pertama penuh semangat, masjid ramai, target ibadah ditulis rapi di catatan ponsel.

Tapi mari jujur pada diri sendiri: berapa kali Ramadan hanya terasa sebagai rutinitas? Sahur, menahan lapar, menunggu berbuka, lalu selesai.

Jika puasa hanya dimaknai sebagai menahan perut, maka esensinya berhenti di fisik. Padahal, Ramadan adalah momentum revolusi diri.

Ia bukan sekadar kewajiban, tetapi ruang latihan untuk mengendalikan ego, emosi, dan kebiasaan buruk yang selama ini dibiarkan tumbuh.Seperti yang pernah disampaikan oleh Ustaz Adi Hidayat,

“Puasa itu bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi menahan diri dari segala hal yang merusak nilai ibadah.”

Kutipan itu seperti alarm yang membangunkan: jangan sampai Ramadan hanya menyentuh tubuh, tapi tidak menyentuh hati.

Baca juga: Prodi Ikom Umsida Laksanakan Sosialisasi Kampus di SMK 10 Nopember Sidoarjo, Siswa Tunjukkan Antusias Tinggi

7 Amalan Simpel, Tapi Bisa Mengubah Arah
Sumber: Pexels

Perubahan besar tidak selalu dimulai dari langkah besar. Justru konsistensi kecil yang diam-diam membentuk karakter.

  1. Mulai dengan niat yang sadar. Tanyakan pada diri: Ramadan ini mau jadi titik biasa atau titik balik?
  2. Baca satu halaman Al-Qur’an setiap hari. Tidak perlu langsung banyak, yang penting konsisten.
  3. Jaga lisan dan jari. Di era digital, puasa juga berarti menahan komentar sinis dan unggahan yang sia-sia.
  4. Perbaiki kualitas salat. Hadir sepenuhnya, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
  5. Sedekah versi mahasiswa. Tidak harus nominal besar; ketulusan jauh lebih bernilai.
  6. Manfaatkan waktu mustajab menjelang berbuka untuk berdoa sungguh-sungguh.
  7. Lakukan refleksi sebelum tidur. Evaluasi sederhana sering kali lebih jujur daripada pengakuan di depan orang lain.

Imam Al-Ghazali pernah mengingatkan,

“Banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus.”

Kalimat ini terasa keras, tetapi relevan. Karena tanpa kesadaran dan perbaikan diri, Ramadan bisa berlalu tanpa jejak.

Lihat juga: Gen Z dan Digital Activism: Gerakan Sosial di Era Media Sosial

Naik Level atau Tetap Sama?

Ramadan adalah peluang tahunan yang tidak semua orang dapatkan kembali. Ia adalah kesempatan memperhalus hati, menata ulang prioritas, dan memperbaiki hubungan dengan Tuhan serta sesama.

Pertanyaannya sederhana: Ramadan tahun ini mau sekadar lewat, atau benar-benar mengubah?

Kalau hanya lapar, semua orang bisa. Tapi kalau berani berubah, itu pilihan yang tidak semua orang ambil. Mode sudah ON. Sekarang, saatnya naik level.

Penulis: Salwa Rizky Awalya

Berita Terkini

Kreativitas Konten Digital Antar Mahasiswa Ikom Umsida Juara 1 Reels Competition IVSC 2026
04/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Ukir Prestasi di IVSC 2026, Borong Dua Juara di Podcast Competition
04/07/2026By
Angkat Isu Kredibilitas Influencer, Mahasiswa Ikom Umsida Sabet Juara 3 IVSC 2026
04/07/2026By
Dosen Ikom Umsida Ajak Mahasiswa Dalami Peran Media Digital dalam Membentuk Identitas Budaya
01/07/2026By
Digital Cinema Jadi Jembatan Budaya Global, Ini Pesan Pakar Filmologi di IVSC 2026
01/07/2026By
IVSC 2026: Kolaborasi Global Ikom Umsida Perkuat Kompetensi dan Jejaring Internasional
01/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Angkat Jejak Proyek Akulturasi Budaya Gunung Kawi Lewat Fotografi
30/06/2026By
Awarding SILAT APIK PTMA 2026: Menutup Kebersamaan dengan Semangat Kolaborasi
26/06/2026By

Prestasi

Teliti Pola Komunikasi di IPM, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Umsida Sabet Best Paper ICEMSS 2026
25/05/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Best Paper Lewat Kajian Pengaruh Live Streaming TikTok
21/05/2026By
Cerita AU Romantis Jadi Inspirasi Riset Berprestasi Mahasiswa Umsida
21/05/2026By
Mardi Lukas, Driver Delta EV: Mengemudi Menuju Prestasi di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
06/02/2026By
Fikri Sabet Perunggu UPSCC III 2025, Maba Ikom Umsida Siap Naik Level
02/01/2026By
Taklukkan Ketegangan Arena, Cinthya Ukir Prestasi di KBPP Polri Jatim Cup 3
22/12/2025By
Mahasiswi Ilmu Komunikasi Umsida Harumkan Indonesia di Kejuaraan Dunia Arung Jeram
20/12/2025By
Mengubah Takdir dengan Pendidikan: Perjalanan Inspiratif Azzam di Wisuda Ke-46 Umsida
20/11/2025By

Nur Maghfirah A., M.Med.Kom

Nama:

Tanggal Lahir

Scholar:

OJS:

Scopus:

 

This will close in 20 seconds