Ikom.umsida.ac.id – Alumni Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida), Muhammad Fasikhul Lisani, terus mengembangkan karier profesionalnya di sektor jasa dan dukungan pelaksanaan proyek industri, termasuk bidang energi dan minyak dan gas bumi (migas).
Pria yang akrab disapa Ikhul tersebut saat ini terlibat dalam administrasi proyek, pengelolaan dokumen, serta koordinasi operasional. Sebelumnya, ia memiliki pengalaman di bidang IT support, administrasi, dan logistik. Pengalaman lintas bidang tersebut mengajarkannya pentingnya kemampuan beradaptasi, keterampilan teknis, dan kemauan untuk terus belajar.
Selain pengalaman kerja, Ikhul telah memperoleh sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Umum (Ahli K3 Umum) dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Sertifikasi tersebut menjadi bekal untuk memahami keselamatan kerja, mengidentifikasi potensi bahaya, dan mendukung penerapan budaya kerja yang aman.
Ikom Umsida sebagai Bekal Profesional

Ikhul memilih Ikom Umsida untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta keterampilan membangun relasi dengan berbagai karakter. Menurutnya, Ikom tidak hanya berkaitan dengan berbicara di depan umum, tetapi juga memahami manusia, menyampaikan pesan, dan membangun hubungan.
Salah satu pengalaman berkesan selama kuliah adalah ketika ia bersama tim menyelenggarakan kegiatan kampus sekaligus mencari sponsor. Dalam proses tersebut, ia menghadapi calon sponsor yang belum mengenal Umsida.
Pengalaman itu mendorongnya menjelaskan tujuan kegiatan, memperkenalkan kampus, dan membangun kepercayaan melalui komunikasi yang tepat. Baginya, pengalaman tersebut menjadi penerapan nyata Ikom sekaligus kesempatan membawa nama almamater ke lingkungan yang lebih luas.
Baca selengkapnya: Mahasiswa Ikom Umsida Bahas Pemahaman Anak Istimewa Lewat Podcast Samata
Keterampilan Komunikasi dalam Dunia Kerja
Dalam pekerjaannya, Ikhul berkesempatan berinteraksi dengan berbagai pihak profesional, termasuk dari lingkungan Pertamina, PGN, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
Pengalaman tersebut memberinya wawasan mengenai etika profesional, ketepatan penyampaian informasi, serta pentingnya menjaga kepercayaan dalam hubungan kerja.
Menurutnya, komunikasi interpersonal, kemampuan beradaptasi, dan membangun relasi profesional menjadi kompetensi penting dalam menjalankan tanggung jawab sehari-hari.
“Dalam administrasi proyek, informasi yang tidak tersampaikan dengan baik dapat menimbulkan kesalahpahaman. Karena itu, komunikasi menjadi penghubung penting dalam setiap tanggung jawab pekerjaan,” ungkapnya.
Ikhul menilai pendidikan di Ikom Umsida memberikan fondasi dalam memahami komunikasi organisasi, hubungan masyarakat, komunikasi pemasaran, dan komunikasi interpersonal. Pengetahuan tersebut terus ia terapkan dan sesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan.
Baca juga: Perkuat Pola Parenting, FPSI Umsida Gandeng IGRA Sidoarjo
Bangga Menjadi Alumni Ikom Umsida
Ikhul mengapresiasi ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama perkuliahan, terutama terkait strategi komunikasi, ketelitian, etika, dan pentingnya membangun kepercayaan. Baginya, kebanggaan terhadap almamater diwujudkan melalui sikap, tanggung jawab, dan kualitas pekerjaan di lingkungan profesional.
Ia berharap mahasiswa Ikom Umsida memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan keterampilan, memperluas relasi, serta mencari pengalaman yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Jangan takut untuk memulai, meskipun belum percaya diri atau belum mengetahui arah karier yang ingin dituju. Perkuliahan adalah kesempatan untuk belajar, mencoba hal baru, mengenali potensi diri, dan terus berkembang,” pesannya.
Ikhul juga mengajak mahasiswa untuk membangun karakter, menjaga integritas, berani mengambil kesempatan, dan tidak berhenti belajar. Ia berharap lulusan Ikom Umsida dapat berkembang di berbagai bidang profesional serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Bangga menjadi bagian dari Ikom Umsida. Mari terus berkembang, berkarya, dan membawa nama baik almamater di mana pun kita berada,” tutupnya.
Penulis: *Sayyidah Irdina Natasya
















