Konten Self-Growth di TikTok, Ruang Baru Perempuan Gen Z Membangun Identitas dan Kepercayaan Diri

Ikom.umsida.ac.id – Media sosial tidak lagi hanya menjadi tempat berbagi foto atau video hiburan.

Bagi banyak perempuan Gen Z, platform seperti TikTok telah berkembang menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, dan saling menguatkan.

Beragam konten bertema Get Ready With Me (GRWM), self-improvement, hingga tren #hopecore kini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga membentuk cara perempuan memandang diri, karier, kesehatan mental, dan masa depan.

Fenomena ini menunjukkan perubahan menarik dalam pola komunikasi digital.

Jika beberapa tahun lalu media sosial identik dengan budaya pamer atau perbandingan sosial, kini semakin banyak kreator yang menghadirkan narasi positif mengenai pentingnya mencintai diri sendiri, membangun kebiasaan baik, meningkatkan kemampuan, hingga berani mengejar mimpi.

Perubahan tersebut menjadikan media sosial sebagai ruang yang lebih suportif, terutama bagi perempuan muda yang sedang mencari jati diri.

Di balik tren tersebut, muncul pertanyaan yang menarik untuk dibahas.

Apakah media sosial benar-benar mampu menjadi ruang aman bagi perempuan, atau hanya menghadirkan standar baru yang harus dipenuhi?

Baca juga: Monolog Storytelling Jadi Ciri Khas Rahmat Hidayat Sebarkan Edukasi Lewat Karya Audio Visual

TikTok Menjadi Ruang Bertumbuh Bersama
Sumber: Pexels

Konten self-growth semakin mudah ditemukan dalam beranda TikTok.

Mulai dari rutinitas pagi yang produktif, cara mengatur keuangan, berbagi pengalaman bekerja, hingga tips menjaga kesehatan mental menjadi konsumsi harian jutaan pengguna.

Bagi sebagian perempuan, konten seperti ini menghadirkan rasa bahwa mereka tidak sedang berjuang sendirian.

Pengalaman yang dibagikan secara terbuka mampu menciptakan kedekatan emosional antarpengguna meskipun tidak pernah saling mengenal secara langsung.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana media sosial mulai berfungsi sebagai safe space atau ruang aman digital.

Perempuan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga saling memberi dukungan, motivasi, dan apresiasi melalui komentar maupun diskusi yang berlangsung secara positif.

Dalam perspektif komunikasi, interaksi tersebut membangun komunitas berbasis pengalaman yang mampu memperkuat rasa percaya diri sekaligus mendorong keberanian untuk berkembang.

Lihat juga: Asah Kompetensi Produksi Media, Ikom Umsida Gelar Workshop dan Nobar Karya Company Profile

Feminisme Hadir dalam Aktivitas Sehari
Sumber: Pexels

Menariknya, banyak konten yang tidak secara langsung membahas isu feminisme, tetapi justru memperlihatkan praktik-praktik kecil yang mencerminkan nilai kesetaraan.

Fenomena ini sering disebut sebagai micro feminism atau feminisme dalam tindakan sehari-hari.

Misalnya, perempuan yang membagikan pengalaman membangun karier, berani mengambil keputusan sendiri, menjaga kesehatan mental, hingga mendorong perempuan lain agar tidak takut memiliki mimpi besar.

Pesan-pesan tersebut disampaikan melalui cara yang ringan, personal, dan mudah dipahami sehingga lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pendekatan seperti ini membuat isu pemberdayaan perempuan terasa lebih inklusif.

Alih-alih menggunakan narasi yang konfrontatif, para kreator lebih banyak mengajak audiens untuk berkembang bersama melalui kebiasaan positif dan saling mendukung.

Tidak mengherankan apabila banyak perempuan muda merasa lebih percaya diri setelah menemukan komunitas digital yang memiliki pengalaman dan tujuan serupa.

Bijak Menyikapi Tren Self-Growth

Meski membawa banyak manfaat, tren self-growth di media sosial juga perlu disikapi secara bijak.

Tidak semua konten yang beredar sesuai dengan kondisi setiap individu.

Rutinitas yang terlihat ideal di media sosial belum tentu dapat diterapkan oleh semua orang karena setiap individu memiliki latar belakang, kemampuan, dan tantangan yang berbeda.

Di sisi lain, algoritma media sosial juga berpotensi membentuk standar baru mengenai kehidupan yang dianggap sukses atau produktif.

Apabila tidak disikapi dengan kritis, konten yang awalnya bertujuan memberikan motivasi justru dapat memunculkan tekanan sosial untuk selalu tampil sempurna.

Oleh karena itu, penting bagi pengguna media sosial untuk menjadikan konten self-growth sebagai sumber inspirasi, bukan sebagai tolok ukur keberhasilan hidup.

Pada akhirnya, identitas perempuan tidak dibentuk oleh jumlah tayangan atau tren yang sedang populer, melainkan oleh kemampuan mengenali potensi diri, mengambil keputusan secara mandiri, dan terus bertumbuh sesuai nilai yang diyakini.

Di sinilah media sosial dapat menjadi sarana pemberdayaan yang positif, selama digunakan dengan kesadaran, literasi digital, dan kemampuan berpikir kritis.

Penulis: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

From Vision to Impact: Workshop dan Nobar Hasil UAS Mahasiswa Ikom Umsida Tampilkan Karya Company Profile Terbaik
17/07/2026By
Rekrutmen Aslab Ilmu Komunikasi Umsida Jaring Mahasiswa Berpotensi
16/07/2026By
Kolaborasi Lintas Universitas Antar Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Short Semi Documentary di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Best Innovation AI Generated Poster di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Menunggu Anak Siap Bermedia Sosial: Upaya Melindungi Generasi Digital di Era Algoritma
07/07/2026By
Penutupan IVSC 2026 Tandai Berakhirnya Empat Hari Pembelajaran dan Kolaborasi
04/07/2026By
Kreativitas Konten Digital Antar Mahasiswa Ikom Umsida Juara 1 Reels Competition IVSC 2026
04/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Ukir Prestasi di IVSC 2026, Borong Dua Juara di Podcast Competition
04/07/2026By

Prestasi

Monolog Storytelling Jadi Ciri Khas Rahmat Hidayat Sebarkan Edukasi Lewat Karya Audio Visual
20/07/2026By
Berawal dari Gagal, Rahmat Hidayat Kini Kantongi 20 Prestasi Videografi Tingkat Nasional
19/07/2026By
Kolaborasi Lintas Universitas Antar Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Short Semi Documentary di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Best Innovation AI Generated Poster di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 1 AI Generated Video Competition di SILAT APIK PTMA 2026
07/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Public Relations Campaign Best Tactics di SILAT APIK 2026
07/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Torehkan Prestasi di SILAT APIK 2026 Lewat Karya Fotografi Bertema Multikultur
07/07/2026By
Teliti Pola Komunikasi di IPM, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Umsida Sabet Best Paper ICEMSS 2026
25/05/2026By

Nur Maghfirah A., M.Med.Kom

Nama:

Tanggal Lahir

Scholar:

OJS:

Scopus:

 

This will close in 20 seconds