Ikom.umsida.ac.id – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida) menggelar rekrutmen Asisten Laboratorium (Aslab) pada Selasa (15/7/2026).
Sebanyak 30 mahasiswa mengikuti proses seleksi yang berlangsung dalam dua tahapan, yaitu tes tulis dan tes wawancara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Program Studi dalam melakukan regenerasi sekaligus mencari mahasiswa yang siap mendukung kegiatan praktikum di Laboratorium Ilmu Komunikasi.
Seleksi diawali dengan tes tulis untuk mengukur pemahaman dasar peserta terkait bidang ilmu komunikasi serta kemampuan yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai asisten laboratorium.
Setelah itu, peserta yang mengikuti seleksi melanjutkan ke tahap wawancara untuk mengetahui motivasi, kesiapan, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.
Rekrutmen Aslab Jadi Wadah Menemukan Potensi Mahasiswa

Sekretaris Program Studi Ikom Umsida, Istiqomah M Med Kom, menjelaskan bahwa rekrutmen Asisten Laboratorium tidak hanya bertujuan untuk melakukan regenerasi.
Rekrutment ini juga menjadi wadah dalam menemukan potensi mahasiswa yang selama ini belum terlihat.
“Selain untuk regenerasi, rekrutmen ini juga bertujuan mencari potensi teman-teman yang mungkin selama ini belum terlihat. Ketika mereka mengikuti proses seleksi, kami dapat mengetahui kemampuan dan potensi yang dimiliki. Di sisi lain, keberadaan laboratorium sebagai tempat praktikum juga membutuhkan asisten yang dapat mendampingi jalannya kegiatan pembelajaran,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Asisten Laboratorium memiliki peran penting dalam mendukung proses praktikum mahasiswa.
Oleh karena itu, Program Studi berupaya menghadirkan asisten yang tidak hanya mampu membantu dosen, tetapi juga dapat memberikan pendampingan kepada mahasiswa selama kegiatan praktikum berlangsung.
Baca juga: Digital Cinema Jadi Jembatan Budaya, Ikom Umsida Kupas Peluang Sinema Global
Mengutamakan Kemauan Belajar dan Kerja Sama Tim
Dalam proses seleksi, Program Studi Ilmu Komunikasi membuka kesempatan bagi seluruh mahasiswa tanpa membatasi kemampuan awal yang dimiliki.
Istiqomah menuturkan bahwa keterampilan teknis bukan menjadi satu-satunya pertimbangan dalam menentukan calon Asisten Laboratorium.
“Kami membuka kesempatan untuk semua mahasiswa Ilmu Komunikasi. Meskipun memiliki kemampuan yang masih terbatas, selama mereka memiliki kemauan untuk belajar, itu sudah menjadi nilai penting. Menjadi Aslab juga merupakan proses belajar. Akan lebih baik jika sudah memiliki soft skills, tetapi jika belum, itu bukan menjadi masalah selama memiliki semangat belajar dan mampu bekerja sama dalam tim,” jelasnya.
Melalui rekrutmen ini, Program Studi berharap mahasiswa yang nantinya terpilih dapat menjalankan tanggung jawab dengan baik, mematuhi aturan yang berlaku, serta terus mengembangkan kemampuan diri.
“Harapannya, teman-teman yang diterima dapat bekerja sama dengan baik dalam tim, menaati peraturan, serta terus belajar dan berkembang. Jangan berhenti hanya sebagai Asisten Laboratorium, tetapi jadikan pengalaman ini sebagai langkah untuk mengembangkan potensi dan meraih kesempatan yang lebih luas di masa depan,” pungkasnya.
Penulis: Putri Mega Safithrih
















