Saat TikTok Jadi Ruang Bicara: Microfeminism dan Suara Perempuan Gen Z

Ikom.umsida.ac.id – TikTok telah meningkatkan diskusi tentang fenomena microfeminism, yang memberi Perempuan terutama Gen Z ruang baru untuk melawan seksisme setiap hari.

Microfeminism berasal dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, bukan lagi dari tindakan besar seperti demonstrasi.

Mulai dari membuat konten ringan tentang kesetaraan gender hingga berani menanggapi komentar seksis.

Tren ini berkembang dengan sangat cepat di Indonesia seiring meningkatnya kesadaran perempuan terhadap budaya patriarki yang sering dianggap “biasa” oleh Masyarakat.

Karena formatnya yang cepat dan visual, TikTok adalah medium yang ideal dengan penyebaran hal tersebut.

Sangat menarik bahwa konten singkat dapat menyampaikan pesan yang kuat, terutama jika dikemas dengan cara yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Mahasiswa Ikom Umsida Survei Proyek di Desa Wonosunyo Pasuruan dalam Implementasi Mata Kuliah Kewirausahaan

Komunikasi Persuasif dalam Konten Sederhana
Sumber: Pinterest

Penyampaian microfeminism adalah alasan utama mengapa itu menjadi viral dan mudah tersebar dimedia saat ini.

Para pencipta tidak menggunakan bahasa yang rumit atau teoritis; sebaliknya, mereka menggunakan pendekatan yang lebih santai, unik, dan kadang-kadang mereka memainkan emosi audiens.

Untuk menyampaikan pesan kesetaraan, mereka sering menggunakan cerita, peristiwa sehari-hari, atau bahkan tren audio yang sedang viral.

Audiens merasa lebih “dekat” dan lebih mudah memahami dengan cara ini.

Tidak diragukan lagi, materi tersebut memberikan perspektif baru bahwa melawan seksisme tidak selalu memerlukan tindakan drastis.

Menolak candaan yang merendahkan perempuan hanyalah cara untuk menunjukkan ketidaksetujuan.

Baca juga: Dosen Umsida Dorong SDM, Digitalisasi, dan Tata Kelola untuk Kembangkan Bisnis Kopi Luwak

Framing Feminis dan Perubahan Narasi Gen Z
Sumber: Pinterest

Menariknya lagi, microfeminism juga menunjukkan bagaimana framing feminis bekerja di media sosial.

Gen Z mulai aktif “membongkar” hal-hal yang dulu dianggap normal.

Misalnya, stereotip perempuan harus di dapur atau standar kecantikan yang sempit sekarang mulai banyak dipertanyakan dan didiskusikan secara terbuka.

TikTok akhirnya jadi semacam ruang emansipasi digital bagi perempuan Indonesia.

Siapa pun bisa bersuara, berbagi sudut pandang, dan membangun solidaritas.

Lewat microfeminism, perubahan nggak lagi harus menunggu gerakan besar, tapi bisa dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

 

Penulis: Putri Mega Safithrih

Berita Terkini

Perempuan Kuasai Media Sosial, Dari Koneksi Hingga Suara yang Makin Kuat
04/06/2026By
Teliti Pola Komunikasi di IPM, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Umsida Sabet Best Paper ICEMSS 2026
25/05/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Best Paper Lewat Kajian Pengaruh Live Streaming TikTok
21/05/2026By
Cerita AU Romantis Jadi Inspirasi Riset Berprestasi Mahasiswa Umsida
21/05/2026By
Gelar Seminar Reformasi Polri Mahasiswa Diajak Memahami Penegakan Hukum di Era Digital
21/05/2026By
Serantau Svara Jogja Angkat Kisah Perantau dalam Produksi Short Movie di Spot Film Bumi Manusia
21/05/2026By
Angkat Dakwah Rasional: Mahasiswa Ikom Umsida Raih Best Paper ICEMSS 2026
21/05/2026By
Dari Keresahan Pribadi Menjadi Best Paper ICEMSS 2026
20/05/2026By

Prestasi

Teliti Pola Komunikasi di IPM, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Umsida Sabet Best Paper ICEMSS 2026
25/05/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Best Paper Lewat Kajian Pengaruh Live Streaming TikTok
21/05/2026By
Cerita AU Romantis Jadi Inspirasi Riset Berprestasi Mahasiswa Umsida
21/05/2026By
Mardi Lukas, Driver Delta EV: Mengemudi Menuju Prestasi di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
06/02/2026By
Fikri Sabet Perunggu UPSCC III 2025, Maba Ikom Umsida Siap Naik Level
02/01/2026By
Taklukkan Ketegangan Arena, Cinthya Ukir Prestasi di KBPP Polri Jatim Cup 3
22/12/2025By
Mahasiswi Ilmu Komunikasi Umsida Harumkan Indonesia di Kejuaraan Dunia Arung Jeram
20/12/2025By
Mengubah Takdir dengan Pendidikan: Perjalanan Inspiratif Azzam di Wisuda Ke-46 Umsida
20/11/2025By

Nur Maghfirah A., M.Med.Kom

Nama:

Tanggal Lahir

Scholar:

OJS:

Scopus:

 

This will close in 20 seconds