Kuliah Tamu di UTAR Malaysia, Dosen Ikom Umsida Soroti Pengaruh Media dalam Pilpres 2024

Ikomumsida.ac.id – Salah satu dosen Ilmu Komunikasi dan pakar dalam bidang media, Dr. Totok Wahyu Abadi, berikan kuliah tamu di Universitas Tunku Abdul Rahman (UTAR) tentang peran media sosial dan mainstream dalam Pilpres 2024 di Indonesia.

Dalam kuliah tamu tersebut, Dr. Totok secara tajam menganalisis perbedaan pengaruh antara media sosial dan mainstream dalam konteks politik, khususnya dalam pemilihan presiden dan wakil presiden.

Dia menjelaskan bahwa media sosial memiliki jangkauan yang lebih luas dan kecepatan yang lebih cepat dalam menyebarkan informasi daripada media mainstream.

Selain itu, media sosial juga memungkinkan interaksi dua arah antara pengguna, calon pemilih, dan calon pemimpin, yang tidak dapat ditemukan dalam media mainstream. Dr. Totok juga menyoroti perbedaan dalam kontrol konten dan kepercayaan masyarakat terhadap kedua jenis media ini.

Pertama, jangkauan dan kecepatan menjadi salah satu perbedaan utama antara media sosial dan mainstream.

Media sosial memiliki jangkauan yang lebih luas dan kecepatan yang lebih cepat dalam menyebarkan informasi.

Hal ini membuat informasi yang disebarkan melalui media sosial dapat menyebar dengan cepat dan mencapai audiens yang lebih besar dalam waktu singkat, berbeda dengan media mainstream yang cenderung memiliki jangkauan yang lebih terbatas.

Kedua, interaktivitas menjadi keunggulan media sosial dibandingkan media mainstream.

Media sosial memungkinkan interaksi dua arah antara pengguna, calon pemilih, dan calon pemimpin.

Hal ini memungkinkan adanya diskusi, komentar, dan respons langsung yang dapat memengaruhi persepsi dan pilihan politik seseorang, yang tidak bisa ditemukan dalam media mainstream yang cenderung bersifat satu arah.

Ketiga, kontrol dan kepercayaan merupakan perbedaan yang signifikan antara media sosial dan mainstream. Media mainstream cenderung memiliki kontrol yang lebih ketat dalam konten yang disiarkan, sementara media sosial memberikan kebebasan lebih besar kepada pengguna untuk menyebarkan informasi tanpa filter.

Hal ini dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang diterima, dimana media mainstream lebih dipercaya karena proses verifikasi yang ketat.

Keempat, diversitas dan filter bubble menjadi tantangan dari media sosial.

Media sosial dapat menciptakan filter bubble di mana pengguna cenderung terpapar pada informasi yang sejalan dengan pandangan mereka sendiri, sementara media mainstream cenderung memberikan beragam sudut pandang dan informasi.

Hal ini dapat memengaruhi pemahaman masyarakat tentang isu-isu politik yang sedang berkembang.

Terakhir, kredibilitas dan verifikasi menjadi faktor penting dalam membedakan media sosial dan mainstream. Media mainstream umumnya memiliki standar jurnalisme yang ketat dan proses verifikasi informasi sebelum disiarkan, sementara media sosial rentan terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks tanpa verifikasi yang memadai. Hal ini membuat media mainstream lebih dipercaya dalam menyajikan informasi yang akurat dan terverifikasi.

Dalam konteks Pilpres 2024, pengaruh media sosial sangat signifikan dalam membentuk opini dan persepsi masyarakat terhadap calon presiden dan wakil presiden.

Media sosial memungkinkan para pengguna untuk berbagi pendapat, komentar, dan informasi terkait calon presiden dan wakil presiden.

Opini yang disampaikan oleh pengguna media sosial dapat memengaruhi pandangan dan persepsi masyarakat secara keseluruhan, yang dapat berdampak pada hasil pemilihan.

Selain itu, konten yang diposting di media sosial juga memiliki potensi untuk menjadi viral dengan cepat. Informasi, gambar, atau video yang mendukung atau merugikan calon presiden dan wakil presiden dapat menyebar luas dan memengaruhi citra dan popularitas mereka di mata masyarakat, yang dapat berpengaruh pada elektabilitas mereka dalam pemilihan.

Dalam hal ini, pemahaman terhadap peta kekuatan media sosial yang dimiliki oleh calon presiden dan wakil presiden menjadi sangat penting.

Dengan memahami kekuatan media sosial yang dimiliki, tim kampanye dapat merancang strategi komunikasi yang tepat sesuai dengan karakteristik dan preferensi pengguna media sosial, yang dapat memengaruhi opini dan perilaku pemilih selama masa kampanye pemilu.

Dengan demikian, pengaruh media sosial dan mainstream dalam Pilpres 2024 di Indonesia memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal jangkauan, interaktivitas, kontrol, diversitas, dan kredibilitas. Pemahaman yang baik tentang perbedaan ini dapat membantu pemilih dan calon pemimpin untuk lebih bijak dalam menyaring informasi yang diterima dari kedua jenis media ini dan membuat keputusan politik yang lebih tepat.

Informasi selengkapnya kunjungi https://www.instagram.com/ikomumsida.official?igsh=OXV0dDl2eWt3MWlk

Penulis :  Indah N. Ainiyah

Berita Terkini

Seminar CSFC 2026 Bekali Pelajar Ciptakan Film Pendek Bertema Literasi Media dan Anti-Hoaks
29/07/2026By
Communication Short Film Competition 2026 Dorong Generasi Muda Lawan Hoaks Lewat Karya Film
29/07/2026By
Personal Branding di Media Sosial: Investasi Karier yang Dimulai Sejak Bangku Kuliah
26/07/2026By
From Vision to Impact: Workshop dan Nobar Hasil UAS Mahasiswa Ikom Umsida Tampilkan Karya Company Profile Terbaik
17/07/2026By
Rekrutmen Aslab Ilmu Komunikasi Umsida Jaring Mahasiswa Berpotensi
16/07/2026By
Kolaborasi Lintas Universitas Antar Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Short Semi Documentary di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Best Innovation AI Generated Poster di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Menunggu Anak Siap Bermedia Sosial: Upaya Melindungi Generasi Digital di Era Algoritma
07/07/2026By

Prestasi

Monolog Storytelling Jadi Ciri Khas Rahmat Hidayat Sebarkan Edukasi Lewat Karya Audio Visual
20/07/2026By
Berawal dari Gagal, Rahmat Hidayat Kini Kantongi 20 Prestasi Videografi Tingkat Nasional
19/07/2026By
Kolaborasi Lintas Universitas Antar Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Short Semi Documentary di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Best Innovation AI Generated Poster di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 1 AI Generated Video Competition di SILAT APIK PTMA 2026
07/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Public Relations Campaign Best Tactics di SILAT APIK 2026
07/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Torehkan Prestasi di SILAT APIK 2026 Lewat Karya Fotografi Bertema Multikultur
07/07/2026By
Teliti Pola Komunikasi di IPM, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Umsida Sabet Best Paper ICEMSS 2026
25/05/2026By

Nur Maghfirah A., M.Med.Kom

Nama:

Tanggal Lahir

Scholar:

OJS:

Scopus:

 

This will close in 20 seconds