Mahasiswa Ikom Umsida Dalami Praktik Komunikasi Sosial di Save Street Child Sidoarjo

Ikom.umsida.ac.id – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida) yang menjalani kegiatan magang di Save Street Child Sidoarjo. 

Mahasiswa secara langsung mengenal praktik komunikasi sosial melalui keterlibatan dalam aktivitas komunitas yang mendampingi anak-anak jalanan dan marjinal. 

Pengalaman tersebut diperoleh melalui kegiatan Kelas Merdeka di Alun-Alun Sidoarjo pada (10/10/2026), yang menghadirkan edukasi anti-bullying serta aktivitas menggambar dan mewarnai bersama anak-anak dengan materi yang disampaikan oleh mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Baca juga: Mahasiswa Magang Dibekali Profil Introwisata dan Matangkan Ide Akun Media Sosial

Mengenal Lebih Dekat Tentang Save Street Child Sidoarjo

Save Street Child merupakan gerakan komunitas independen yang mengaktualisasikan kepedulian terhadap anak-anak jalanan dan marjinal. 

Komunitas ini pertama kali dibentuk di Jakarta pada 23 Mei 2011 dan kemudian berkembang ke berbagai kota di Indonesia, termasuk Sidoarjo.

Save Street Child Sidoarjo berdiri pada 24 Mei 2015 dengan melibatkan pemuda-pemudi yang memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial anak-anak. 

Komunitas ini menjalankan sejumlah program, di antaranya Belajar Merdeka, beasiswa, Piknik Asyik, dan pemberdayaan orang tua anak binaan.

Melalui program-program tersebut, Save Street Child Sidoarjo berupaya mendukung pemenuhan hak anak, memperluas akses pendidikan, serta memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan sosial. 

Aktivitas komunitas ini juga menjadi lingkungan pembelajaran bagi mahasiswa magang untuk mengenal komunikasi yang diterapkan dalam kegiatan sosial secara langsung.

Belajar dari Kelas Merdeka
Sumber: Istimewa

 

Salah satu kegiatan yang berlangsung di Alun-Alun Sidoarjo adalah Kelas Merdeka. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswi UNESA menyampaikan edukasi anti-bullying kepada anak-anak, kemudian mengajak mereka mengikuti aktivitas menggambar dan mewarnai. 

Kegiatan ini bertujuan membantu anak-anak memahami perundungan sekaligus memberikan ruang untuk mengekspresikan kreativitas.

Ash Shafillah Yunannegara, yang akrab disapa Sipil, menilai antusiasme anak-anak menjadi hal yang paling berkesan selama kegiatan berlangsung.

“Ketika kami melakukan kegiatan mewarnai atau menggambar, teman-teman juga terlihat interaktif. Saat diberikan pertanyaan, mereka saling bersahutan untuk menjawab,” ujar Sipil.

Ia menjelaskan bahwa aktivitas tersebut dapat membantu mengasah kreativitas dan melatih keberanian anak-anak untuk bertanya. 

Selain itu, edukasi anti-bullying diharapkan membuat anak-anak lebih memahami tindakan perundungan serta dampaknya terhadap orang lain.

Sipil berharap anak-anak semakin peka terhadap perilaku bullying dan mampu menghindari tindakan perundungan, baik sebagai pelaku maupun korban.

Baca juga: Dorong Kebijakan Desa Suko Lebih Adil dan Responsif, Prodi AP Umsida Berikan Pendampingan

Pendidikan untuk Masa Depan
Sumber: Istimewa

Ketua komunitas Save Street Child Sidoarjo, Dwi Prasetyo atau yang akrab dipanggil Pras, menyampaikan bahwa pendampingan anak juga menjadi kesempatan untuk mengenali kemampuan akademik dan kebiasaan belajar mereka. 

Pengamatan tersebut membantu komunitas memahami perkembangan anak-anak selama mengikuti kegiatan pembelajaran.

“Dampak baiknya adalah kita bisa mengetahui kemampuan mereka, seperti bagaimana kemampuan akademiknya dan bagaimana kerajinan mereka dalam belajar,” kata Pras.

Pras berharap anak-anak binaan dapat memperoleh pendidikan secara gratis dan memiliki kesempatan untuk mewujudkan cita-cita mereka.

Melalui pengalaman magang di Save Street Child Sidoarjo, mahasiswa Ikom Umsida dapat mengenal bagaimana komunitas sosial menjalankan program yang berkaitan dengan pendidikan dan pendampingan anak. 

Pengalaman tersebut juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami peran komunikasi dalam membangun interaksi, menyampaikan pesan edukatif, dan mendukung kegiatan sosial di lingkungan masyarakat.

Penulis: Shintia Ayu Firnanda 

Penyunting: Airin Zhafirah Rahmah

Berita Terkini

Magang di S2 Ikom Jadi Pengalaman Baru Mengelola Media Digital
13/10/2026By
Aktifkan Kembali Media Sosial FBHIS, Mahasiswa Ikom Umsida Susun Strategi Konten
13/10/2026By
Harga Ayam Tembus Rp45 Ribu, Pedagang Pasar Larangan Keluhkan Sepinya Pembeli
12/10/2026By
Direktorat Umsida Gelar Fotografi Talent untuk Brosur, Mahasiswa Magang Ambil Peran Penting di Balik Layar
09/10/2026By
Mahasiswa Magang Dibekali Profil Introwisata dan Matangkan Ide Akun Media Sosial
08/10/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Kembangkan 30 Ide Konten tentang Anak Istimewa di Lentera Media Group
07/10/2026By
Mahasiswa Ikom Ajak Kenal Lini Bisnis PT Pandungo
07/10/2026By
Maba Ikom Umsida Sabet 7 Medali di JATIM OPEN 2026, 4 Emas Berhasil Dibawa Pulang
06/10/2026By

Prestasi

Maba Ikom Umsida Sabet 7 Medali di JATIM OPEN 2026, 4 Emas Berhasil Dibawa Pulang
06/10/2026By
Monolog Storytelling Jadi Ciri Khas Rahmat Hidayat Sebarkan Edukasi Lewat Karya Audio Visual
20/07/2026By
Berawal dari Gagal, Rahmat Hidayat Kini Kantongi 20 Prestasi Videografi Tingkat Nasional
19/07/2026By
Kolaborasi Lintas Universitas Antar Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Short Semi Documentary di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Best Innovation AI Generated Poster di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 1 AI Generated Video Competition di SILAT APIK PTMA 2026
07/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Public Relations Campaign Best Tactics di SILAT APIK 2026
07/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Torehkan Prestasi di SILAT APIK 2026 Lewat Karya Fotografi Bertema Multikultur
07/07/2026By

Nur Maghfirah A., M.Med.Kom

Nama:

Tanggal Lahir

Scholar:

OJS:

Scopus:

 

This will close in 20 seconds