Ikom.umsida.ac.id – Mahasiswa magang Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida) dibekali profil perusahaan dan mendapat masukan atas rancangan akun media sosial baru di kantor Introwisata pada Kamis (8/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan agar peserta memahami identitas perusahaan sekaligus mematangkan ide akun yang menyasar pasar open trip dan Gen Z. Materi disampaikan melalui pemaparan dan diskusi bersama Dony, Pendiri Introwisata.
Baca juga: Mahasiswa Ikom Umsida Kembangkan 30 Ide Konten tentang Anak Istimewa di Lentera Media Group
Mengenal Profil dan Nilai Perusahaan

Kegiatan diawali dengan pemaparan profil Introwisata, mulai dari corporate values, tagline, positioning, hingga struktur tim dan divisi. Introwisata memposisikan diri sebagai penyedia layanan perjalanan, termasuk open trip, yang menyasar generasi muda dan Gen Z.
Perusahaan ini tidak memiliki satu tagline baku, tetapi kerap menyelipkan kalimat “Kita Bikin Cerita” di tagar dan konten visualnya.
Nilai-nilai yang dipegang Introwisata, yakni ramah, kreatif, tulus, dan maksimal, juga dirasakan langsung oleh peserta saat dipandu dalam kegiatan kampus.
Peserta juga mengikuti sesi Build the Team yang membahas peran divisi Tour Planner & Guide serta Social Media.
Pembagian peran ini penting karena akun media sosial membutuhkan produk wisata yang kuat untuk diangkat menjadi konten.
Dua Konsep Akun dari Peserta
Sebelumnya, peserta mendapat tantangan merancang akun media sosial untuk Introwisata dengan sasaran open trip dan Gen Z.
Peserta mengajukan dua konsep dalam satu proposal, yaitu Tetra Nusantara dan Destara.
Tetra Nusantara menyasar wisatawan free independent traveler (FIT), yaitu orang yang ingin bepergian dengan memilih sendiri kebutuhannya, seperti hotel, transportasi, atau aktivitas. Konten yang dibayangkan berupa teaser tentang hotel, transportasi, dan paket perjalanan.
Destara menawarkan wisata tematik dalam tiga lini: Destara Connection, Destara Escape, dan Destara Roam. Connection mempertemukan orang yang memiliki minat sama dalam satu perjalanan.
Escape menawarkan pelarian singkat yang digemari anak muda. Roam menghadirkan pengalaman menginap di vila untuk healing.
Menurut Dony, kedua konsep tersusun jelas dan dapat diterapkan. “Ini menunjukkan konsep berpikir teman-teman sudah dapat, dan konsepnya bisa diaplikasikan,” ujarnya.
Baca juga: Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
Destara Dikembangkan, Tetra untuk Boosting

Dalam diskusi, Dony menjelaskan bahwa kedua konsep punya peran berbeda. Tetra Nusantara dinilai cocok dijalankan untuk mendorong pertumbuhan akun utama Introwisata.
Sementara itu, Destara dinilai sebagai konsep khas peserta yang sebaiknya terus digali.
Dony menilai wisata tematik akan menjadi tren pada 2026-2027. “Orang berwisata sekarang tidak hanya ingin ke suatu kota, tetapi mencari tema, seperti naik gunung, rafting, atau island hopping,” jelasnya.
Karena itu, ia meminta peserta mengembangkan Destara sebagai proyek utama. “Mumpung sudah nyantol, Destara itu digali saja,” tambahnya.
Peserta masih perlu mendalami cara produk menjangkau segmen Gen Z, termasuk menggabungkan tema, komponen perjalanan, dan penentuan harga.
Pada pekan depan, peserta mulai menyiapkan materi media sosial berupa perkenalan akun, bukan promosi open trip.
Penulis: Aisyah Cahyaning
Penyunting: Airin Zhafirah Rahmah

















