Ikom.umsida.ac.id – Menulis berita ternyata tidak selalu dimulai dari depan laptop.
Mahasiswa semester 1 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida) justru harus lebih dulu turun ke lapangan untuk mencari data sebelum menyusun berita.
Hal tersebut dilakukan mahasiswa kelas A1 melalui praktik mata kuliah Teknik Penulisan Kreatif di Pasar Larangan, Sidoarjo, Senin (28/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diarahkan untuk melakukan praktik jurnalistik secara langsung dengan mengumpulkan data melalui dokumentasi foto dan wawancara dengan pedagang di sekitar pasar.
Berbeda dari pembelajaran pada semester sebelumnya yang langsung mengarahkan mahasiswa untuk menulis berita setelah memperoleh data.
Dalam praktik tahun ini memberikan pengalaman lapangan sebagai tahap awal sebelum proses penulisan.
Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai bagaimana berita ditulis, tetapi juga bagaimana data dan informasi diperoleh secara langsung.
Baca juga: 818 Mahasiswa Baru FBHIS Umsida Resmi Bergabung, Fortama Jadi Awal Perjalanan Baru
Belajar Menghadapi Narasumber di Lapangan

Bagi mahasiswa, proses pengumpulan data di lapangan memberikan pengalaman tersendiri.
Salah satunya dirasakan Alif, mahasiswa semester 1 kelas A1.
Ia mengaku awalnya merasa antusias ketika mendapat tugas untuk terjun langsung ke lapangan.
Namun, pengalaman tersebut tidak sepenuhnya berjalan mudah.
Alif sempat beberapa kali mendapat penolakan ketika mencoba mewawancarai pedagang.
Dari enam kali percobaan mencari narasumber, hanya dua orang yang bersedia diwawancarai.
Meski demikian, penolakan tersebut justru menjadi bagian penting dari proses belajar.
Alif memilih untuk terus mencari narasumber lain hingga menemukan pedagang yang bersedia memberikan informasi.
“Awalnya saya excited dan senang, tapi waktu terjun ke lapangan langsung, awal-awal banyak ditolak saat mau wawancara. Tapi saya tidak menyerah dan mencari narasumber lain sampai ada yang mau,” ujar Alif.
Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya membantu mahasiswa memperoleh dokumentasi dan bahan wawancara, tetapi juga melatih kemampuan dalam mengumpulkan data sebelum mulai menulis berita.
Baca juga: Dari Miskom hingga Mimpi Jadi Reporter, Mereka Memilih Ikom Umsida
Bekal Menulis Straight News

Dosen pengampu Teknik Penulisan Kreatif, Istiqomah M Med Kom, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mahasiswa terhadap kemampuan menulis straight news.
Menurutnya, kemampuan tersebut masih sangat dibutuhkan, terutama sebagai bekal mahasiswa ketika menjalani kegiatan magang maupun Kuliah Kerja Nyata (KKN).
“Karena kebutuhan sekarang untuk kepenulisan straight news. Dibanding jenis lain seperti feature atau in-depth, bukan berarti jenis lain tidak penting, tetapi jujur kita saat ini juga sedang krisis penulis untuk straight news,” ujar Istiqomah.
Melalui praktik lapangan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori penulisan berita, tetapi juga terbiasa menghadapi situasi nyata dalam proses jurnalistik.
Mulai dari mencari informasi, menentukan narasumber, melakukan wawancara, hingga mengumpulkan dokumentasi sebagai bahan penulisan.
Dengan pengalaman tersebut, proses menulis berita diharapkan tidak lagi sekadar menjadi tugas di ruang kelas, melainkan menjadi keterampilan yang terbentuk dari pengalaman langsung di lapangan.
Penulis: Putri Mega Safithrih


















