Ikom.umsida.ac.id – Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida), Ainur Rochmaniah MSi, menjadi visiting lecturer di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) pada Kamis, (18/06).
Dalam kegiatan akademik tersebut, ia membawakan materi tentang komunikasi intrapersonal sebagai proses penting dalam memahami diri, mengelola perasaan, serta mengambil keputusan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik Ikom Umsida dalam memperluas jejaring internasional, khususnya melalui penguatan kajian komunikasi.
Melalui materi yang disampaikan, Ainur mengajak mahasiswa untuk melihat bahwa komunikasi tidak hanya terjadi antara satu orang dengan orang lain, tetapi juga berlangsung di dalam diri setiap individu.
Baca juga: Yudisium ke-35 FBHIS Digelar, Prodi Ilmu Komunikasi Luluskan 95 Mahasiswa
Komunikasi Dimulai dari Diri Sendiri
Dalam paparannya, Ainur menjelaskan bahwa komunikasi intrapersonal merupakan komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang.
Bentuk komunikasi ini sering kali tidak terlihat, tetapi sangat berpengaruh terhadap cara individu memahami pengalaman, menilai keadaan, dan menentukan sikap.
Menurutnya, setiap orang pada dasarnya selalu berdialog dengan dirinya sendiri.
Saat seseorang berpikir, merenung, mengingat sesuatu, atau memberi makna terhadap sebuah peristiwa, ia sedang menjalankan proses komunikasi intrapersonal.

“Komunikasi intrapersonal membantu seseorang memahami apa yang ia rasakan, pikirkan, dan yakini, sehingga ia dapat mengambil keputusan dengan lebih baik,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa komunikasi intrapersonal juga berperan dalam membantu individu mengevaluasi perasaan.
Karena itu, kemampuan memahami diri menjadi dasar penting sebelum seseorang membangun komunikasi yang sehat dengan orang lain.
Lihat juga: Orasi Ilmiah Yudisium Ke-35 Bahas Peran Direktur Wanita dalam Kinerja Perusahaan
Sensasi, Persepsi, Memori, dan Berpikir
Ainur juga memaparkan bahwa komunikasi intrapersonal melibatkan beberapa proses utama, yaitu sensasi, persepsi, memori, dan berpikir.

Keempat unsur ini saling berkaitan dalam membentuk cara seseorang memahami dunia di sekitarnya.
Sensasi menjadi tahap awal ketika alat indera menerima rangsangan dari lingkungan.
Rangsangan tersebut dapat berupa suara, cahaya, aroma, sentuhan, maupun rasa.
Setelah itu, individu memasuki tahap persepsi, yaitu proses memberi makna terhadap rangsangan yang diterima.
Ia menjelaskan bahwa dua orang dapat mengalami peristiwa yang sama, tetapi memiliki pemaknaan yang berbeda.
Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh pengalaman, harapan, motivasi, perhatian, dan ingatan masing-masing individu.
Selain itu, memori memiliki peran penting dalam menyimpan pengalaman dan pengetahuan.
Informasi yang pernah diterima dapat digunakan kembali saat seseorang menghadapi situasi tertentu.
Proses ini membantu individu menentukan sikap dan perilaku yang sesuai.
Membentuk Kesadaran dan Pengambilan Keputusan
Pada bagian akhir materi, Ainur menekankan pentingnya proses berpikir dalam komunikasi intrapersonal.
Berpikir membuat manusia tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengolah, menilai, dan menghubungkannya dengan pengalaman yang dimiliki.
Ia memaparkan bahwa berpikir dapat berbentuk autistik maupun realistis.
Berpikir autistik tampak dalam aktivitas melamun atau membayangkan sesuatu, sedangkan berpikir realistis berkaitan dengan penalaran untuk memahami kenyataan.
Bentuk berpikir realistis ini mencakup berpikir deduktif, induktif, hingga evaluatif atau kritis.
Melalui materi tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa komunikasi intrapersonal menjadi dasar penting dalam kehidupan sehari-hari.
Proses ini membantu seseorang membangun kesadaran diri, mengendalikan emosi, memahami pengalaman, dan mengambil keputusan secara lebih matang.
Kegiatan visiting lecturer ini sekaligus menunjukkan peran Ikom Umsida dalam menghadirkan perspektif komunikasi yang relevan dan aplikatif di ruang akademik internasional.
Dengan memahami komunikasi intrapersonal, mahasiswa diharapkan mampu mengenali diri secara lebih baik sebelum berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sosialnya.
Penulis: Indah Nurul Ainiyah


















