Ikom.umsida.ac.id – Memasuki pekan awal Ramadan, banyak orang mulai beradaptasi dengan perubahan pola aktivitas harian. Waktu tidur yang bergeser karena sahur serta rutinitas kerja dan kegiatan yang tetap berjalan sering kali memicu rasa lelah dan kantuk di siang hari. Kondisi ini membuat sebagian orang merasa kurang fokus dan tidak seproduktif biasanya.
Padahal, Ramadan bukan alasan untuk menurunkan semangat beraktivitas. Justru, bulan suci ini menjadi momentum untuk melatih kedisiplinan dan pengendalian diri.
Dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 disebutkan bahwa puasa diwajibkan agar umat Islam menjadi pribadi yang bertakwa.
Nilai tersebut dapat diwujudkan melalui tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari.
Baca juga: ikom.umsida.ac.id/ramadan-mode-on-kalau-cuma-lapar-semua-orang-bisatapi-berubah-belum-tentu
Sahur Berkualitas, Energi Lebih Stabil

Menjaga stamina selama berpuasa dapat dimulai dari sahur yang tepat. Rasulullah saw. menganjurkan umatnya untuk bersahur karena di dalamnya terdapat keberkahan (HR. Bukhari dan Muslim).
Selain bernilai ibadah, sahur juga berperan penting dalam menjaga energi tubuh.
Asupan dengan gizi seimbang seperti karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cukup cairan membantu tubuh bertahan lebih lama.
Menghindari konsumsi gula berlebihan saat sahur juga dapat mencegah rasa lemas yang muncul lebih cepat di siang hari.
Pengaturan waktu istirahat pun tidak kalah penting. Jika waktu tidur malam berkurang, tidur singkat 15–20 menit dapat membantu memulihkan konsentrasi dan menjaga performa aktivitas.
Lihat juga: Checklist Ramadan Mahasiswa: Dari Subuh Sampai Tarawih, Tetap Produktif Tanpa Kehilangan Makna
Kelola Waktu dan Jaga Semangat

Strategi sederhana seperti menyusun daftar prioritas harian dapat membantu aktivitas tetap terarah.
Pekerjaan yang membutuhkan fokus tinggi sebaiknya dilakukan pada pagi hari ketika energi masih optimal.
Selain itu, aktivitas fisik ringan seperti peregangan atau berjalan singkat dapat membantu mengurangi rasa kantuk.
Dengan pengelolaan pola hidup yang tepat, Ramadan dapat dijalani secara lebih produktif.
Puasa pun tidak hanya menjadi ibadah spiritual, tetapi juga kesempatan memperbaiki ritme hidup tanpa harus terjebak dalam drama loyo sepanjang hari.
Penulis: Airin Zhafirah Rahmah


















