Serantau Svara Jogja Angkat Kisah Perantau dalam Produksi Short Movie di Spot Film Bumi Manusia

Ikom.umsida.ac.id – Kegiatan International Study Excursion (ISE) 2026 yang berlangsung pada 12–16 Mei 2026 menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi melalui berbagai aktivitas kreatif dan edukatif.

Salah satu agenda yang dilaksanakan pada (14/05/26) adalah kunjungan ke Gamplong Studio untuk proses produksi vertical short movie dari masing-masing caravan.

Caravan 3 yang mengusung nama Serantau Svara Jogja menghadirkan konsep cerita yang mengangkat kehidupan para mahasiswa perantau dari berbagai latar bahasa dan budaya.

Chely selaku narasumber menjelaskan bahwa konsep tersebut lahir dari keberagaman anggota kelompok yang terdiri dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan mahasiswa dari Universiti Sains Islam Malaysia.

Menurut Chely, tema “Serantau Svara Jogja” memiliki makna tentang sekumpulan suara dari berbagai daerah dan bahasa yang merantau ke Yogyakarta untuk tujuan yang sama, yaitu menambah pengetahuan dan pengalaman.

“‘Serantau’ artinya merantau, ‘svara’ itu suara dari berbagai bahasa, sedangkan ‘Jogja’ menjadi tempat rantau para perantau.

Jadi konsep film kami tentang mahasiswa dari berbagai suara dan budaya yang datang ke Jogja untuk belajar bersama,” jelasnya.

Baca juga: Mahasiswa Ikom Umsida Pelajari Eksistensi Bakpia Pathok 25 di Tengah Tren Kuliner Modern

Proses Syuting dan Tantangan di Lokasi
Sumber: Istimewa

Saat pertama kali tiba di Gamplong Studio, Chely mengaku sempat merasa asing dengan suasana lokasi.

Namun, pengalaman tersebut berubah menjadi menarik setelah rombongan didampingi tour guide yang menjelaskan sejarah dan fungsi berbagai spot di studio alam tersebut.

Ia juga mengetahui bahwa banyak area di Gamplong pernah digunakan sebagai lokasi syuting film nasional, termasuk film Bumi Manusia.

Penjelasan tersebut membuat proses produksi short movie terasa lebih berkesan bagi seluruh tim.

Dalam proses produksi, Caravan 3 membagi peran sesuai kemampuan masing-masing anggota. Daya berperan sebagai mahasiswa perantau dari Malaysia, sementara Emir dan Syifa memerankan mahasiswa perantau dari Indonesia.

Proses directing dibantu oleh Mardi, sedangkan pengambilan gambar ditangani oleh Almas dan Afiq.

Meski proses syuting berjalan cukup lancar, tim tetap menghadapi beberapa tantangan, mulai dari keterbatasan perangkat produksi hingga perbedaan sudut pandang antaranggota tim.

Selain itu, waktu produksi yang terbatas membuat beberapa scene harus mengalami perubahan agar proses pengambilan gambar tetap selesai tepat waktu.

Baca juga: ICEMSS 2026, Ikom Umsida Perkuat Jejaring Akademik Global Bersama Mitra Internasional

Pengalaman Berkesan di Spot Film Bumi Manusia
Sumber: Istimewa

Dari seluruh rangkaian produksi, Chely mengaku scene paling berkesan terjadi saat pengambilan footage di area Bumi Manusia.

Lokasi tersebut berada di lantai atas bangunan yang hanya dapat dinaiki oleh beberapa orang karena kondisi bangunan yang cukup rapuh.

Meski harus berhati-hati, tim tetap mampu menyelesaikan proses pengambilan gambar dengan baik.

Menurut Chely, pengalaman tersebut menjadi salah satu momen paling memorable selama kegiatan berlangsung.

Chely juga menilai Gamplong Studio sangat mendukung untuk dijadikan lokasi produksi short movie, terutama karena detail properti dan suasana klasik yang membantu memperkuat visual film.

Namun, ia berharap beberapa bangunan yang mulai rapuh dapat diperbaiki demi keamanan pengunjung dan proses produksi ke depannya.

Selain belajar tentang produksi film pendek, kunjungan ini juga memberikan wawasan baru bagi peserta mengenai proses pembuatan film nasional.

Chely mengaku merasa antusias karena dapat mengunjungi lokasi yang pernah digunakan oleh sutradara Hanung Bramantyo dan dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan.

 

Penulis: Putri Mega Safithrih

Berita Terkini

From Vision to Impact: Workshop dan Nobar Hasil UAS Mahasiswa Ikom Umsida Tampilkan Karya Company Profile Terbaik
17/07/2026By
Rekrutmen Aslab Ilmu Komunikasi Umsida Jaring Mahasiswa Berpotensi
16/07/2026By
Kolaborasi Lintas Universitas Antar Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Short Semi Documentary di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Best Innovation AI Generated Poster di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Menunggu Anak Siap Bermedia Sosial: Upaya Melindungi Generasi Digital di Era Algoritma
07/07/2026By
Penutupan IVSC 2026 Tandai Berakhirnya Empat Hari Pembelajaran dan Kolaborasi
04/07/2026By
Kreativitas Konten Digital Antar Mahasiswa Ikom Umsida Juara 1 Reels Competition IVSC 2026
04/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Ukir Prestasi di IVSC 2026, Borong Dua Juara di Podcast Competition
04/07/2026By

Prestasi

Monolog Storytelling Jadi Ciri Khas Rahmat Hidayat Sebarkan Edukasi Lewat Karya Audio Visual
20/07/2026By
Berawal dari Gagal, Rahmat Hidayat Kini Kantongi 20 Prestasi Videografi Tingkat Nasional
19/07/2026By
Kolaborasi Lintas Universitas Antar Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Short Semi Documentary di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Best Innovation AI Generated Poster di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 1 AI Generated Video Competition di SILAT APIK PTMA 2026
07/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Public Relations Campaign Best Tactics di SILAT APIK 2026
07/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Torehkan Prestasi di SILAT APIK 2026 Lewat Karya Fotografi Bertema Multikultur
07/07/2026By
Teliti Pola Komunikasi di IPM, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Umsida Sabet Best Paper ICEMSS 2026
25/05/2026By

Nur Maghfirah A., M.Med.Kom

Nama:

Tanggal Lahir

Scholar:

OJS:

Scopus:

 

This will close in 20 seconds