Mahasiswa Ikom Umsida Pelajari Eksistensi Bakpia Pathok 25 di Tengah Tren Kuliner Modern

Ikom.umsida. – Perkembangan dunia kuliner saat ini berjalan sangat pesat. Berbagai makanan modern dengan tampilan menarik, konsep kekinian, hingga inovasi rasa terus bermunculan dan diminati masyarakat, khususnya generasi muda. Meski demikian, kuliner tradisional tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

Hal tersebut dipelajari langsung oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida) saat mengunjungi Bakpia Pathok 25 di Yogyakarta dalam rangkaian International Study Excursion (ISE) 2026.

Jadi Oleh-Oleh Khas yang Melekat dengan Yogyakarta

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa Ikom Umsida melihat secara langsung bagaimana Bakpia Pathok 25 menjadi salah satu oleh-oleh khas Yogyakarta yang dikenal luas oleh wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Bakpia ini memiliki ciri khas berupa tekstur lembut pada bagian isi serta kulit luar yang tipis dan sedikit renyah. Isian kacang hijau yang manis menjadi daya tarik utama yang membuat produk tersebut tetap diminati hingga saat ini.

Baca juga: Workshop on the Grass 2026 Jadi Sarana Mahasiswa Ikom Umsida Kembangkan Wawasan Global Bersama Pemateri Internasional

Mahasiswa Pelajari Sejarah dan Akulturasi Budaya Bakpia

Sumber: Istimewa

Mahasiswa Ikom Umsida juga mendapatkan penjelasan mengenai sejarah bakpia yang tidak terlepas dari pengaruh budaya Tionghoa. Pada awalnya, bakpia berasal dari kue tradisional Tionghoa bernama tou luk pia.

Seiring waktu, resep tersebut mengalami penyesuaian dengan selera masyarakat lokal hingga berkembang menjadi bakpia yang dikenal saat ini.

Proses adaptasi tersebut menunjukkan adanya perpaduan budaya yang kemudian melahirkan salah satu kuliner khas Yogyakarta.

Nama “Pathok” sendiri berasal dari kawasan di Yogyakarta yang menjadi pusat produksi bakpia. Sementara angka “25” digunakan sebagai identitas merek untuk membedakannya dari produsen bakpia lainnya.

Pertahankan Eksistensi di Tengah Persaingan Kuliner Modern

Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa Ikom Umsida memahami bagaimana Bakpia Pathok 25 mampu mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan industri kuliner modern.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen produsen dalam menjaga kualitas rasa serta mempertahankan metode pembuatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Konsistensi inilah yang membuat Bakpia Pathok 25 tetap dipercaya oleh masyarakat dan wisatawan.

Lihat juga: Sekali Turun, Tiga Emas: Prestasi Gemilang Mahasiswa Hukum Umsida

Lakukan Inovasi Tanpa Hilangkan Identitas Tradisional

Selain mempertahankan resep tradisional, Bakpia Pathok 25 juga terus melakukan inovasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Saat ini, bakpia hadir dalam berbagai varian rasa seperti cokelat, keju, dan rasa modern lainnya.

Mahasiswa Ikom Umsida menilai inovasi tersebut menjadi salah satu strategi penting untuk menarik minat konsumen tanpa menghilangkan identitas utama bakpia sebagai makanan tradisional.

Jadi Bagian dari Wisata Kuliner Yogyakarta

Sumber: Istimewa

Popularitas Bakpia Pathok 25 juga didukung oleh sektor pariwisata Yogyakarta yang terus berkembang. Banyak wisatawan menjadikan bakpia sebagai oleh-oleh wajib setelah berkunjung ke kota tersebut.

Melalui kunjungan ini, mahasiswa Ikom Umsida tidak hanya mempelajari proses produksi kuliner tradisional, tetapi juga memahami bagaimana sebuah produk lokal dapat bertahan melalui kualitas, inovasi, dan nilai budaya yang dimiliki.

Kuliner Tradisional Tetap Memiliki Daya Tarik

Kunjungan ke Bakpia Pathok 25 menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa Ikom Umsida dalam memahami perkembangan industri kuliner tradisional di era modern.

Keberhasilan Bakpia Pathok 25 mempertahankan popularitasnya membuktikan bahwa kuliner tradisional masih memiliki daya tarik yang kuat di tengah maraknya makanan modern.

Dengan menjaga kualitas, mempertahankan tradisi, serta melakukan inovasi yang tepat, warisan kuliner lokal dapat terus berkembang dan dikenal oleh generasi selanjutnya.

Penulis: Salwa Rizky Awalya

 

 

Berita Terkini

From Vision to Impact: Workshop dan Nobar Hasil UAS Mahasiswa Ikom Umsida Tampilkan Karya Company Profile Terbaik
17/07/2026By
Rekrutmen Aslab Ilmu Komunikasi Umsida Jaring Mahasiswa Berpotensi
16/07/2026By
Kolaborasi Lintas Universitas Antar Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Short Semi Documentary di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Best Innovation AI Generated Poster di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Menunggu Anak Siap Bermedia Sosial: Upaya Melindungi Generasi Digital di Era Algoritma
07/07/2026By
Penutupan IVSC 2026 Tandai Berakhirnya Empat Hari Pembelajaran dan Kolaborasi
04/07/2026By
Kreativitas Konten Digital Antar Mahasiswa Ikom Umsida Juara 1 Reels Competition IVSC 2026
04/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Ukir Prestasi di IVSC 2026, Borong Dua Juara di Podcast Competition
04/07/2026By

Prestasi

Monolog Storytelling Jadi Ciri Khas Rahmat Hidayat Sebarkan Edukasi Lewat Karya Audio Visual
20/07/2026By
Berawal dari Gagal, Rahmat Hidayat Kini Kantongi 20 Prestasi Videografi Tingkat Nasional
19/07/2026By
Kolaborasi Lintas Universitas Antar Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Short Semi Documentary di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Best Innovation AI Generated Poster di SILAT APIK PTMA 2026
13/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 1 AI Generated Video Competition di SILAT APIK PTMA 2026
07/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 Public Relations Campaign Best Tactics di SILAT APIK 2026
07/07/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Torehkan Prestasi di SILAT APIK 2026 Lewat Karya Fotografi Bertema Multikultur
07/07/2026By
Teliti Pola Komunikasi di IPM, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Umsida Sabet Best Paper ICEMSS 2026
25/05/2026By

Nur Maghfirah A., M.Med.Kom

Nama:

Tanggal Lahir

Scholar:

OJS:

Scopus:

 

This will close in 20 seconds