Ikom.umsida.ac.id. – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida). Muhammad Tsabitus Syabab berhasil mengharumkan nama program studi setelah meraih juara pada cabang lomba fotografi kategori Multiculture dalam ajang SILAT APIK 2026.
Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan di bidang komunikasi serta seni visual.
Bagi Tsabit, keberhasilan tersebut bukan sekadar tentang meraih juara, tetapi juga menjadi bukti bahwa kerja keras, keberanian mencoba, dan rasa percaya terhadap kemampuan diri mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan.
Berawal dari Keinginan Menampilkan Karya Terbaik
Mengikuti kompetisi fotografi bukanlah sekadar mengabadikan sebuah momen melalui kamera.
Dibutuhkan kemampuan untuk menyampaikan cerita, menangkap makna, dan menghadirkan sudut pandang yang menarik melalui sebuah gambar.
Tsabit mengaku merasa sangat senang dan bangga setelah dinyatakan berhasil meraih prestasi dalam ajang SILAT APIK 2026.
Baginya, penghargaan tersebut menjadi hasil dari proses yang telah ia jalani sejak awal mempersiapkan karya hingga akhirnya dipresentasikan dalam perlombaan.
“Senang sekali dan bangga,” ungkapnya
Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi baginya untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang fotografi dan membuktikan bahwa mahasiswa Ikom Umsida mampu bersaing melalui karya-karya kreatif.
Baca juga: Dosen Ikom Umsida Ajak Mahasiswa Dalami Peran Media Digital dalam Membentuk Identitas Budaya
Kerja Keras dan Percaya Diri Jadi Kunci
Di balik keberhasilannya, Tsabit meyakini bahwa tidak ada pencapaian yang diperoleh secara instan. Ia menekankan pentingnya usaha, kerja keras, dan rasa percaya diri terhadap hasil yang telah dikerjakan.
Menurutnya, setiap peserta tentu memiliki kemampuan dan kreativitas masing-masing. Oleh karena itu, yang terpenting adalah tetap berusaha memberikan hasil terbaik tanpa merasa ragu terhadap karya sendiri.
“Berusaha, bekerja keras, dan percaya diri dengan hasil kita,” ujarnya.
Prinsip tersebut menjadi pegangan Tsabit selama mengikuti perlombaan. Dengan terus berusaha dan yakin terhadap proses yang dijalani, ia mampu menghasilkan karya fotografi yang akhirnya memperoleh apresiasi dari dewan juri.
Lihat juga: Prestasi Membanggakan, Mahasiswa Umsida Sabet Medali Perak Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya
Tantangan di Kota yang Baru Dikunjungi
Perjalanan menuju prestasi tentu tidak selalu berjalan mulus. Tsabit mengungkapkan bahwa tantangan paling berkesan yang ia alami adalah ketika harus mencari referensi lokasi untuk kebutuhan pengambilan gambar.
Karena baru pertama kali mengunjungi Jakarta, ia sempat mengalami kesulitan menentukan tempat yang sesuai dengan tema Multiculture.
Kondisi tersebut membuatnya harus mencari berbagai referensi dan menyesuaikan konsep karya dengan lokasi yang tersedia.
Meski menghadapi tantangan tersebut, Tsabit tidak menjadikannya sebagai hambatan. Sebaliknya, pengalaman itu menjadi pelajaran berharga yang melatih kemampuan beradaptasi sekaligus memperluas pengalamannya dalam menghasilkan karya fotografi.
Kebersamaan Menjadi Pelajaran Berharga
Selain membawa pulang prestasi, Tsabit juga memperoleh pengalaman yang tidak kalah penting selama mengikuti SILAT APIK 2026.
Ia menyadari bahwa sebuah keberhasilan tidak hanya dibangun oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh dukungan dan kebersamaan dengan orang-orang di sekitar.
Menurutnya, setiap proses yang dijalani bersama mampu memberikan semangat baru, saling menguatkan, serta menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
“Kebersamaan membawa kemenangan,” tuturnya.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu nilai yang paling ia rasakan selama mengikuti kompetisi, sekaligus mengajarkannya bahwa setiap perjalanan akan terasa lebih bermakna ketika dijalani bersama.
Dorong Mahasiswa Berani Berkompetisi
Melalui prestasi yang diraihnya, Tsabit berharap semakin banyak mahasiswa Ikom Umsida yang berani mengikuti berbagai perlombaan sesuai bidang yang diminati.
Menurutnya, kompetisi bukan hanya menjadi ajang untuk meraih juara, tetapi juga kesempatan untuk belajar, menambah pengalaman, serta mengembangkan kemampuan diri.
Ia juga mengajak mahasiswa agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan maupun kegagalan. Baginya, setiap proses akan memberikan pelajaran yang berharga apabila dijalani dengan sungguh-sungguh.
“Semangat dan jangan berputus asa, jangan sampai menyerah sebelum berjuang,” pesannya.
Prestasi yang diraih Muhammad Tsabitus Syabab dalam ajang SILAT APIK 2026 menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba, kerja keras, dan rasa percaya diri terhadap kemampuan sendiri dapat membuka jalan menuju prestasi.
Melalui karya fotografi bertema Multiculture, mahasiswa Ikom Umsida tersebut berhasil menunjukkan bahwa kreativitas yang dibangun dengan proses dan ketekunan mampu mengharumkan nama kampus di tingkat nasional.
Penulis: Salwa Rizky Awalya


















