Ikom.umsida.ac.id – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida) telah melaksanakan kegiatan produksi audio visual dalam mata kuliah Produksi Audio Visual Multimedia (PAVM).
Kegiatan ini menghadirkan program bertajuk “Nyatu” (Tanya Satu-Satu), sebuah konsep acara interaktif di mana peserta diminta menebak beberapa talent yang telah disiapkan.
Program ini menjadi bentuk penerapan project based learning yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkan langsung proses produksi layaknya di industri televisi.
Dalam prosesnya, mahasiswa terlibat mulai dari tahap pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi.
Mereka membentuk tim layaknya production house dan bekerja sama untuk menghasilkan program yang menarik serta komunikatif.
Konsep sederhana yang diusung dalam Nyatu dikemas secara kreatif agar mampu menghibur sekaligus melibatkan audiens secara aktif.
Baca juga: Tak Sekadar Tugas, Ludruk ‘Besut’ Jadi Pengalaman Belajar Berkesan bagi Mahasiswa
Pengalaman Produksi yang Seru dan Menantang

Produser program Nyatu mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berkesan meskipun penuh tantangan.
Ia merasa mendapatkan banyak ilmu baru, terutama dalam memahami alur produksi program televisi secara menyeluruh.
“Seru banget, nggak nyesel pilih prodi Ilmu Komunikasi. Ilmu yang didapat banyak banget, jadi tahu proses program TV dari awal sampai akhir, meskipun capek sampai hampir nangis,” ujar Eka, selaku produser dari program Nyatu.
Selain itu, mahasiswa juga belajar aspek teknis seperti pengaturan lighting agar tidak menimbulkan bayangan saat pengambilan gambar serta proses monitoring program secara live.
Pengalaman ini membuat mereka semakin memahami bagaimana proses di balik layar sebuah produksi televisi berlangsung.
Baca juga: Asah Skill Digital, Aslab Manajemen Umsida Ikuti Creative Visual Training 2026
Peran Cameraman dan Pentingnya Kerja Tim

Dalam produksi program Nyatu, salah satu mahasiswa berperan sebagai cameraman yang bertanggung jawab terhadap komposisi gambar dan penempatan kamera.
Peran ini menuntut ketelitian agar visual yang dihasilkan sesuai dengan arahan produser dan mampu mendukung suasana acara.
“Sebagai cameraman, tugas saya memastikan komposisi shot sesuai keinginan produser dan penempatan kamera mendukung suasana program,” jelas Ahmad, sebagai Cameraman Program Nyatu.
Ia juga mengaku mendapatkan pengalaman pertama menggunakan kamera panggul dengan bimbingan asisten dosen, yang memberikan arahan teknis serta saran penempatan kamera yang tepat.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya kerja sama tim. Mahasiswa dituntut untuk saling berkoordinasi dan bekerja secara kompak agar produksi dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan bersama.
Penulis: Airin Zhafirah Rahmah


















