Ikom.umsida.ac.id – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida) melanjutkan kegiatan magang di Save Street Child Sidoarjo dengan mengenal aktivitas edukasi yang berfokus pada pengembangan diri anak.
Kegiatan tersebut menghadirkan materi tentang kepercayaan diri, kebersihan diri, dan pengenalan berbagai profesi melalui penyampaian materi serta interaksi langsung dengan anak-anak.
Baca juga: Terjun ke Dunia Penyiaran, Intip Pengalaman Pertama Mahasiswa Ikom Umsida Magang di JTV
Membangun Kepercayaan Diri Anak
Edukasi pengembangan diri menjadi salah satu materi yang diperkenalkan kepada anak-anak di Save Street Child Sidoarjo.
Materi ini bertujuan membantu anak memahami pentingnya kepercayaan diri dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Melandika, mahasiswa semester 7 Program Studi Psikologi Umsida, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun self-esteem atau penghargaan terhadap diri sendiri.
Materi disampaikan dengan mengaitkan kepercayaan diri dengan kebiasaan menjaga kebersihan dan merawat diri.
“Yang pertama tujuan kita itu untuk membangun self-esteem. Jadi self-esteem itu mengenai kepercayaan diri,” ujar Melandika.
Anak-anak juga dikenalkan pada pentingnya menjaga kebersihan tubuh dan gigi, termasuk cara menyikat gigi dengan benar.
Kebiasaan merawat diri tersebut diharapkan dapat membantu anak merasa lebih nyaman dan percaya diri saat beraktivitas maupun bersosialisasi.
Mengenalkan Beragam Pilihan Profesi

Selain membahas pengembangan diri, kegiatan edukasi dilanjutkan dengan pengenalan berbagai profesi. Anak-anak diperlihatkan gambar yang mewakili sepuluh jenis pekerjaan untuk memperluas pengetahuan mereka mengenai pilihan cita-cita.
Menurut Melandika, pengenalan profesi tidak hanya bertujuan memberikan informasi baru, tetapi juga mendorong anak agar memiliki pandangan yang lebih luas mengenai masa depan.
Anak-anak diharapkan menyadari bahwa terdapat beragam pekerjaan yang dapat mereka kenali dan jadikan inspirasi.
“Dari 10 profesi yang kita berikan itu hanya untuk ini, mereka itu bisa tahu, oh ternyata selain cita-cita yang aku miliki itu ada lagi cita-cita di luar sana,” jelasnya.
Melalui materi tersebut, anak-anak diajak mengenali pilihan profesi di luar cita-cita yang telah mereka ketahui sebelumnya.
Pengenalan ini juga menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan motivasi belajar dan mendorong mereka agar tetap bersemangat dalam menempuh pendidikan.
Baca juga: Tingkatkan Kompetensi Riset, Mahasiswa Manajemen Umsida Ikuti Pelatihan Olah Data
Antusiasme Menjadi Tantangan Pendampingan

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme anak-anak terlihat dari keinginan mereka untuk berpartisipasi dan maju ketika diberikan kesempatan.
Namun, tingginya keaktifan anak juga menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga agar kegiatan berjalan terarah.
“Alhamdulillah, mereka ini senang ya, antusias banget dengan materi, apalagi mereka itu juga maju. Mereka dikasih tahu ada yang mau maju nggak, ternyata banyak yang mau maju,” ungkap Melandika.
Ia menjelaskan bahwa anak-anak yang aktif tetap membutuhkan arahan agar dapat mengikuti materi dan berpartisipasi sesuai dengan tujuan kegiatan.
Karena itu, penyampaian edukasi kepada anak perlu disesuaikan dengan karakteristik mereka, menggunakan pendekatan yang menarik sekaligus mudah dipahami.
Melalui pengalaman magang ini, mahasiswa Ikom Umsida dapat mengenal lebih jauh dinamika komunikasi dalam lingkungan komunitas sosial, khususnya ketika berhadapan dengan audiens anak-anak.
Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya penyampaian pesan yang jelas, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan audiens agar materi edukasi dapat diterima dengan baik.
Penulis: Shintia Ayu Firnanda
Penyunting: Airin Zhafirah Rahmah

















