Ikom.umsida.ac.id – Kegiatan magang di Magister Ilmu Komunikasi (S2 Ikom) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa dalam mengelola media digital.
Selama menjalani magang, mahasiswa terlibat langsung dalam pembuatan berita, desain feeds, produksi Reels, hingga pengelolaan media sosial S2 Ikom.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mencoba langsung pekerjaan yang sebelumnya belum banyak dilakukan selama perkuliahan.
Baca juga: Aktifkan Kembali Media Sosial FBHIS, Mahasiswa Ikom Umsida Susun Strategi Konten
Dari Belajar Menulis hingga Membuat Berita

Menulis berita menjadi salah satu kegiatan yang cukup baru bagi mahasiswa magang. Sebelumnya, mahasiswa lebih sering mendapatkan tugas menulis dalam bentuk makalah, artikel, atau tugas perkuliahan lainnya. Saat magang, cara menulisnya tentu berbeda.
Mahasiswa mulai belajar bagaimana menentukan topik yang menarik, mencari informasi yang dibutuhkan, menentukan sudut pandang, sampai menyusun berita agar tetap enak dibaca.
Tidak hanya itu, proses penyuntingan juga menjadi bagian dari kegiatan sebelum berita dipublikasikan melalui website S2 Ikom.
Dari proses tersebut, mahasiswa mulai memahami bahwa menulis berita tidak sekadar membuat tulisan menjadi panjang. Informasi harus disusun dengan jelas dan fokus agar pembaca bisa langsung memahami apa yang sedang dibahas.
Pengalaman ini juga membuat mahasiswa lebih terbiasa mencari ide dari berbagai hal yang terjadi di sekitar. Topik yang terlihat sederhana bisa dikembangkan menjadi berita selama memiliki informasi dan sudut pandang yang menarik.
Baca juga: Ditolak Enam Kali Saat Wawancara, Mahasiswa Ikom Umsida Temukan Makna Praktikum Jurnalistik
Mencoba Mengelola Media Sosial S2 Ikom

Selain menulis berita, mahasiswa juga ikut terlibat dalam pengelolaan media sosial S2 Ikom. Mulai dari membuat feeds, mengedit Reels, menulis caption, hingga menyiapkan ide konten untuk Instagram menjadi bagian dari kegiatan magang.
Pekerjaan tersebut memberikan pengalaman baru karena mahasiswa tidak hanya memikirkan isi pesan, tetapi juga bagaimana pesan tersebut dikemas agar sesuai dengan karakter media sosial.
Informasi yang sudah dibuat dalam bentuk berita, misalnya, perlu dikemas kembali menjadi konten yang lebih singkat dan menarik ketika dibawa ke Instagram.
Dalam prosesnya, mahasiswa juga belajar bahwa membuat konten tidak cukup hanya dengan membuat desain yang bagus. Isi, pemilihan kata, visual, dan cara menyampaikan pesan perlu disesuaikan dengan audiens yang dituju.
Keterlibatan dalam pengelolaan media S2 Ikom akhirnya membuat kegiatan magang terasa lebih dekat dengan pekerjaan di bidang komunikasi.
Mahasiswa bisa mencoba langsung berbagai tugas yang sebelumnya hanya dipelajari secara teori, sekaligus mengetahui bagaimana proses sebuah informasi dibuat hingga akhirnya diterima oleh audiens.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses magang. Bukan hanya soal menyelesaikan tugas, tetapi juga belajar beradaptasi dengan pekerjaan, menerima masukan, dan menemukan cara kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan media digital.
Penulis: Shafiqa Azwa Lysandra
Penyunting: Airin Zhafirah Rahmah

















