Konsistensi Berbuah Prestasi, Asmaul Khusna Jadi Mahasiswa Terbaik 3 Ikom Umsida

Ikom.umsida.ac.id.  – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ( Ikom Umsida). Asmaul Khusna Tri Wulan Juli yang biasa di sapa Nia, berhasil meraih predikat Mahasiswa Terbaik 3 pada Yudisium Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial (FBHIS) Umsida tahun 2026.

Pencapaian tersebut menjadi hasil dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan, mulai dari menjalani aktivitas akademik, organisasi, pekerjaan paruh waktu, hingga menyelesaikan tugas akhir.

Di balik keberhasilan yang diraih, terdapat konsistensi, ketekunan, serta dukungan dari banyak pihak yang mengantarkan Asmaul hingga berada di titik ini.

Tidak Menyangka Menjadi Mahasiswa Terbaik

Asmaul mengaku sangat bahagia dan bersyukur ketika namanya diumumkan sebagai salah satu mahasiswa terbaik dalam yudisium. Bahkan, ia sempat terdiam sesaat karena tidak menyangka akan memperoleh penghargaan tersebut.

Menurutnya, banyak mahasiswa Ikom Umsida yang memiliki kemampuan luar biasa baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Oleh karena itu, penghargaan yang diterimanya menjadi sebuah kejutan sekaligus kebanggaan tersendiri.

“Yang pasti sangat senang, bersyukur, dan bahagia dengan pencapaian ini karena semua proses yang saya lakukan selama kuliah membuahkan hasil yang baik dan tidak sia-sia. Jujur waktu dipanggil menjadi mahasiswa terbaik saya sempat freeze karena tidak menyangka nama saya ada di salah satu mahasiswa terbaik saat yudisium,” ungkapnya.

Baginya, penghargaan tersebut bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga menjadi bukti bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan sesuatu yang membanggakan di masa depan.

Baca juga: Raih Mahasiswa Terbaik 2: Belajar, Berkarya, dan Bertumbuh Bersama Proses

Konsistensi Menjadi Kunci Utama

Di balik prestasi yang diraih, Nia menilai bahwa konsistensi dan ketekunan merupakan kunci utama yang membantunya mencapai hasil terbaik selama masa perkuliahan.

Sejak awal kuliah, ia selalu berusaha memiliki tujuan yang jelas mengenai apa yang ingin dicapai setelah lulus. Dengan tujuan tersebut, ia terdorong untuk menyelesaikan setiap tugas, ujian, proyek, dan tanggung jawab akademik dengan maksimal.

Selain fokus pada perkuliahan, Nia  juga aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi dan komunitas kampus. Menurutnya, menjadi mahasiswa tidak hanya sebatas datang ke kampus dan mengikuti perkuliahan, tetapi juga memanfaatkan berbagai kesempatan untuk berkembang, memperluas relasi, serta memperoleh pengalaman baru.

Aktivitas tersebut membantunya mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim yang menjadi bekal penting dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Lihat juga: Snap & Style Hadirkan Convex Mirror Kreatif di Yudisium FBHIS Umsida 2026

Tantangan Menyelesaikan Tugas Akhir di Tengah KKN

Perjalanan akademik Asmaul tidak selalu berjalan mudah. Salah satu tantangan paling berkesan yang pernah ia hadapi adalah ketika harus menyelesaikan tugas akhir bersamaan dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Saat itu, ia harus mengerjakan artikel jurnal, mempersiapkan sidang proposal, serta melakukan revisi tugas akhir di tengah pelaksanaan program kerja KKN.

Kondisi semakin menantang karena lokasi KKN yang ditempatinya memiliki keterbatasan sinyal internet dan sering mengalami pemadaman listrik dalam waktu yang cukup lama.

Keterbatasan tersebut mengharuskannya bolak-balik menuju kecamatan lain hanya untuk mendapatkan akses listrik dan mengisi daya laptop agar tetap dapat menyelesaikan berbagai tugas akademik.

Meski demikian, Nia tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk menyerah. Ia memilih untuk mengatur prioritas dan memanfaatkan waktu seefektif mungkin agar seluruh tanggung jawab dapat terselesaikan dengan baik.

Dukungan Orang Tua dan Dosen Menjadi Penyemangat

Asmaul mengakui bahwa keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan orang-orang terdekat. Sosok yang paling berperan dalam perjalanan akademiknya adalah kedua orang tua, terutama sang ibu yang selalu memberikan motivasi dan mengingatkan tujuan awal dirinya menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Selain keluarga, ia juga mendapatkan dukungan dari teman, sahabat, dan pasangan yang selalu menemani serta memberikan semangat dalam berbagai situasi selama masa perkuliahan.

Tak hanya itu, para dosen juga memiliki peran penting dalam proses akademiknya. Salah satunya adalah dosen pembimbing, Ainur Rohmah, yang senantiasa memberikan arahan, motivasi, serta pendampingan hingga proses penyelesaian tugas akhir.

Aktif Berorganisasi dan Terjun ke Masyarakat

Selama menjadi mahasiswa Ikom Umsida, Nia aktif mengikuti organisasi dan komunitas kampus, termasuk menjadi asisten laboratorium. Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan selama masa perkuliahannya.

Melalui berbagai aktivitas tersebut, ia belajar banyak hal yang tidak hanya berkaitan dengan akademik, tetapi juga keterampilan komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan membangun relasi.

Selain itu, pengalaman KKN di lingkungan masyarakat yang mayoritas beragama Hindu dan memiliki keterbatasan fasilitas juga memberikan banyak pelajaran berharga.

Ia juga memperoleh pengalaman praktik saat menjalani magang di SD MICA, tempat dirinya belajar menerapkan ilmu komunikasi secara langsung, termasuk membantu pemanfaatan media sosial untuk mendukung promosi dan branding.

Pesan untuk Mahasiswa Ikom Umsida

Setelah dinobatkan sebagai Mahasiswa Terbaik 3, Nia berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkembang dan memanfaatkan masa kuliah dengan sebaik-baiknya.

Ia berpesan agar mahasiswa tidak pernah berhenti belajar, aktif mencari pengalaman, dan memperluas jaringan pertemanan maupun relasi profesional. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama kuliah merupakan bekal penting yang tidak selalu bisa didapatkan setelah lulus.

Lebih dari itu, Nia menekankan pentingnya memiliki tujuan yang jelas sejak awal perkuliahan. Dengan tujuan yang jelas, setiap proses, tantangan, dan perjuangan akan terasa lebih bermakna dan mampu menjadi motivasi untuk terus melangkah maju.

Pencapaian yang diraih Asmaul Khusna Tri Wulan Juli membuktikan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Konsistensi, kerja keras, kemampuan mengelola waktu, serta dukungan dari lingkungan sekitar menjadi faktor penting yang mengantarkannya meraih predikat Mahasiswa Terbaik 3 pada Yudisium FBHIS Umsida 2026.

Penulis: Salwa Rizky Awalya

Berita Terkini

Raih Mahasiswa Terbaik 2: Belajar, Berkarya, dan Bertumbuh Bersama Proses
24/06/2026By
Yudisium ke-35 FBHIS Digelar, Prodi Ilmu Komunikasi Luluskan 95 Mahasiswa
20/06/2026By
Pasar Kampung Samiler 2026 Jadi Bukti Keberanian Mahasiswa Ikom Umsida Berkarya untuk Masyarakat
15/06/2026By
Kuliner Tradisional dan Seni Patrol Jadi Magnet, Pasar Kampung Samiler 2026 Diserbu Pengunjung
15/06/2026By
Pasar Kampung Samiler Resmi Dibuka, Mahasiswa Ikom Umsida Dorong Pemberdayaan UMKM Desa Wonosunyo
15/06/2026By
Mahasiswa Asah Kreativitas Melalui Praktik Produksi Podcast
11/06/2026By
Perempuan Kuasai Media Sosial, Dari Koneksi Hingga Suara yang Makin Kuat
04/06/2026By
Teliti Pola Komunikasi di IPM, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Umsida Sabet Best Paper ICEMSS 2026
25/05/2026By

Prestasi

Teliti Pola Komunikasi di IPM, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Umsida Sabet Best Paper ICEMSS 2026
25/05/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Best Paper Lewat Kajian Pengaruh Live Streaming TikTok
21/05/2026By
Cerita AU Romantis Jadi Inspirasi Riset Berprestasi Mahasiswa Umsida
21/05/2026By
Mardi Lukas, Driver Delta EV: Mengemudi Menuju Prestasi di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
06/02/2026By
Fikri Sabet Perunggu UPSCC III 2025, Maba Ikom Umsida Siap Naik Level
02/01/2026By
Taklukkan Ketegangan Arena, Cinthya Ukir Prestasi di KBPP Polri Jatim Cup 3
22/12/2025By
Mahasiswi Ilmu Komunikasi Umsida Harumkan Indonesia di Kejuaraan Dunia Arung Jeram
20/12/2025By
Mengubah Takdir dengan Pendidikan: Perjalanan Inspiratif Azzam di Wisuda Ke-46 Umsida
20/11/2025By

Nur Maghfirah A., M.Med.Kom

Nama:

Tanggal Lahir

Scholar:

OJS:

Scopus:

 

This will close in 20 seconds