Ikom.umsida.ac.id – Aliffia Puspita Sari berhasil meraih predikat Mahasiswa Terbaik 2 pada Yudisium Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dengan proses belajar yang inspiratif.
Prestasi tersebut menjadi hasil dari proses panjang yang dijalaninya dengan penuh konsistensi, baik dalam bidang akademik maupun berbagai aktivitas di luar perkuliahan.
Aliffia mengaku merasa bersyukur dan terharu atas pencapaian yang diraihnya. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas seluruh perjuangan yang telah dilalui selama masa kuliah.
“Selama kuliah saya hanya berusaha menjalani setiap proses sebaik mungkin.
Ketika dinobatkan sebagai Mahasiswa Terbaik 2, rasanya seperti hadiah atas semua perjuangan, rasa lelah, dan proses belajar yang saya lalui,” ujarnya.
Baca juga: Yudisium ke-35 FBHIS Digelar, Prodi Ilmu Komunikasi Luluskan 95 Mahasiswa
Konsisten dalam Belajar dan Berkembang

Bagi Aliffia, kunci utama dalam meraih prestasi bukan hanya kecerdasan, melainkan konsistensi untuk terus belajar dan berkembang.
Selama menjadi mahasiswa, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan kampus, organisasi, serta terlibat dalam sejumlah proyek kreatif yang membantunya mengasah kemampuan di luar ruang kelas.
Namun, perjalanan tersebut juga menghadirkan tantangan, terutama dalam membagi waktu antara perkuliahan dan berbagai aktivitas yang diikutinya.
Kesibukan yang padat membuatnya harus belajar menentukan prioritas dan mengelola waktu dengan baik.
“Dari situ saya belajar bahwa kemampuan mengelola diri sama pentingnya dengan kemampuan akademik,” jelasnya.
Menurut Aliffia, pengalaman berorganisasi dan terlibat dalam berbagai kegiatan menjadi kesempatan berharga untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, kerja sama tim, serta kemampuan menyelesaikan masalah yang dibutuhkan di dunia profesional.
Baca juga: Yudisium ke 35 FBHIS Umsida Catat 83 Persen Kelulusan Tepat Waktu
Dukungan dan Harapan untuk Masa Depan

Keberhasilan yang diraih Aliffia tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ia menyebut orang tua sebagai sosok yang selalu memberikan doa dan motivasi selama menjalani perkuliahan.
Selain itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada dosen pembimbingnya, Dr Totok Wahyu Abadi M Si, serta para asisten dosen, Khusnur Laili dan Dea Armawati, yang telah membimbingnya selama proses belajar.
Tidak hanya itu, sahabat terdekatnya, Ade dan Shobich, turut menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya karena selalu saling menguatkan hingga berhasil menyelesaikan studi.
Setelah lulus, Aliffia berencana untuk terus mengembangkan diri di bidang kreatif, khususnya content creation dan komunikasi digital.
Ia berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat menjadi bekal untuk terus belajar dan memberikan kontribusi positif melalui karya yang dihasilkan.
Kepada mahasiswa lainnya, Aliffia berpesan agar tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga menghargai setiap proses yang dijalani.
Menurutnya, tantangan dan pengalaman selama perkuliahan merupakan bagian penting yang akan membentuk seseorang menjadi lebih siap menghadapi masa depan.
Penulis: Putri Mega Safithrih
















