Ikom.umsida.ac.id – Umat Muslim sangat mengharapkan malam Lailatul Qadar, yang dianggap lebih baik dari seribu bulan, turun pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, terutama di malam ganjil.
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim).
Karena waktunya yang dirahasiakan, banyak orang bersemangat untuk meningkatkan ibadah mereka untuk mendapatkan keberkahan.
Namun, penting untuk tetap bijak dalam menentukan amalan mana yang harus diprioritaskan saat terlalu sibuk dengan kuliah, pekerjaan, atau aktivitas lainnya.
Menjadi konsisten dan melakukannya dengan khusyuk bisa menjadi kunci utama.
Baca juga: Jangan Sampai Ramadan Pergi Tanpa Jejak: 5 Target Spiritual Sebelum Lebaran
Amalan Utama yang Bisa Difokuskan

Dari Aisyah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang sebaiknya aku baca?”
Nabi Muhammad menjawab,
“Bacalah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku).” (HR. Imam Tirmidzi)
Dengan memperbanyak salat malam atau qiyamul lail adalah salah satu amalan yang paling dianjurkan.
Salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan melakukan salat tahajud, witir, atau tarawih.
Membaca Al-Qur’an adalah amalan yang sangat dianjurkan juga.
Tidak perlu memaksakan target besar; yang lebih penting adalah melakukannya secara teratur dan memahami artinya.
Jangan lupa doa dan dzikir juga, permohonan ampun kepada Allah adalah salah satu doa yang sering disarankan untuk dibaca selama Lailatul Qadar.
Saat yang tepat untuk merenungkan diri sendiri dan memperbaiki hubungan spiritual Anda adalah saat ini.
Tak kalah penting, meningkatkan sedekah juga bisa menjadi opsi.
Setiap sedekah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar memiliki manfaat yang dilipatgandakan, meskipun sangat sederhana.
Bahkan, salah satu bentuk kebaikan yang bernilai ibadah adalah membantu orang lain atau berbagi makanan sahur.
Baca juga: Silaturahmi FBHIS Umsida Perkuat Sinergi dan Temu Alumni Ramadan
Strategi Konsisten di 10 Malam Terakhir

Untuk memastikan bahwa ibadah terus berlanjut, sangat penting untuk membuat rencana yang masuk akal.
Misalnya, buatlah jadwal ibadah sederhana yang dapat diikuti setiap malam.
Tidak perlu terlalu padat, yang penting adalah konsistensi.
Mengurangi aktivitas yang tidak penting, seperti menonton media sosial terlalu banyak, juga bisa membantu menjaga fokus pada ibadah malam.
Selain itu, mendapatkan cukup istirahat dan makan makanan yang baik saat sahur juga sangat memengaruhi kualitas ibadah malam.
Pada akhirnya, mengejar Lailatul Qadar bukan tentang siapa yang paling banyak beribadah, tetapi tentang siapa yang paling tulus dan konsisten mendekatkan diri kepada Allah.
Setiap Muslim memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan keutamaan malam istimewa ini dengan niat yang kuat dan upaya yang maksimal.
Penulis: Putri Mega Safithrih


















