Ikom.umsida.ac.id – Rangkaian kegiatan Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (SILAT APIK PTMA) 2026 tidak hanya diisi dengan agenda akademik dan kompetisi mahasiswa, tetapi juga menghadirkan pengalaman kebangsaan melalui kunjungan ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta pada Kamis, 26 Juni 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh delegasi dari berbagai PTMA se-Indonesia ini bertujuan untuk memperkuat nilai toleransi, keberagaman, serta mempererat tali persaudaraan antarpeserta melalui pengalaman belajar secara langsung di dua ikon kerukunan umat beragama di Indonesia.
Baca juga: Ikom Umsida Ikuti SILAT APIK PTMA 2026, Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Digital Beretika
Mengenal Sejarah dan Nilai Kebangsaan di Masjid Istiqlal

Kunjungan dimulai di Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara yang menjadi simbol kemerdekaan dan persatuan bangsa Indonesia.
Para peserta diajak berkeliling untuk melihat berbagai sudut masjid, mulai dari ruang salat utama, area pelataran, hingga mendengarkan penjelasan mengenai sejarah pembangunan dan filosofi arsitekturnya.
Peserta tampak antusias menyimak pemaparan dari pemandu mengenai makna setiap bagian bangunan yang mencerminkan nilai religius sekaligus semangat kebangsaan.
Tidak sedikit peserta yang mengabadikan momen dan berdiskusi mengenai pentingnya menjaga toleransi di tengah masyarakat yang beragam.
Baca juga: Visiting Lecturer di USIM, Dosen Ikom Umsida Bahas Pentingnya Memahami Diri melalui Komunikasi
Menyusuri Terowongan Silaturahmi dan Museum Gereja Katedral

Setelah mengunjungi Masjid Istiqlal, rombongan melanjutkan perjalanan dengan melewati Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.
Terowongan ini menjadi simbol persaudaraan dan harmoni antarumat beragama di Indonesia.
Setibanya di Gereja Katedral, peserta tidak hanya diajak mengenal sejarah dan arsitektur bergaya neo-gotik yang menjadi ciri khas bangunan tersebut, tetapi juga berkesempatan mengelilingi museum yang berada di area gereja.
Di museum tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai koleksi bersejarah, mulai dari benda-benda liturgi, dokumentasi perjalanan Gereja Katedral, hingga kisah perkembangan agama Katolik di Indonesia.
Jilvia salah satu peserta mengungkapkan kesannya selama mengikuti kunjungan tersebut.
“Kunjungan ini membuat hati kami tersentuh. Kami melihat bagaimana setiap detail bangunan memiliki makna yang mendalam karena dirancang dengan penuh pertimbangan. Dari kunjungan ini, kami juga belajar banyak tentang tradisi serta berbagai kegiatan yang dilakukan oleh umat Katolik,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu momen berkesan dalam rangkaian SILAT APIK PTMA 2026.
Melalui kunjungan ke Masjid Istiqlal, Terowongan Silaturahmi, dan Museum Gereja Katedral, para peserta memperoleh pengalaman berharga tentang keberagaman, toleransi, dan pentingnya menjaga keharmonisan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Penulis: Airin Zhafirah Rahmah


















