SOEKARNO SANG NARATOR BANGSA

Soekarno merupakan salah satu pahlawan bangsa yang sangat berjasa bagi Indonesia. Beliau juga merupakan Presiden pertama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bulan Juni bisa disebut sebagai bulannya Soekarno, pasalnya bulan Juni adalah bulan kelahiran sekaligus bulan wafatnya Sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia ini. Soekarno lahir pada tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya, dan wafat pada tanggal 21 Juni 1970. Hal ini yang membuat bulan Juni disebut sebagai bulannya Soekarno.

Mumpung masih berada di bulan Juni, marilah kita mengulas sedikit tentang Sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia ini. Soekarno merupakan salah satu tokoh Pergerakan Nasional yang berjasa bagi kemerdekaan Indonesia. Ia adalah salah satu dari The Founding Father Indonesia. Soekarno pertama kali menjadi terkenal ketika dia menjadi anggota Jong Java cabang Surabaya pada tahun 1915. Dalam rapat pleno tahunan yang diadakan Jong Java cabang Surabaya Soekarno menggemparkan sidang dengan berpidato menggunakan Bahasa Jawa Ngoko, kemudian Soekarno mencetuskan perdebatan sengit dengan menganjurkan agar surat kabar Jong Java diterbitkan dalam Bahasa Melayu saja dan bukan dalam Bahasa Belanda. Hal ini membuat Soekarno menjadi terkenal di kalangan Intelektual pada saat itu.

Sebagai salah satu tokoh penting bagi Kemerdekaan Indonesia, Soekarno memiliki banyak jasa bagi bangsa Indonesia. Tapi disini kita akan membahas tentang salah satu keahlian dan senjata khas dari Soekarno yaitu pidatonya. Soekarno terkenal juga karena narasi-narasinya saat berada di atas podium yang mampu membakar semangat para pejuang saat itu. Salah satunya adalah saat ia membacakan pleidonya yang fenomenal di pengadilan yang berjudul Indonesia Menggugat.

Soekarno yang pada saat itu bisa dibilang sebagai tokoh politik mampu menyampaikan ide dan gagasannya lewat pidato-pidatonya. Sebagai seoarang komunikator politik, Soekarno dinilai cukup sukses untuk memengaruhi komunikannya.

Jika dibedah dari segi akademis, “Komunikator pasti memiliki keinginan untuk dapat memberikan pengaruh kepada penerima. Oleh karena itu, komunikasi politik dipandang sebagai suatu upaya persuasi. Kemudian upaya penyampaian pesan dalam komunikasi politik tersebut, dapat menghasilkan dampak positif maupun negatif. Dampak yang muncul dari komunikasi politik pun tergantung pada cara penyampaian dari pemberi pesan.”(Lasswell : 1936).

Sebagai komunikator politik, narasi-narasi Soekarno saat berpidato dirasa sukses untuk mempersuasi komunikan. Kata-kata yang dipilih dan disusun dengan baik oleh Soekarno mampu disampaikan dengan lugas dan tegas. Hal ini membuat Soekarno juga disebut sebagai “Singa Podium”.

Presiden Indonesia ini adalah tokoh yang bisa membius melalui pidatonya. Suara lantangnya mampu membuat siapapun berhenti dari aktifitas yang dilakukannya dan fokus mendengarkan apa yang dikatakannya. Beberapa pidato yang disampaikannya saat memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus di antaranya berjudul Tujuh Belas Agustus (Jumat, 17 Agustus 1945), Sekali Merdeka Tetap Merdeka (Sabtu, 17 Agustus 1946), Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Putung (Minggu, 17 Agustus 1947), dan masih banyak pidato yang disampaikan Soekarno setiap kali peringatan hari kemerdekaan Indonesia.

Sebagai Presiden NKRI pertama, Soekarno juga menjadi tokoh penting di dunia. Saat diundang dalam Sidang Umum PBB 30 September 1960, Soekarno membuat gempar dunia. Ia menyampaikan pidato yang berjudul “To Build the World A New atau Membangun Dunia Kembali”. Dalam pidatonya tersebut, Soekarno mengajak negara-negara anggota PBB untuk turut serta dalam memperjuangkan nasib negara di Asia-Afrika.

Dikutip dari Buku Bung Karno Sang Nasionalis Sejati karya Usman Hadi, pidato Soekarno tersebut merupakan kristalisasi pikirannya yang menganggap PBB tidak representatif terhadap kondisi bangsa-bangsa pada waktu itu.

Selain kecaman terhadap struktur PBB, pada kesempatan yang sama Soekarno juga secara lantang memperkenalkan konsep Pancasila di depan para petinggi bangsa-bangsa dunia. Soekarno dengan berani dan bangga dengan konsep Pancasila yang dibangun sendiri dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Soekarno tidak segan mengutuk segala bentuk penjajahan, kolonialisme, dan imperialisme.

Tentu saja yang disampaikan Soekarno dalam Sidang Umum PBB ini mencengangkan semua kalangan. Sebagi seorang pemimpin muda dan pemimpin negara yang baru merdeka pada saat itu, Soekarno dengan lantang mengkritik negara-negara yang telah mapan. Soekarno tidak pandang bulu terhadap negara manapun. Bung Karno melucuti kolonialisme di negara imprealis. Salah satu ungkapan yang sangat terkenal dari Soekarno, “Amerika kita setrika! Inggris kita linggis! Go to hell with your aid!”. Ungkapan ini melukiskan bahwa Soekarno tidak gentar sedikitpun terhadap kekuatan yang lebih dulu mapan dan kuat. Hal ini membuat Soekarno dan Indonesia disegani negara-negara luar.

Soekarno juga dikenal sebagai seorang diplomat yang handal. Kemampuan diplomatik Soekarno mampu membuat Indonesia menjadi negara yang ditakuti negara-negara maju seperti Uni Soviet dan Amerika pada saat itu. Bayangkan saja saat itu Indonesia adalah negara yang baru saja merdeka dan merupakan negara yang baru dikenal oleh dunia. Tapi dengan kemampuan Soekarno, Indonesia mampu berhubungan baik dengan Uni Soviet dan Amerika. Padahal Uni Soviet dan Amerika sendiri adalah pemimpin dari kedua blok yang berkuasa pada masa itu, namun Indonesia yang dipimpin oleh Soekarno bisa bersahabat baik dengan kedua negara adidaya tersebut.

Soekarno dianggap memiliki hubungan baik dengan beberapa tokoh besar dunia, misalnya dengan Nikita Khuschev (PM Uni Soviet), John F.Kennedy (Presiden Amerika), Fidel Castro (Presiden Kuba), dan Che Ghuevara (Revolusioner Kuba dan Menteri Perindustrian Kuba). Ini membuktikan bahwa Soekarno memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan bisa membuat Indonesia menjadi negara besar pada waktu itu.

Suara yang lantang dan pakaian ala militer merupakan salah satu ciri khas Soekarno. Kemampuan bernarasinya mampu mempersuasi banyak orang. Saya rasa Indonesia saat ini membutuhkan sosok pemimpin yang mampu bernarasi seperti Soekarno. Dengan narasi yang bagus akan mampu menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi. Indonesia membutuhkan banyak narrator bangsa seperti Soekarno.

Pemimpin yang mampu berkomukasi dengan baik akan mampu membuat sebuah bangsa menjadi besar. Soekarno memiliki jasa yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Demikian sedikit ulasan singkat tentang Soekarno, khususnya tentang komunkasi politiknya. Di bulan kelahiran dan wafatnya Soekarno ini mari kita ingat satu kalimat dari Soekarno “Jas Merah, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah.”

(Jiddan)

Related Posts

Apresiasi Mapres Ikom dalam Kegiatan Awarding for Student Achievement UMSIDA

Pada hari ini 4 Agustus 2022, UMSIDA menyelenggarakan kegiatan Awarding...

Delapan Mahasiswa Ikom Lolos Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMM DN) Batch 2

https://www.instagram.com/p/Cgni5TcvKXr/?utm_source=ig_web_copy_link Salah satu sub program dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka...

Leave a Reply