ikom.umsida.ac.id. – Ramadan selalu datang dengan gegap gempita. Hari pertama penuh semangat, masjid ramai, target ibadah ditulis rapi di catatan ponsel. Tapi mari jujur pada diri sendiri: berapa kali Ramadan hanya terasa sebagai rutinitas? Sahur, menahan lapar, menunggu berbuka, lalu selesai. Jika puasa hanya dimaknai sebagai menahan perut, maka esensinya berhenti di fisik. Padahal, Ramadan...Read More
Recent Comments