Strategi Digital Berbasis AI: Pengmas Dosen Ikom Umsida untuk Sekolah Muhammadiyah di Sidoarjo

Ikom.umsida.ac.id – Dalam era digital yang semakin berkembang, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi solusi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan.

Salah satu tantangan yang dihadapi institusi pendidikan, khususnya sekolah menengah atas Muhammadiyah di Sidoarjo, adalah bagaimana mengelola media sosial secara efektif untuk meningkatkan branding dan keterlibatan komunitas sekolah.

Menyadari urgensi ini, Istiqomah MMedKom, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), mengambil langkah strategis dengan melakukan riset mengenai implementasi AI dalam pengelolaan media sosial sekolah.

Riset ini tidak hanya bertujuan untuk memahami bagaimana AI dapat digunakan dalam memaksimalkan pengelolaan media sosial, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk menghadapi tantangan era digital dengan lebih baik.

Sumber: Pexels

Dalam beberapa tahun terakhir, AI telah berkembang pesat dalam dunia digital, terutama dalam hal personalisasi konten, analisis data, dan otomatisasi interaksi dengan audiens.

Namun, banyak sekolah belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai manfaat AI dalam strategi komunikasi digital mereka.

Oleh karena itu, riset ini menjadi langkah penting untuk membantu sekolah-sekolah dalam memanfaatkan teknologi secara optimal.

Baca juga: Mitos dan Fakta : Stereotip Anak Ikom

Tantangan dalam Pengelolaan Media Sosial Sekolah

Salah satu alasan utama di balik riset ini adalah kurangnya strategi yang efektif dalam pengelolaan media sosial di sekolah-sekolah Muhammadiyah di Sidoarjo.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pengelola media sosial sekolah, ditemukan beberapa tantangan utama yang dihadapi, antara lain:

  1. Minimnya Personalisasi Konten
    Banyak sekolah masih mengelola media sosial mereka dengan pendekatan yang kurang terarah, tanpa mempertimbangkan preferensi dan minat audiens. AI dapat membantu menganalisis data audiens untuk menciptakan konten yang lebih relevan dan menarik.
  2. Kurangnya Analisis Sentimen dan Umpan Balik
    Interaksi dengan audiens di media sosial sering kali tidak dimanfaatkan secara maksimal. AI dapat digunakan untuk menganalisis sentimen dari komentar atau pesan yang diterima, sehingga sekolah dapat memahami opini publik dan memperbaiki strategi komunikasi mereka.
  3. Optimasi Kampanye Promosi Sekolah
    Salah satu fungsi utama media sosial bagi sekolah adalah sebagai sarana promosi dan komunikasi dengan calon siswa serta orang tua. Namun, masih banyak sekolah yang belum memiliki strategi kampanye digital yang efektif. AI dapat membantu mengatur waktu publikasi yang tepat, memilih platform yang sesuai, serta mengukur efektivitas kampanye.

Dengan adanya tantangan-tantangan ini, riset yang dilakukan oleh Istiqomah MMedKom bertujuan untuk memberikan solusi konkret bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah agar lebih siap dalam menghadapi era digital.

Lihat juga: Pembatasan Media Sosial untuk Anak, Dosen Umsida: Perlu Didukung, Tapi…

Solusi dan Implementasi AI dalam Pengelolaan Media Sosial
Sumber: Pexels

Sebagai hasil dari riset ini, program pendampingan dilakukan untuk memperkenalkan pemanfaatan AI dalam pengelolaan media sosial sekolah Muhammadiyah. Beberapa solusi yang ditawarkan dalam program ini meliputi:

  1. Pelatihan Keterampilan AI bagi Pengelola Media Sosial
    Pelatihan ini bertujuan untuk membekali pengelola media sosial sekolah dengan pengetahuan dasar tentang AI dan cara menggunakannya untuk meningkatkan engagement. Pengelola media sosial akan diajarkan cara menggunakan alat berbasis AI untuk mengatur jadwal posting, menganalisis data, dan menciptakan konten yang lebih menarik.
  2. Penggunaan Teknologi AI untuk Personalisasi Konten
    Dengan menggunakan teknologi berbasis AI, sekolah dapat menyesuaikan konten yang mereka publikasikan berdasarkan preferensi audiens. Misalnya, sistem AI dapat menganalisis data interaksi sebelumnya untuk merekomendasikan jenis konten yang paling banyak diminati oleh siswa dan orang tua.
  3. Peningkatan Analisis Data dan Sentimen
    AI dapat digunakan untuk memonitor komentar dan tanggapan dari audiens, sehingga sekolah dapat memahami bagaimana masyarakat menanggapi informasi yang mereka publikasikan. Dengan adanya analisis sentimen, sekolah dapat menyesuaikan strategi komunikasi mereka agar lebih efektif.
  4. Optimalisasi Kampanye Penerimaan Siswa Baru
    Salah satu tantangan terbesar bagi sekolah adalah menarik minat calon siswa. Dengan AI, sekolah dapat mengoptimalkan strategi pemasaran digital mereka dengan menargetkan iklan ke audiens yang tepat serta mengukur efektivitas dari setiap kampanye yang dilakukan.
Dampak dan Harapan ke Depan

Implementasi AI dalam pengelolaan media sosial sekolah Muhammadiyah bukan hanya sekadar inovasi, tetapi juga menjadi kebutuhan dalam menghadapi persaingan di era digital.

Dengan adanya riset ini, diharapkan sekolah-sekolah Muhammadiyah di Sidoarjo dapat lebih kompetitif dalam menyampaikan informasi dan membangun citra yang positif.

Selain itu, penerapan AI dalam pengelolaan media sosial juga berkontribusi dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama dalam aspek pendidikan berkualitas (SDG 4) dan kemitraan global (SDG 17).

Dengan adanya strategi komunikasi digital yang lebih baik, sekolah dapat meningkatkan keterlibatan komunitasnya serta menjangkau lebih banyak siswa potensial.

Langkah yang diambil oleh Istiqomah MMedKom melalui riset ini tidak hanya berdampak pada sekolah-sekolah Muhammadiyah di Sidoarjo, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya untuk mulai mengadopsi AI dalam strategi komunikasi mereka.

Ke depan, diharapkan lebih banyak program pendampingan dan pelatihan yang dilakukan agar pemanfaatan AI dalam pendidikan dapat semakin meluas dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Penulis: Ainiyah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

Umsida EntreVibes Kupas Strategi Digital Marketing dan Jualan Laris di Shopee
30/01/2026By
Umsida EntreVibes Dorong Jiwa Wirausaha Generasi Muda di Era Digital
30/01/2026By
Umsida Entre Vibes Vol. 1 Jadi Panggung Kreativitas dan Wirausaha Digital Generasi Muda
29/01/2026By
Belajar Langsung Dunia Public Relations, Mahasiswa Ikom Umsida Gelar Praktik Konferensi Pers
15/01/2026By
The Dialectica 2026: Proyek Manajemen Event Ikom Umsida Cetak Generasi Debater Kritis
12/01/2026By
Dari Proses Panjang hingga Panggung Juara, Tiga Film Terbaik Mahasiswa Ikom Umsida Berbicara Realitas
11/01/2026By
Gemastif Vol. 1 Dorong Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat di Banjar Kemantren
11/01/2026By
Cineverse: Comfis 9 sebagai Ruang Apresiasi Film Mahasiswa
10/01/2026By

Prestasi

Fikri Sabet Perunggu UPSCC III 2025, Maba Ikom Umsida Siap Naik Level
02/01/2026By
Taklukkan Ketegangan Arena, Cinthya Ukir Prestasi di KBPP Polri Jatim Cup 3
22/12/2025By
Mahasiswi Ilmu Komunikasi Umsida Harumkan Indonesia di Kejuaraan Dunia Arung Jeram
20/12/2025By
Mengubah Takdir dengan Pendidikan: Perjalanan Inspiratif Azzam di Wisuda Ke-46 Umsida
20/11/2025By
Bercerita Lewat Visual: Mahasiswa Umsida Sabet Juara 3 Videografi Nasional
30/10/2025By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 di AEF 2025, Fotografi Human Interest Jadi Sorotan
06/03/2025By
Sempat Vakum 2 tahun, Cinthya Sabet Juara 2 Taekwondo Bela Negara Cup
04/03/2025By
Tekuni olahraga Bulu Tangkis: ini Kisah Mardi Lukas
17/11/2024By

Nur Maghfirah A., M.Med.Kom

Nama:

Tanggal Lahir

Scholar:

OJS:

Scopus:

 

This will close in 20 seconds