Ikom.umsida.ac.id — Panitia FORTAMA (Forum Ta’aruf Mahasiswa) Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FBHIS Umsida) menggelar take video untuk kebutuhan teaser bertema SORE di lingkungan kampus FBHIS Umsida.
Produksi ini melibatkan tiga mahasiswa magang Program Studi Ilmu Komunikasi Umsida yang berada di bawah arahan Kemahasiswaan FBHIS Umsida, M Andi Fikri MIKom, sebagai bagian dari strategi membangun identitas acara “FBHIS Fakultas dari Masa Depan” sekaligus materi promosi yang kuat di media sosial.

Take video dipersiapkan sejak tahap perencanaan konsep, pemilihan talent, hingga penentuan gaya visual yang konsisten dengan nuansa sinematik.
Panitia menargetkan teaser tidak sekadar informatif, tetapi juga mampu membangun rasa penasaran mahasiswa baru terhadap rangkaian FORTAMA.
Konsep SORE Diterjemahkan ke Visual yang Sinematik dan Terarah
Tema SORE dipilih karena mudah dibawa ke format trailer seperti film bioskop.
Dari ide tersebut, panitia merumuskan alur singkat, tone visual, serta pesan utama yang ingin ditonjolkan melalui judul “FBHIS Fakultas dari Masa Depan”.
Untuk menguatkan konsep, tim kreatif menyusun daftar adegan, kebutuhan properti, dan blocking sederhana agar proses pengambilan gambar berjalan efektif.
“FORTAMA harus punya identitas yang terasa. Tema SORE kami jadikan benang merah supaya kontennya tidak acak dan audiens langsung menangkap pesan besar acaranya,” ujar Andi.
Di lapangan, tim mengambil beberapa jenis shot untuk membangun atmosfer footage talent, detail properti, suasana koridor dan area kampus, hingga b-roll yang mendukung narasi “masa depan”.
Pengambilan dilakukan dengan ritme yang rapi agar hasil akhir mudah disunting menjadi teaser berdurasi singkat yang cocok untuk Reels.
Tim Dokumentasi Atur Alat Take Ulang hingga Rencana Editing Teaser
Tiga mahasiswa magang Ilmu Komunikasi ikut memperkuat kerja tim dokumentasi, mulai dari memastikan kebutuhan alat, menyiapkan format pengambilan, sampai menyusun rencana editing pasca-take.
Peralatan yang digunakan disesuaikan kebutuhan output: ponsel untuk video yang cepat diolah, kamera untuk visual yang lebih tajam, serta perlengkapan pendukung seperti tripod, stabilizer sederhana, mic, dan pencahayaan seperlunya agar suara dan gambar tetap layak tayang.
Salah satu mahasiswa magang menjelaskan bahwa take video menuntut disiplin teknis, terutama soal konsistensi visual dan koordinasi antar-panitia.
“Kalau konsepnya sinematik, kami harus siap take ulang. Jadi bukan sekadar merekam, tapi memastikan angle, gerak, dan mood-nya masuk ke tema SORE,” katanya.
Setelah take selesai, materi langsung masuk tahap seleksi dan editing untuk disusun menjadi teaser yang ringkas dan kuat.
Panitia berharap produksi ini menjadi pintu awal untuk mengenalkan FORTAMA FBHIS Umsida secara lebih modern, rapi, dan relevan dengan cara mahasiswa baru mengonsumsi informasi melalui konten digital.


















