Ikom.umsida.ac.id – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menggelar International Study Excursion (ISE) 2026 di Yogyakarta pada 12–16 Mei 2026.
Salah satu rangkaian kegiatannya adalah International Conference on Emerging New Media on Social Science (ICEMSS).
ICEMSS kali ini menghadirkan empat pembicara internasional dari Indonesia, Malaysia, India, dan Uzbekistan dalam sesi workshop seputar media baru dan komunikasi digital.
Setelah sesi workshop berlangsung, acara dilanjutkan dengan pembacaan pemenang Best Paper dari karya ilmiah mahasiswa angkatan 2023.
Salah satu mahasiswa yang berhasil meraih penghargaan tersebut adalah Almas Fakhri Habibillah lewat penelitiannya yang berjudul “Analisis Resepsi Trash Talk’s di Game Valorant”.
Baca juga: ICMESS 2026 Perkuat Jejaring Global Ikom Umsida, Gandeng Empat Institusi Internasional
Angkat Fenomena Trash Talk di Game Online

Berbeda dari topik penelitian pada umumnya, Almas memilih membahas fenomena trash talk dalam game online karena dianggap dekat dengan kehidupan para pemain, termasuk dirinya sendiri.
Menurutnya, banyak orang langsung menganggap trash talk sebagai perilaku negatif, padahal setiap pemain memiliki cara pandang yang berbeda terhadap hal tersebut.
“Ada yang menganggap itu bercanda, ada juga yang merasa tersinggung. Semua tergantung situasi dan siapa lawan mainnya,” jelas Almas.
Dalam proses penelitian, ia melakukan riset tentang perilaku pemain game serta mewawancarai beberapa pemain aktif Valorant. Tantangan terbesar justru muncul saat proses wawancara karena tidak semua narasumber dapat menjelaskan pengalaman mereka secara detail.
Meski begitu, penelitian ini berhasil menghadirkan sudut pandang baru bahwa game bukan hanya hiburan, tetapi juga dapat menjadi media komunikasi yang kompleks dan menarik untuk diteliti.
Baca juga: Napak Tilas Sejarah Muhammadiyah, Mahasiswa Ikom Umsida Jelajahi Kampung Kauman Yogyakarta
Tidak Menyangka Raih Best Paper

Almas mengaku tidak menyangka penelitiannya akan membawa pulang penghargaan Best Paper ICEMSS 2026. Baginya, penelitian tersebut awalnya hanya berangkat dari keresahan pribadi yang ingin ia tuangkan dalam bentuk karya ilmiah.
“Saya benar-benar tidak expect bisa menang. Awalnya cuma ingin membahas hal yang dekat dengan pengalaman saya sendiri,” ujarnya.
Ia juga berharap penelitian tentang game dapat semakin berkembang, khususnya dalam kajian komunikasi dan media baru. Ke depannya, Almas tertarik meneliti bagaimana pengembang game membangun komunikasi dua arah melalui alur cerita dalam game.
Selain menjadi ajang akademik, ICEMSS 2026 juga memberikan pengalaman baru bagi para peserta. Workshop bersama pembicara internasional dinilai membuka wawasan mahasiswa terkait perkembangan media baru di berbagai negara.
“Capek pasti, tapi seru banget. Saya dapat banyak relasi, wawasan, dan pengalaman baru selama ICEMSS,” tutupnya.
Penulis: Putri Mega Safithrih


















