Ikom.umsida.ac.id – Mardi Lukas, pengemudi dari IMEI Team Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), menjadi bagian tak terpisahkan dari kesuksesan tim Delta EV dalam ajang Shell Eco-Marathon 2026 di Qatar.
Lintasan Lusail International Circuit di Qatar menjadi saksi keberhasilan kendaraan hemat energi yang telah melalui proses panjang di kampus sebelum dapat melaju di ajang internasional ini.
Baca juga: Mahasiswa Ikom Umsida Unjuk Skill Driving Mobil Listrik IMEI Raih Juara 2 KMHE 2025
Proses Persiapan yang Matang dari Kampus Umsida
Sebelum terjun ke sirkuit internasional, Mardi bersama tim IMEI melakukan persiapan yang matang di Kampus Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Semua tahapan, mulai dari perancangan hingga perakitan kendaraan, dilakukan dengan cermat.
Mardi menjelaskan, salah satu tahapan penting adalah technical inspection.

“Kami harus melalui pemeriksaan teknis yang ketat sebelum bisa turun ke lintasan. Tanpa lolos inspeksi, kami tidak bisa ikut serta dalam race,” ujarnya.
Proses inspeksi mencakup banyak hal, seperti pengecekan sistem mekanikal, kelistrikan, desain bodi, dan bahkan helm yang digunakan oleh pengemudi.
“Di ajang ini, helm yang digunakan harus sesuai standar internasional. Jika tidak, kami tidak dapat lanjut,” tambah Mardi.
Setelah lolos pemeriksaan teknis dan mendapatkan stiker kelayakan, kendaraan dapat melanjutkan ke tahap balapan.
Dalam kategori Battery Electric, penilaian tidak didasarkan pada kecepatan, tetapi pada efisiensi energi kendaraan dalam menyelesaikan empat putaran lintasan.
Lihat juga: IMEI Team Umsida Juara 1 Battery Electric di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
Tekanan dan Tantangan yang Dihadapi di Lintasan

Meskipun telah mempersiapkan segala sesuatunya, Mardi mengungkapkan bahwa ada banyak tantangan yang harus dihadapi selama kompetisi.
Salah satu yang cukup berat adalah kendala pada helm yang tidak sesuai dengan standar yang diterima oleh panitia.
“Kami harus mencari helm yang sesuai di Qatar, karena helm standar SNI tidak diterima di sana,” ungkap Mardi.
Selain masalah helm, tim juga sempat menghadapi kendala pada sistem pengereman dan kelistrikan kendaraan.
Namun, Mardi menekankan bahwa ketenangan dan komunikasi yang efektif antara anggota tim menjadi kunci utama dalam menyelesaikan masalah.
“Tidak boleh panik. Kami terus berdiskusi hingga masalah tersebut dapat diatasi dan akhirnya Delta EV dapat melaju di lintasan,” ujar Mardi.
Kerja Kolektif dan Kebanggaan Membawa Nama Umsida
Mardi menegaskan bahwa keberhasilannya dalam mengemudi Delta EV bukanlah hasil kerja individu, tetapi hasil dari kerja keras dan sinergi seluruh tim IMEI.
Meskipun hanya lima orang yang berangkat ke Qatar, seluruh anggota tim terlibat aktif dalam setiap tahapan persiapan.
“Ini adalah kerja kolektif. Ada tim mekanikal, elektrikal, desain bodi, dan manajemen yang semuanya berperan dalam kesuksesan ini,” ujar Mardi.
Delta EV, kendaraan yang dikemudikan Mardi, merupakan hasil pengembangan berkelanjutan yang dimulai pada tahun 2023.
Setiap tahun, tim melakukan improvisasi untuk meningkatkan performa kendaraan berdasarkan evaluasi dari kompetisi sebelumnya.
Mardi merasa bangga bisa membawa nama Universitas Muhammadiyah Sidoarjo di ajang internasional dan melihat hasil kerja keras tim terbayar dengan prestasi.
“Bangga bisa membawa nama kampus dan melihat kendaraan yang kami buat bisa bersaing di level global,” pungkas Mardi.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa Umsida memiliki kemampuan untuk bersaing di ajang internasional, khususnya di bidang teknologi kendaraan hemat energi.
Penulis: Indah Nurul Ainiyah


















