Ikom.umsida.ac.id – Umsida EntreVibes Vol. 1 kembali menghadirkan sesi inspiratif yang membahas strategi digital marketing dan pemanfaatan e-commerce sebagai peluang usaha bagi generasi muda.
Sesi kedua seminar ini diikuti oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) serta siswa-siswi SMA/SMK dari berbagai sekolah.
Melalui materi yang aplikatif, peserta dibekali pemahaman dasar hingga teknis mengenai cara memulai dan mengelola usaha digital melalui platform Shopee.
Materi disampaikan oleh Gunawan Prianto SKom Mm.
Seorang praktisi e-commerce Shopee, yang menekankan pentingnya memahami perbedaan peran media sosial dan e-commerce dalam membangun bisnis digital.
Peserta diajak untuk tidak hanya fokus pada pembuatan konten, tetapi juga memahami sistem penjualan yang mampu mendorong terjadinya transaksi.
Baca juga: Umsida EntreVibes Dorong Jiwa Wirausaha Generasi Muda di Era Digital
Shopee sebagai Solusi Jualan Digital untuk Pemula

Shopee dibuat untuk membuat pembeli dan penjual lebih nyaman, kata Gunawan saat memaparannya.
Dianggap lebih efisien untuk transaksi, platform e-commerce memiliki sistem pembayaran dan logistik yang terintegrasi, yang membuat proses jual beli lebih mudah dan aman.
Materi disampaikan oleh Bapak Gunawan Prianto SKom Mm.
Seorang praktisi e-commerce Shopee, yang menekankan pentingnya pemahaman ekosistem digital dalam membangun usaha.
Ia menyampaikan bahwa media sosial dan e-commerce memiliki peran yang berbeda, namun saling melengkapi.
“Media sosial lebih tepat digunakan sebagai media pemasaran, sementara e-commerce menjadi tempat terjadinya transaksi,” jelasnya.
Baca juga: Tak Sekadar Viral, Ikom Umsida Dorong Generasi Muda Hadirkan Konten Digital Bernilai
Dari Konten ke Konversi: Strategi Digital Marketing di Shopee

Selain itu, materi berfokus pada strategi digital marketing yang mengutamakan pembuatan konten dan peningkatan penjualan.
Pak Gunawan menyatakan bahwa keberhasilan bisnis digital ditentukan oleh pengelolaan toko dan kesiapan produk.
Beliau juga memberikan tutorial singkat mengenai mempersiapkan produk di Toko Shopee.
Peserta diarahkan untuk memperhatikan kualitas foto produk dengan pencahayaan yang baik dan latar belakang yang sederhana agar produk terlihat jelas.
Selain itu, penamaan produk harus disusun secara informatif, ringkas, dan relevan dengan produk yang dijual tanpa penggunaan kata kunci berlebihan.
“Persiapan produk yang baik akan memudahkan pembeli memahami apa yang ditawarkan sekaligus membantu penjual meningkatkan konversi,” jelasnya.
Melalui pemahaman dasar ini, peserta diharapkan tidak hanya dapat membuka toko Shopee tetapi juga menyiapkan produk secara profesional sejak awal.
Pengelolaan produk dan toko yang optimal akan mendorong generasi muda untuk lebih siap bersaing dan membangun bisnis digital yang berkelanjutan.
Melalui sesi ini, UMSIDA EntreVibes mendorong generasi muda untuk memanfaatkan e-commerce secara optimal sebagai langkah awal membangun usaha digital yang berkelanjutan.
Penulis: Putri Mega Safithrih


















