Ikom.umsida.ac.id – Rasa lapar, haus, dan tubuh yang mulai terasa lesu kerap menyertai waktu menjelang berbuka puasa. Namun, ngabuburit juga bisa menjadi momen yang lebih bermakna jika dimanfaatkan untuk kegiatan produktif dan bernilai ibadah. Melalui konsep Ngabuburit Produktif: Nunggu Maghrib Tapi Tetap Dapet Pahala, setiap orang dapat mengisi sore Ramadan dengan aktivitas yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mendatangkan keberkahan.
Baca juga: Khusyuk Versus Viral, Menata Ramadan di Era TikTok dan Notifikasi
Ngaji dan Nambah Ilmu Biar Sore Lebih Berarti

Salah satu kegiatan produktif yang bisa dilakukan saat ngabuburit adalah mengaji.
Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan memiliki keutamaan besar, sebagaimana sabda Rasulullah, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
Selain menenangkan hati, mengaji juga menjadi ladang pahala yang berlipat di bulan suci.
Tak hanya itu, mencari ilmu juga termasuk amalan mulia. Rasulullah bersabda, “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).
Waktu menjelang maghrib dapat dimanfaatkan untuk membaca buku, mengikuti kajian, atau berdiskusi ringan seputar ilmu yang bermanfaat.
Baca juga: Stop “Ramadhan Cuma Euforia”: Jangan Sampai Semangatmu Habis di Hari Kelima
Berbagi Itu Indah, Sehat Pun Tetap Ibadah

Ngabuburit produktif juga bisa diwujudkan melalui aksi sosial seperti berbagi takjil kepada masyarakat sekitar.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 148, “Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.”
Berbagi makanan untuk berbuka menjadi bentuk kepedulian sosial yang sederhana namun penuh makna.
Rasulullah pun bersabda, “Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun.” (HR. Tirmidzi).
Selain berbagi, olahraga ringan juga dapat menjadi pilihan ngabuburit yang sehat.
Menurut dr Zaidul Akbar, olahraga ringan seperti jalan santai atau stretching menjelang berbuka membantu melancarkan peredaran darah dan menjaga kebugaran tubuh selama berpuasa.
Asalkan tidak berlebihan dan tetap memperhatikan kondisi fisik. Aktivitas ini dapat dilakukan sekitar 30 menit sebelum waktu berbuka agar tubuh tetap segar.
Dengan niat yang baik, menjaga kesehatan termasuk bagian dari ikhtiar merawat amanah tubuh yang diberikan Allah SWT.
Melalui kegiatan mengaji, mencari ilmu, berbagi takjil, dan olahraga ringan, waktu menunggu maghrib pun terasa lebih bermanfaat.
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkaya diri dengan amal dan kebaikan.
Penulis: Airin Zhafirah Rahmah


















