Festival GESPER 2025: Wadah Kreativitas Sineas Muda Sidoarjo

Ikom.umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Fasilitasi Mimpi Sineas Pelajar Sidoarjo Melalui Festival GESPER (Gerakan Sineas Pelajar Sidoarjo 2025.

Festival ini menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengekspresikan pandangan mereka tentang Sidoarjo lewat karya film kreatif.

Festival bertaraf regional ini menayangkan sekitar 30 film pendek karya siswa SMA/SMK/ Sederajat yang di-skrining pada Jumat, (7/11/2025) di Mini Theatre Umsida.

Dengan mengusung tema “Suara Pelajar, Cerita Sidoarjo”, Festival Gesper (Gerakan Sineas Pelajar Sidoarjo) 2025 menjadi ajang bagi pelajar SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Sidoarjo untuk mengekspresikan gagasan dan kisah mereka tentang lingkungan, pengalaman hidup, serta nilai-nilai yang tumbuh di sekitar.

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi dari Prodi Ilmu Komunikasi Umsida dengan berbagai pihak.

Di antaranya Komite Film Sidoarjo, Dewan Kesenian Sidoarjo (Dakesda), dan implementasi program hibah BIMA.

Baca juga: FBHIS Umsida Kukuhkan 408 Mahasiswa pada Yudisium ke-34, Siap Berkarya untuk Negeri

 

Banyak Sineas Muda Sidoarjo yang Masih Sembunyi
Sumber: Istimewa

Menurut M Andi Fikri MIKom selaku inisiator kegiatan sekaligus sineas Sidoarjo mengungkapkan bahwa program ini akan berbeda dengan program-program lainya karena ini merupakan bentuk apresiasi film pelajar yang ada di Sidoarjo.

“Sedari awal tak hanya menyebarkan informasi melalui media sosial saja, tapi juga keliling Sidoarjo. Jadi semua itu kita bagi di 4 wilayah, yaitu wilayah Sidoarjo timur, barat, utara, selatan,” terang Andi

Karena kegiatan ini tidak bersifat kompetisi, seluruh peserta memperoleh bentuk penghargaan yang setara.

Pembagian ini, kata Andi, ditujukan untuk lebih bisa menggali potensi sineas muda Sidoarjo agar atensi tersebut tidak terpusat di kota Sidoarjo saja, tapi juga menyebar ke berbagai wilayah di dalamnya.

“Setelah keliling kemarin ternyata ditemukan banyak sineas muda baru yang memiliki beberapa karya film menarik dan unik yang potensial untuk dikembangkan” jelasnya.

Sekolah-sekolah yang berada di jarak yang cukup jauh dari ring 1 Sidoarjo seperti Jabon, Krian, Balongbendo, Waru, dan sekitarnya dijangkau untuk mengikuti festival ini.

Andi menjelaskan bahwa sekolah-sekolah tersebut sebenarnya tidak mengetahui tentang kegiatan semacam ini.

Hal tersebut tentu berbeda dengan sekolah-sekolah yang ada di Ring 1 Sidoarjo yang bisa mendapatkan informasi lebih cepat.

“Oleh karena itu biasanya yang bisa mengikuti kegiatan semacam ini hanya sekolah yang ada di sentra Sidoarjo. Mereka juga punya karya yang menarik dan unik ” terang dosen Filmologi itu.

Potensi itulah yang menurut Andi perlu diapresiasi untuk menunjukkan bahwa Sidoarjo tidak hanya memiliki karya yang berada di Ring 1 saja.

Para siswa di luar Ring 1 Sidoarjo turut unjuk gigi dengan karya film-filmnya.

“Setelah apresiasi ini, kami memilih 3 terbaik dari 4 wilayah tersebut. Nanti mereka akan mengikuti workshop eksklusif,” jelasnya.

Dari Gesper ini, Prodi Ikom bersama Dakesda dan Komite Film Sidoarjo selaku inovator festival ini, akan melanjutkan potensi ini untuk mendukung karya sineas muda Sidoarjo.

Baca juga: Kehidupunk: Film Mahasiswa Ikom Umsida yang Mengungkap Realitas Komunitas Punk Jalanan Sidoarjo

 

Hal yang Perlu Dicatat Para Sineas Muda
Sumber: Istimewa

Senada dengan Andi, Ribut Wijoto selaku Ketua Umum Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) juga mengatakan bahwa jika ada kegiatan semacam ini harus dilanjutkan.

“Para sineas muda perlu dibimbing untuk membuat karya yang lebih baik. Terima kasih untuk semua yang telah berkolaborasi, semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi kemajuan seni Sidoarjo,” terang Ribut.

Ia juga menyampaikan tentang pentingnya plot atau alur. Menurutnya, plot seringkali yang terakhirkan di dalam film-film dari produk komunitas.

Kedua, Ribut menjelaskan pentingnya muatan pada film populer.

“Seringkali kalau karya-karya populer itu muatannya tidak terlalu dalam. Nilai humanisme, keluhuran, transcendental, dan pengetahuan tidak tergarap mendalam,” tambahnya.

Menurutnya, sineas muda harus bergerak di dua aspek tersebut, yaitu karya yang menarik dan memiliki muatan yang mendalam.

Kegiatan ini cukup menarik atensi para peserta khususnya yang berada di luar ring 1 Sidoarjo.

Salah satu peserta yakni Narendra Ihsan Faras dari SMA Muhammadiyah 1 Taman.

Ia dibimbing penuh oleh gurunya untuk membuat karya film pendek hingga mengikuti kegiatan ini.

Siswa yang biasa disapa Faras itu membuat film pendek bertajuk Gaungan Ragam.

Faras mengaku sedikit grogi lantaran film garapannya disaksikan banyak orang dan tak jarang juga mengundang komentar.

Namun ia bangga karena karyanya bisa ditampilkan di ajang yang bagus seperti Gesper ini.

“Karya yang hanya disimpan saja, maka itu bukanlah karya. Oleh karena itu, ini merupakan kesempatan pelajar untuk lebih berani menujukkn karyanya,” ungkap Faras.

 

Penulis: Putri Mega Safithrih

Berita Terkini

The Dialectica 2026: Proyek Manajemen Event Ikom Umsida Cetak Generasi Debater Kritis
12/01/2026By
Dari Proses Panjang hingga Panggung Juara, Tiga Film Terbaik Mahasiswa Ikom Umsida Berbicara Realitas
11/01/2026By
Gemastif Vol. 1 Dorong Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat di Banjar Kemantren
11/01/2026By
Cineverse: Comfis 9 sebagai Ruang Apresiasi Film Mahasiswa
10/01/2026By
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Umsida Dorong Kreativitas dan Citra Positif Sekolah Melalui Program Publikasi Digital di SMK Yos Sudarso
09/01/2026By
Ramai Konten Digital, Ikom Umsida Ajak Generasi Muda Produksi Konten Cerdas
08/01/2026By
Mahasiswa Ikom Umsida Semester 5 Jalani Projek Pembuatan Film sebagai Wujud Pembelajaran Berbasis Praktik
07/01/2026By
Internatonal Guest Lecture Ikom Umsida – USIM, Kupas Representasi Media dan Identitas
15/12/2025By

Prestasi

Fikri Sabet Perunggu UPSCC III 2025, Maba Ikom Umsida Siap Naik Level
02/01/2026By
Taklukkan Ketegangan Arena, Cinthya Ukir Prestasi di KBPP Polri Jatim Cup 3
22/12/2025By
Mahasiswi Ilmu Komunikasi Umsida Harumkan Indonesia di Kejuaraan Dunia Arung Jeram
20/12/2025By
Mengubah Takdir dengan Pendidikan: Perjalanan Inspiratif Azzam di Wisuda Ke-46 Umsida
20/11/2025By
Bercerita Lewat Visual: Mahasiswa Umsida Sabet Juara 3 Videografi Nasional
30/10/2025By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 di AEF 2025, Fotografi Human Interest Jadi Sorotan
06/03/2025By
Sempat Vakum 2 tahun, Cinthya Sabet Juara 2 Taekwondo Bela Negara Cup
04/03/2025By
Tekuni olahraga Bulu Tangkis: ini Kisah Mardi Lukas
17/11/2024By

Nur Maghfirah A., M.Med.Kom

Nama:

Tanggal Lahir

Scholar:

OJS:

Scopus:

 

This will close in 20 seconds