Ikom.umsida.ac.id – Mahasiswa magang Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial (FBHIS) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mendapatkan pengalaman lapangan sebagai liaison officer (LO) dan tour leader dalam rangkaian event Cinequest yang diselenggarakan Program Studi Ilmu Komunikasi Umsida.
Kegiatan kolaboratif ini melibatkan mahasiswa dan dosen Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) yang berlangsung pada 4–8 Agustus 2025, dengan agenda utama pendampingan aktivitas kampus hingga tur edukatif ke kawasan Kota Lama Surabaya.
Melalui program ini, mahasiswa magang tidak hanya dilibatkan sebagai pelaksana teknis, tetapi juga berada di garis depan komunikasi antar-institusi.
Mereka bertugas memastikan agenda berjalan sesuai jadwal, mendampingi tamu selama aktivitas berlangsung, serta menjaga kenyamanan dan kelancaran koordinasi di berbagai titik kegiatan.
Dari Menyusun Rundown hingga Jelajah Kota Lama Surabaya

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa magang menjalankan peran LO dan tour leader untuk delegasi USIM, mulai dari menyiapkan jadwal, menyusun rundown, hingga memastikan mobilitas tamu selama kegiatan di lingkungan Umsida dan agenda luar kampus.
Salah satu rangkaian yang menjadi sorotan adalah kegiatan eksplorasi Kota Lama Surabaya, yang dirancang sebagai pengalaman budaya sekaligus ruang interaksi informal antara mahasiswa dan dosen dari kedua universitas.
Peran tour leader menuntut ketelitian, kepekaan situasi, dan kemampuan komunikasi yang stabil. Mahasiswa magang harus mampu menjelaskan alur kegiatan, memberi arahan yang jelas, serta mengantisipasi perubahan teknis di lapangan.
Pada saat yang sama, mereka juga menjadi penghubung komunikasi agar kebutuhan delegasi dapat terpenuhi tanpa mengganggu jalannya agenda utama Cinequest.
Pembagian Peran dan Latihan Komunikasi Dasar di Lapangan
Selain LO dan tour leader, tiga mahasiswa magang mendapat pembagian tugas berbeda untuk mendukung keseluruhan kegiatan.

Sebagian bertugas pada tim dokumentasi untuk mengabadikan rangkaian aktivitas, sebagian fokus pada layanan LO, dan lainnya mengampu kesekretariatan untuk memastikan administrasi kegiatan tertata rapi.
Dari pembagian peran itu, mahasiswa magang belajar dasar-dasar komunikasi profesional secara langsung bagaimana menyampaikan informasi dengan ringkas, menjaga etika berinteraksi dengan tamu, mengelola koordinasi lintas tim, hingga menyesuaikan gaya komunikasi dalam konteks formal dan nonformal.
Pengalaman ini memperlihatkan bahwa kegiatan kolaborasi internasional tidak hanya soal acara, tetapi juga soal kesiapan sumber daya manusia dalam menjalankan komunikasi yang terarah, sigap, dan bertanggung jawab.
Penulis: Irma Fahriza Ifanisari


















