Ikom.umsida.ac.id – Tim Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar brainstorming branding untuk mematangkan identitas dan arah komunikasi program studi S2 Ilmu Komunikasi.
Kegiatan ini membahas positioning prodi yang difokuskan pada Cyber PR, sekaligus menyusun strategi branding yang relevan bagi target pasar utama seperti Gen Z dan milenial yang ingin melanjutkan studi magister.
Proses perumusan dilakukan melalui diskusi terarah bersama tim prodi, termasuk dukungan mahasiswa magang yang terlibat dalam penguatan ide dan materi komunikasi digital.
Fokus pembahasan tidak berhenti pada slogan, tetapi menajamkan “siapa yang disasar”, “nilai apa yang ditawarkan”, dan “bagaimana prodi berbicara di ruang digital”.
Dengan arah Cyber PR, branding dirancang untuk mencerminkan kompetensi yang dibutuhkan di era komunikasi berbasis data, media sosial, reputasi online, dan manajemen isu digital.
Fokus Cyber PR untuk menjawab kebutuhan komunikasi era digital
Dalam sesi brainstorming, tim memetakan alasan mengapa Cyber PR dipilih sebagai pembeda.
Cyber PR diposisikan sebagai ruang belajar yang menyiapkan lulusan agar mampu merancang strategi reputasi, mengelola krisis digital, membangun kepercayaan publik, serta memahami dinamika komunikasi pada platform digital yang terus berubah.
“Branding prodi harus jujur pada kekuatannya. Jika fokusnya Cyber PR, maka seluruh narasi, konten, dan program akademiknya harus mengarah ke kompetensi itu, bukan sekadar label,” ujar Kaprodi Ikom Umsida Nur Maghfirah Aesthetika MMedKom.
Dari diskusi tersebut, tim juga menyusun kata kunci dan pesan utama yang konsisten untuk berbagai kanal publikasi.
Tujuannya agar publik memahami karakter prodi sejak pertama melihat: prodi yang relevan, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan industri komunikasi digital.
Target Gen Z dan milenial ditajamkan lewat strategi konten dan kanal digital
Brainstorming juga menekankan pentingnya target pasar yang jelas. Gen Z dan milenial dipilih karena menjadi kelompok dominan yang aktif di ruang digital, cepat menangkap tren, serta memiliki kebutuhan peningkatan karier melalui studi lanjut.
Tim memetakan cara komunikasi yang lebih efektif untuk segmen ini, mulai dari gaya visual, tone pesan, hingga format konten yang paling mudah dikonsumsi.
Salah satu poin yang disepakati adalah penggunaan konten edukatif singkat, testimoni, penjelasan konsentrasi Cyber PR, serta contoh output pembelajaran yang bisa diterapkan di dunia kerja.
“Kalau targetnya Gen Z dan milenial, maka kontennya harus jelas manfaatnya, cepat dipahami, dan konsisten. Mereka tidak tertarik narasi panjang tanpa bukti dan arah,” kata salah satu tim dalam diskusi.
Dengan brainstorming ini, branding S2 Ilmu Komunikasi Umsida diarahkan menjadi lebih terukur, fokus Cyber PR sebagai identitas inti, target pasar yang spesifik, serta strategi komunikasi digital yang rapi agar prodi tampil kuat, relevan, dan mudah dikenali.
Penulis: Irma Fahriza Ifanisari


















