Mahasiswa Ikom Umsida Semester 5 Jalani Projek Pembuatan Film sebagai Wujud Pembelajaran Berbasis Praktik

Ikom.umsida.ac.id – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida) semester 5 melaksanakan proyek pembuatan film sebagai bagian dari penerapan pembelajaran berbasis praktik.

Kegiatan ini menjadi implementasi kurikulum yang menekankan keseimbangan antara penguasaan teori komunikasi dan kemampuan aplikatif di bidang media audio visual.

Melalui proyek ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami konsep komunikasi secara akademis, tetapi juga mampu menuangkannya dalam bentuk karya film yang nyata dan bermakna.

Baca juga: Fikri Sabet Perunggu UPSCC III 2025, Maba Ikom Umsida Siap Naik Level

Proyek Pembuatan Film sebagai Pembelajaran Berbasis Praktik

Proyek pembuatan film ini dirancang sebagai sarana pembelajaran komprehensif yang mencakup seluruh tahapan produksi, mulai dari pra-produksi, produksi, hingga pascaproduksi.

Sumber: Istimewa

Mahasiswa terlibat secara aktif dalam setiap tahap tersebut sehingga mampu memahami alur kerja produksi media secara menyeluruh serta merasakan dinamika kerja kreatif yang mendekati praktik di industri film dan media.

Pada tahap pra-produksi, mahasiswa memulai kegiatan dengan pencarian dan pengembangan ide cerita.

Ide-ide yang muncul kemudian didiskusikan secara kelompok untuk menentukan konsep film yang akan diproduksi.

Proses ini melatih mahasiswa dalam berpikir kritis, bekerja sama, serta mengasah kepekaan terhadap realitas sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Setelah konsep disepakati, mahasiswa melanjutkan ke tahap penulisan naskah dengan memperhatikan alur cerita, dialog, serta pesan komunikasi yang ingin disampaikan kepada penonton.

Selain itu, mahasiswa juga menyusun storyboard dan perencanaan teknis produksi.

Storyboard berfungsi sebagai panduan visual dalam proses pengambilan gambar agar setiap adegan dapat direalisasikan sesuai dengan konsep yang telah dirancang.

Perencanaan teknis meliputi pemilihan lokasi, penentuan jadwal syuting, serta persiapan peralatan produksi.

Lihat juga: Pendampingan Transformasi Digital Koperasi Dinar Amanta, Dosen Umsida Dorong Layanan Lebih Cepat

Dinamika Produksi Film dan Pengalaman Mahasiswa

Pada tahap pra-produksi, mahasiswa memulai kegiatan dengan pencarian dan pengembangan ide cerita.

Sumber: Istimewa

Ide-ide yang muncul kemudian didiskusikan secara kelompok untuk menentukan konsep film yang akan diproduksi.

Proses ini melatih mahasiswa dalam berpikir kritis, bekerja sama, serta mengasah kepekaan terhadap realitas sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Setelah konsep disepakati, mahasiswa melanjutkan ke tahap penulisan naskah dengan memperhatikan alur cerita, dialog, serta pesan komunikasi yang ingin disampaikan kepada penonton.

Selain itu, mahasiswa juga menyusun storyboard dan perencanaan teknis produksi.

Storyboard berfungsi sebagai panduan visual dalam proses pengambilan gambar agar setiap adegan dapat direalisasikan sesuai dengan konsep yang telah dirancang.

Perencanaan teknis meliputi pemilihan lokasi, penentuan jadwal syuting, serta persiapan peralatan produksi.

Pembagian peran dalam tim produksi menjadi bagian penting dalam proyek pembuatan film ini.

Setiap mahasiswa mendapatkan tanggung jawab sesuai dengan peran yang diemban, seperti sutradara, produser, penulis naskah, kameramen, penata artistik, penata suara, hingga editor.

Pembagian peran ini bertujuan agar mahasiswa memahami fungsi serta tanggung jawab masing-masing posisi dalam sebuah produksi film, sekaligus melatih kerja sama tim dan komunikasi organisasi.

Tahap produksi menjadi proses yang paling menantang sekaligus memberikan pengalaman lapangan yang berharga.

Pada tahap ini, mahasiswa melakukan proses pengambilan gambar sesuai dengan naskah dan storyboard yang telah disusun.

Proses syuting dilakukan di berbagai lokasi yang mendukung kebutuhan cerita, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Mahasiswa dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi lapangan, seperti keterbatasan waktu, cuaca, maupun fasilitas yang tersedia.

Dalam tahap produksi, komunikasi antartim menjadi kunci utama keberhasilan proyek.

Sutradara harus mampu menyampaikan visi kreatif kepada seluruh kru, sementara kru lainnya dituntut untuk memahami dan menjalankan instruksi dengan baik.

Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam proyek ini mengungkapkan perannya sebagai kameramen.

“Dalam proyek film ini, saya berperan sebagai kameramen yang bertanggung jawab terhadap setiap pengambilan gambar pada setiap adegan yang dilakukan. Sebagai kameramen, saya memastikan setiap scene yang diambil sesuai dengan konsep visual dan kebutuhan cerita film, ujarnya.

“Saya merasa senang menjalani peran ini karena mengoperasikan kamera merupakan salah satu hobi saya. Melalui proyek ini, saya tidak hanya dapat menyalurkan minat tersebut, tetapi juga mengembangkan kemampuan teknis dan kreativitas saya dalam bidang sinematografi,” tambah Rendra.

Selain itu, mahasiswa lain juga memiliki peran ganda dalam proyek ini.

“Aku berperan sebagai produser yang bertugas menyiapkan seluruh kebutuhan sebelum dan saat hari H syuting. Selain itu, aku juga memerankan tokoh ibu dalam film Pundak yang Tak Pernah Ada,” ungkap Bella.

“Karakter yang aku perankan adalah seorang istri yang patuh kepada suaminya dan kerap mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Meski mengalami hal tersebut, tokoh ibu memilih untuk diam dan mengikhlaskan semua yang terjadi hingga pada akhir cerita ia meninggal dunia,” tambahnya.

Setelah seluruh adegan berhasil direkam, mahasiswa melanjutkan ke tahap pascaproduksi yang meliputi proses penyuntingan gambar dan suara, penyesuaian warna, penambahan musik latar, serta penyusunan alur film secara keseluruhan.

Tema film yang diangkat pun beragam dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti isu keluarga, persahabatan, konflik remaja, hingga nilai-nilai kemanusiaan.

Proyek Film sebagai Pembelajaran Berbasis Praktik

Melalui proyek pembuatan film ini, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan teknis di bidang produksi audio visual, tetapi juga soft skill yang sangat dibutuhkan di dunia profesional.

Selama proses produksi, mahasiswa dilatih untuk mengelola waktu secara efektif, bekerja sama dalam tim, berkomunikasi dengan baik antaranggota produksi, serta menjaga profesionalisme meskipun berada dalam tekanan waktu dan keterbatasan fasilitas.

Dari sisi akademik, proyek ini menjadi bentuk nyata penerapan teori-teori komunikasi yang telah dipelajari di ruang kelas ke dalam praktik lapangan.

Mahasiswa tidak hanya memahami konsep komunikasi secara konseptual, tetapi juga menyadari bagaimana pesan disusun, dikemas, dan disampaikan melalui medium film.

Setiap keputusan kreatif, mulai dari penulisan naskah, pengambilan gambar, hingga proses penyuntingan, menuntut mahasiswa untuk berpikir strategis dan komunikatif.

Program Studi Ikom Umsida menilai bahwa proyek pembuatan film ini merupakan bagian penting dari pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini.

Melalui pengalaman langsung dalam produksi film, mahasiswa mendapatkan gambaran nyata mengenai dunia kerja di bidang media dan komunikasi.

Proyek ini juga mendorong mahasiswa untuk lebih percaya diri dalam mengekspresikan ide, bertanggung jawab terhadap peran yang diemban, serta menghargai kontribusi setiap anggota tim.

Dengan adanya proyek pembuatan film ini, diharapkan mahasiswa Ikom Umsida tidak hanya mampu menghasilkan karya film yang kreatif, tetapi juga memiliki kesiapan mental, keterampilan komunikasi, dan etos kerja yang baik sebagai bekal menghadapi tantangan di dunia industri kreatif dan media di masa depan.

Penulis : Keisha Najaah Aqillah

Penyunting: Indah Nurul Ainiyah

Berita Terkini

Di Tengah Ramainya Konten Digital, Ikom Umsida Ajak Generasi Muda Produksi Konten Cerdas
08/01/2026By
Internatonal Guest Lecture Ikom Umsida – USIM, Kupas Representasi Media dan Identitas
15/12/2025By
Mahasiswa Ikom Umsida Ikut Terlibat dalam Produksi Siaran Dialog KPK dan Pemprov Jatim tentang “Penguatan Pendidikan Antikorupsi”
09/12/2025By
The Z Stage: Bukti Kompetensi Mahasiswa Ikom Umsida Kelola Event
07/12/2025By
Mahasiswa Magang Ikom Umsida Dampingi Mahasiswa Abdimas dalam Proyek Cyber PR dan Periklanan Kreatif
05/12/2025By
Ikut Terlibat, Mahasiswa Ikom Umsida Dokumentasikan Seminar Penyusunan Buku Seribu Tahun Sidoarjo
02/12/2025By
Himakom Umsida Dorong Penguatan Karakter Mahasiswa melalui LKMMTD 2025
01/12/2025By
Mahasiswa Umsida Mengasah Keterampilan Bisnis lewat Magang di Usaha Custom Tumbler Souvenir Hampers
29/11/2025By

Prestasi

Fikri Sabet Perunggu UPSCC III 2025, Maba Ikom Umsida Siap Naik Level
02/01/2026By
Taklukkan Ketegangan Arena, Cinthya Ukir Prestasi di KBPP Polri Jatim Cup 3
22/12/2025By
Mahasiswi Ilmu Komunikasi Umsida Harumkan Indonesia di Kejuaraan Dunia Arung Jeram
20/12/2025By
Mengubah Takdir dengan Pendidikan: Perjalanan Inspiratif Azzam di Wisuda Ke-46 Umsida
20/11/2025By
Bercerita Lewat Visual: Mahasiswa Umsida Sabet Juara 3 Videografi Nasional
30/10/2025By
Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara 2 di AEF 2025, Fotografi Human Interest Jadi Sorotan
06/03/2025By
Sempat Vakum 2 tahun, Cinthya Sabet Juara 2 Taekwondo Bela Negara Cup
04/03/2025By
Tekuni olahraga Bulu Tangkis: ini Kisah Mardi Lukas
17/11/2024By

Nur Maghfirah A., M.Med.Kom

Nama:

Tanggal Lahir

Scholar:

OJS:

Scopus:

 

This will close in 20 seconds